14 Juli 2008

Mampukah Sajakku Menapak Sajakmu















: HAH

1/
kau terus menapak sajak tanpa berlagak seperti gagak yang gagal berkoak

2/
malam itu, kau selipkan kalimat dalam saku imajiku
"yang penting cara ucap"
dan setelah itu, hanya Rolling Stones

3/
aku yang lupa membawa celanadalammu
terus berayun, antara burung dan ragu
katamu, puisi tak mati
katamu, puisi itu suci
lewat kata kau selipkan makna
lewat sapa, kau ajarkan bicara
"Semoga setelah ini, sajakmu mampu mewakili bibirmu,"

{Bogor, malam hari. ketika aku (kiri) dan Hasan Aspahani (kanan) mendiskusikan eksistensi atas sajak}

Buitenzorg

Tidak ada komentar: