17 Mei 2008

Kepada Penyair Seberang

: Y. Thendra BP

aku ucapkan selamat pada tangisan pertamamu, teman
maaf jika tak sempat membuatkan pesta dan secuil kue kesukaanmu
tapi kopi arang di stasiun Tugu sudah cukup bagiku mengenalmu, tapi sayang burung putih
yang terbang tengah malam itu lupa memungut satu bintang untuk ku bagikan padamu
tapi tak apa, teman-teman yang lain bersama-sama meniup lilin di kamar sambil berdoa
"semoga kau lekas diberi momongan,"
oh ya, lewat tengah malam nanti, aku kirimkan satu ucapan selamat
agar kau baca saat di taman bersama gadis pujaan.
tapi aku lupa memberi judul yang tepat,
maaf jika tak sempat meniup lilin saat menipisnya usiamu.

Buitenzorg

Tidak ada komentar: