dewadewa sedang dimabuk asmara
kemarin, aku mengintip mereka
memetik sekuntum bunga di langit
dan Tuhan pun tak lupa
menyiapkan sebuah pesta besar
hingga langit bergemuruh
dan matahari sempat mencincin
ketika dewadewa asik memetik bunga
Tuhan menegur sahaja
"bunga itu untuk siapa?"
dewadewa kaget dan sekenanya menjawab
"milik-ku untuknya dan miliknya untuk-ku"
"sepintar apapun kalian menyembunyikan bunga itu, seisi langit pasti tahu. kini kalian tinggal menunggu waktu. menunggu bunga itu layu karena terlalu lama disembunyikan atau mekar di antara bungabunga yang sudah kalian tanam sejak lama," kata Tuhan kepada dewadewa itu.
dewadewa saling pandang
dan ragu
Buitenzorg
29 Januari 2009
27 Januari 2009
Sadari
: kepada dua orang teman
kita hanya dua keping logam hilang
yang saling tikam, di simpang jalan
Buitenzorg
kita hanya dua keping logam hilang
yang saling tikam, di simpang jalan
Buitenzorg
26 Januari 2009
Haiku, Hujan
di luar hujan sayang
masuklah ke rumah senjaku
minum kopi bersama
dan mendengarkan gemericiknya
Buitenzorg
masuklah ke rumah senjaku
minum kopi bersama
dan mendengarkan gemericiknya
Buitenzorg
13 Januari 2009
Lomba Cipta Puisi 2009
RADAR BALI LITERARY AWARD 2009
Komunitas Sahaja – Radar Bali (Jawa Pos Group)
Tata Tertib dan Kriteria
RADAR BALI LITERARY AWARD 2009
Lomba Cipta Puisi
Lomba ini terbuka bagi para penulis muda se-Indonesia dengan batasan usia antara 17-33 tahun, dilengkapi dengan identitas diri (fotokopi)
Lomba ini tertutup bagi panitia dan keluarga besar Harian Umum Radar Bali (Jawa Pos Group).
Lomba Cipta Puisi ini bersifat perorangan.
Karya puisi yang dilombakan belum pernah dipublikasikan atau diterbitkan dalam bentuk buku atau sejenisnya, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau dalam kegiatan serupa lainnya.
Karya puisi yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak dari naskah yang telah ada sebelumnya.
Tema Lomba Cipta Puisi ini adalah “Perubahan, Kemanusiaan, dan Lingkungan”.
Puisi wajib dikirim dengan format Times New Roman, 12 pt, spasi 1,5 serta dikopi rangkap 4 (empat).
Tiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya;
Naskah puisi dapat dikirimkan ke Sekretariat Panitia Lomba Cipta Puisi Radar Bali Literary Award 2009, Jalan HOS Cokroaminoto Gg. Katalia 26 Ubung Denpasar-Bali, Telepon: 0361-417153-56, Fax. 0361-417157-58, dan Museum Sidik Jari, Jalan Hayam Wuruk 175, Denpasar-Bali, 80235. Telepon: Devi (085936120898), Anom (085739038324). Email : ciptapuisi_rbla2009@yahoo.com
Batas akhir pengiriman naskah pada 22 Februari 2009
Dewan Juri menetapkan 3 (tiga) Juara Utama, 3 (tiga) Juara Harapan
Pemenang berhak atas hadiah berupa trophy, piagam, dan uang tunai senilai Rp 10.000.000,00. Selain itu, akan ditetapkan Juara Umum yang berhak atas piala Radar Bali Literary Award 2009 dari Gubernur Provinsi Bali.
Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
Komunitas Sahaja – Radar Bali (Jawa Pos Group)
Tata Tertib dan Kriteria
RADAR BALI LITERARY AWARD 2009
Lomba Cipta Puisi
Lomba ini terbuka bagi para penulis muda se-Indonesia dengan batasan usia antara 17-33 tahun, dilengkapi dengan identitas diri (fotokopi)
Lomba ini tertutup bagi panitia dan keluarga besar Harian Umum Radar Bali (Jawa Pos Group).
Lomba Cipta Puisi ini bersifat perorangan.
Karya puisi yang dilombakan belum pernah dipublikasikan atau diterbitkan dalam bentuk buku atau sejenisnya, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau dalam kegiatan serupa lainnya.
Karya puisi yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak dari naskah yang telah ada sebelumnya.
Tema Lomba Cipta Puisi ini adalah “Perubahan, Kemanusiaan, dan Lingkungan”.
Puisi wajib dikirim dengan format Times New Roman, 12 pt, spasi 1,5 serta dikopi rangkap 4 (empat).
Tiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya;
Naskah puisi dapat dikirimkan ke Sekretariat Panitia Lomba Cipta Puisi Radar Bali Literary Award 2009, Jalan HOS Cokroaminoto Gg. Katalia 26 Ubung Denpasar-Bali, Telepon: 0361-417153-56, Fax. 0361-417157-58, dan Museum Sidik Jari, Jalan Hayam Wuruk 175, Denpasar-Bali, 80235. Telepon: Devi (085936120898), Anom (085739038324). Email : ciptapuisi_rbla2009@yahoo.com
Batas akhir pengiriman naskah pada 22 Februari 2009
Dewan Juri menetapkan 3 (tiga) Juara Utama, 3 (tiga) Juara Harapan
Pemenang berhak atas hadiah berupa trophy, piagam, dan uang tunai senilai Rp 10.000.000,00. Selain itu, akan ditetapkan Juara Umum yang berhak atas piala Radar Bali Literary Award 2009 dari Gubernur Provinsi Bali.
Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
Lesung Pipit Gadis itu Mirip Kamu
lesung pipit itu
mengingatkan aku akan musim semi
di sepertiganya, pelangi tak sempat memamerkan warnanya
di timur langit, ada gadis menangis mencari ibunya
katamu, kau tak suka lagu rindu yang mendayu-dayu
lihat, ada kupu-kupu bermain dengan angin
saling kejar, saling sembunyi
di pinggir kolam itu,
ada sepasang manusia memadu kasih
lesung pipit gadis itu mirip kamu.
Buitenzorg
mengingatkan aku akan musim semi
di sepertiganya, pelangi tak sempat memamerkan warnanya
di timur langit, ada gadis menangis mencari ibunya
katamu, kau tak suka lagu rindu yang mendayu-dayu
lihat, ada kupu-kupu bermain dengan angin
saling kejar, saling sembunyi
di pinggir kolam itu,
ada sepasang manusia memadu kasih
lesung pipit gadis itu mirip kamu.
Buitenzorg
Untuk Palestina
di Palestina
semua kepala menunduk
tangan terkepal menanti hujan peluru
dan aku, hanya berdoa di depan sebatang lilin yang menyala
di Israel
semua kepala tegak mencuri matahari
tangan terbuka menanti ribuan serdadu membawa kabar gembira
dan aku, duduk lesu di depan televisi menyaksikan itu
di Indonesia
semua rakyat menyeru kirim TNI ke Palestina
berduyun-duyun turun ke jalan menyumpahi agresi Israel
apa dengan makian dan sumpah serapah, Palestina bisa menang?
di Palestina
ribuan anak-anak kehilangan orangtua
di Indonesia
ribuan orangtua kehilangan anaknya
di Israel
ribuan anak-anak dan orangtua berubah jadi tentara
Buitenzorg
semua kepala menunduk
tangan terkepal menanti hujan peluru
dan aku, hanya berdoa di depan sebatang lilin yang menyala
di Israel
semua kepala tegak mencuri matahari
tangan terbuka menanti ribuan serdadu membawa kabar gembira
dan aku, duduk lesu di depan televisi menyaksikan itu
di Indonesia
semua rakyat menyeru kirim TNI ke Palestina
berduyun-duyun turun ke jalan menyumpahi agresi Israel
apa dengan makian dan sumpah serapah, Palestina bisa menang?
di Palestina
ribuan anak-anak kehilangan orangtua
di Indonesia
ribuan orangtua kehilangan anaknya
di Israel
ribuan anak-anak dan orangtua berubah jadi tentara
Buitenzorg
10 Januari 2009
Di Hening Pagiku
di hening pagiku
ada sekawanan hujan memburu risau
dikejarnya hilang cakrawala
dilukisnya langit hingga pelangi
di hening pagiku
tak ada yang lebih resah selain aku
seperti daun jarak menunggu matahari
risau bising,
resah selangit
di hening pagiku
januari berlari
dan aku
duduk rapi
memintal puisi
Buitenzorg
ada sekawanan hujan memburu risau
dikejarnya hilang cakrawala
dilukisnya langit hingga pelangi
di hening pagiku
tak ada yang lebih resah selain aku
seperti daun jarak menunggu matahari
risau bising,
resah selangit
di hening pagiku
januari berlari
dan aku
duduk rapi
memintal puisi
Buitenzorg
09 Januari 2009
Jangan Berkata Jika tak Ingin Diduga
mungkin tak pernah ada maksud di balik kata
tapi tetap saja aku menduga-duga
(IRS)
siapa melukis kata di balik makna
dia yang menanggung derita
saat kata menjadi duga
dan daun jendela belum sempat terbuka
risau angin tak juga bermakna
tuhan selalu menyembunyikan makna di balik kata
pun untuk diduga
tapi menduga merupakan kata dalam bentuk lain
dan kata adalah duga itu sendiri
mungkin tak pernah ada maksud di balik duga
tapi tetap saja aku berkata
jangan pernah berkata
jika tak ingin menduga
serperti sehelai bulu merpati
yang diterbangkan angin
dan kemudian menjadi rindu
Buitenzorg
tapi tetap saja aku menduga-duga
(IRS)
siapa melukis kata di balik makna
dia yang menanggung derita
saat kata menjadi duga
dan daun jendela belum sempat terbuka
risau angin tak juga bermakna
tuhan selalu menyembunyikan makna di balik kata
pun untuk diduga
tapi menduga merupakan kata dalam bentuk lain
dan kata adalah duga itu sendiri
mungkin tak pernah ada maksud di balik duga
tapi tetap saja aku berkata
jangan pernah berkata
jika tak ingin menduga
serperti sehelai bulu merpati
yang diterbangkan angin
dan kemudian menjadi rindu
Buitenzorg
Kepada Kalian
mencintaimu, mencintainya, mencintai kalian
membencimu, membencinya, membenci kalian
merindumu, merindunya, merindu kalian
mengingatmu, mengingatnya, mengingat kalian
kalian tahu?
Buitenzorg
membencimu, membencinya, membenci kalian
merindumu, merindunya, merindu kalian
mengingatmu, mengingatnya, mengingat kalian
kalian tahu?
Buitenzorg
07 Januari 2009
Sayang, Ini Bulan Siapa?
: Kepada Sepasang Kekasih
lilin-lilin belum juga padam
ketika pesta telah usai, malam itu.
ada sepasang kekasih
duduk membicarakan bulan, malam itu
"itu bulan apa?" kata si perempuan
"itu bulan sabit" jawab si lelaki
awan berderak menghilangkan sabitnya.
sejumput, si perempuan bertanya
"kalau itu bulan apa?" sambil menunjuk bulan yang lain.
"itu bulan separuh," jawab si lelaki dengan tenang sambil menyeruput angan
sepasang kekasih makin asik membicarakan bulan
tiba-tiba sekelompok burung-burung putih menutupi pandangan si perempuan
"cintaku, kemana perginya bulan itu?" ucapnya sambil bingung mencari kemana sang bulan pergi.
"bulan tak bisa lepas dari pandangan kita," jawab si lelaki mencoba menenangkan kekasihnya.
sejam kemudian, bulan sempurna
burung putih hilang pandang
ilalang lelah bergoyang
"cintaku, aku telat bulan,"
sambil berlari kencang, dia berteriak
"itu bukan bulan dariku,"
Buitenzorg
lilin-lilin belum juga padam
ketika pesta telah usai, malam itu.
ada sepasang kekasih
duduk membicarakan bulan, malam itu
"itu bulan apa?" kata si perempuan
"itu bulan sabit" jawab si lelaki
awan berderak menghilangkan sabitnya.
sejumput, si perempuan bertanya
"kalau itu bulan apa?" sambil menunjuk bulan yang lain.
"itu bulan separuh," jawab si lelaki dengan tenang sambil menyeruput angan
sepasang kekasih makin asik membicarakan bulan
tiba-tiba sekelompok burung-burung putih menutupi pandangan si perempuan
"cintaku, kemana perginya bulan itu?" ucapnya sambil bingung mencari kemana sang bulan pergi.
"bulan tak bisa lepas dari pandangan kita," jawab si lelaki mencoba menenangkan kekasihnya.
sejam kemudian, bulan sempurna
burung putih hilang pandang
ilalang lelah bergoyang
"cintaku, aku telat bulan,"
sambil berlari kencang, dia berteriak
"itu bukan bulan dariku,"
Buitenzorg
02 Januari 2009
Aku Ingat Pergantian Itu
petasan telah habis suara
terompet lelah di mulut anak-anak
jutaan manusia yang memadat, malam itu
tak lagi ingat tahun dan kapan akan kembali
Buitenzorg
terompet lelah di mulut anak-anak
jutaan manusia yang memadat, malam itu
tak lagi ingat tahun dan kapan akan kembali
Buitenzorg
27 Desember 2008
15 Desember 2008
Ada Tuhan di Ujung Anak Tangga
barangkali kita bagian dari anak tangga
yang kemudian dilupakan
di setiap inchinya
ada jejak-jejak sepatu
terpagut
di setiap garisnya
ada sebilah tanya
yang sesiang menunggu resah
dan di ujung tangga itu
Tuhan titipkan harapan
Buitenzorg
yang kemudian dilupakan
di setiap inchinya
ada jejak-jejak sepatu
terpagut
di setiap garisnya
ada sebilah tanya
yang sesiang menunggu resah
dan di ujung tangga itu
Tuhan titipkan harapan
Buitenzorg
13 Desember 2008
09 Desember 2008
Sandyakala
seperti rapak
diterbangkan angin
kemudian rekta
seperti juga rembaya
yang dicium ombak
terombang-ambing
di ujung sandyakala
pun seorang barya
basang basanta
di ujung rambutnya
itu cecaya
simpan dan cintai
laiknya danastri
ada elar
ditiup hening
bernyanyi seperti gangsir
Buitenzorg
diterbangkan angin
kemudian rekta
seperti juga rembaya
yang dicium ombak
terombang-ambing
di ujung sandyakala
pun seorang barya
basang basanta
di ujung rambutnya
itu cecaya
simpan dan cintai
laiknya danastri
ada elar
ditiup hening
bernyanyi seperti gangsir
Buitenzorg
Puisi Hujan
: untuk sajak Esha Tegar Putra 'Puisi Kecil'
riak-riak hujan menjelma puisi
di separuh langitku
mengingat pelangi
mengikat puisi
perlahan kabut cemberut
lalu duduk di bangku waktu
sambil menunggu Tuhan selesai warnai pelangi
menjereng kata
menjelma puisi
pada sisa hujan
yang riaknya bagai cauk
Buitenzorg
riak-riak hujan menjelma puisi
di separuh langitku
mengingat pelangi
mengikat puisi
perlahan kabut cemberut
lalu duduk di bangku waktu
sambil menunggu Tuhan selesai warnai pelangi
menjereng kata
menjelma puisi
pada sisa hujan
yang riaknya bagai cauk
Buitenzorg
08 Desember 2008
PEMBUKAAN KONGRES & SIDANG PLENO
Rabu, 10 Desember 2008:
09.00–10.00 Registrasi Peserta Lobby Hotel Salak
10.00–10.05 Pembukaan oleh MC
10.05–10.10 Laporan Ketua Pelaksana Kongres Kebudayaan Indonesia 2008, oleh Dirjen NBSF, Bapak Drs. Tjetjep Suparman, M.Si
10.10-10.20 Sambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata,Ir. Jero Wacik,SE
10.20-10.35 Sambutan dan Arahan sekaligus Pembukaan Kongres Kebudayaan Indonesia 2008 oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,Ir.H.Aburizal Bakrie
10.35–11.00 -Pemberian Anugerah Kebudayaan
- Penandatangan MOU antara Menbudpar dengan 7 (tujuh) Perguruan Tinggi Negeri
- Pemberian Bantuan kepada Seniman Berprestasi
11.00–11.30 Rehat Kopi
Press Conference (11.00 – 12.00 )
Nara Sumber: Menko Kesra, Menbupar, Bpk. Mukhlis PaEni/Bu Edi Sedyawati/Bpk.Putu Wijaya Kinanti Room (Lt.2)
SIDANG PLENO I Istana Ballroom
11.30 – 12.00 Penjelasan pelaksanaan Kongres Kebudayaan oleh Ketua Panitia Pengarah, Bapak Dr. Mukhlis PaEni
12.00 – 13.00 Istirahat, Sholat & Makan Siang Fatmawati (Lt.1)Canari CafĂ© (Lt.1)
Binenhoff Restaurant (Lt. 1)
Poolside (Lt.1)
Note:
Pada saat berlangsungnya Kongres Kebudayaan Indonesia 2008, diselenggarakan Pentas Budaya untuk masyarakat di Plaza Balaikota Bogor
SIDANGKELOMPOK 1 ISTANA BALLROOM(Lt.2)“KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEBUDAYAAN”
Moderator: Eka Budianta
Pembicara
13.00 – 13.20 1. Prof. Dr. Mudji Sutrisno
13.20 – 13.40 2. Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji
13.40 – 14.00 3. Al Azhar
14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab
14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi
14.45 – 15.05 4. Dr. Luluk Sumiarso
15.05 – 15.25 5. Dr. Philipus Tulle
15.25 - 15.45 6. Dr. Sutamat Aribowo
15.45 – 16.05 7. Dr. Yudi Latief
16.05 – 16.45 Diskusi /tanya jawab
SIDANG KELOMPOK 2 PAKUAN ROOM (Lt.1)“FILM/SENI MEDIA”
Moderator: Ratna Riantiarno
Pembicara:
13.00 – 13.20 1. Aswendo Atmowiloto
13.20 – 13.40 2. Jajang C. Noer
13.40 – 14.00 3. Johan Tjasmadi
14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab
14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi
14.45 – 15.05 4. Laela S. Chudori
15.05 – 15.25 5. Titie Said
15.25 – 15.55 Diskusi /tanya jawab
SIDANG KELOMPOK 3GALUH ROOM(Lt.1)“SENI RUPA”
Moderator: H. Hardi
Pembicara
13:00 – 13:20 1. Dr. Agus Burhan
13:20 – 13:40 2. Asmudjo Jono Irianto
13:40 – 14:00 3. Oei Hong Djien
14:00 – 14:20 4. Suwarno Wisetrotomo
14:20 – 14:40 5. Dra. Iriatine Karnaya
14:40 – 15:10 Diskusi /tanya jawab
15:10 – 15:25 Istirahat / Rehat kopi
SIDANG KELOMPOK 4 PADJADJARAN 1(Lt.4)“IDENTITAS BUDAYA”
Moderator: Dr. Laretna T. Adishakti
Pembicara
13:00 – 13.20 1. Dr. Mukhlis PaEni
13.20 – 13.40 2. Prof. Dr. Sri Hastanto, S.Kar
13.40 – 14.00 3. Prof. Dr. Ayu Sutarto
14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab
14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi
14.45 – 15.05 4. Dr. Ninuk Kleden
15.05 – 15.25 5. Prof. Dr. Sjafri Sairin
15.25 - 15.45 6. Dr. Stephanus Djuweng
15.45 – 16.05 7. Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc
16.05 – 16.35 Diskusi /tanya jawab
16.30 -19.00 Istirahat
19.00 -21.00 Makan Malam Istana Ballroom
Sumber:Panitia Konggres Kebudayaan Indonesia 2008
09.00–10.00 Registrasi Peserta Lobby Hotel Salak
10.00–10.05 Pembukaan oleh MC
10.05–10.10 Laporan Ketua Pelaksana Kongres Kebudayaan Indonesia 2008, oleh Dirjen NBSF, Bapak Drs. Tjetjep Suparman, M.Si
10.10-10.20 Sambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata,Ir. Jero Wacik,SE
10.20-10.35 Sambutan dan Arahan sekaligus Pembukaan Kongres Kebudayaan Indonesia 2008 oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,Ir.H.Aburizal Bakrie
10.35–11.00 -Pemberian Anugerah Kebudayaan
- Penandatangan MOU antara Menbudpar dengan 7 (tujuh) Perguruan Tinggi Negeri
- Pemberian Bantuan kepada Seniman Berprestasi
11.00–11.30 Rehat Kopi
Press Conference (11.00 – 12.00 )
Nara Sumber: Menko Kesra, Menbupar, Bpk. Mukhlis PaEni/Bu Edi Sedyawati/Bpk.Putu Wijaya Kinanti Room (Lt.2)
SIDANG PLENO I Istana Ballroom
11.30 – 12.00 Penjelasan pelaksanaan Kongres Kebudayaan oleh Ketua Panitia Pengarah, Bapak Dr. Mukhlis PaEni
12.00 – 13.00 Istirahat, Sholat & Makan Siang Fatmawati (Lt.1)Canari CafĂ© (Lt.1)
Binenhoff Restaurant (Lt. 1)
Poolside (Lt.1)
Note:
Pada saat berlangsungnya Kongres Kebudayaan Indonesia 2008, diselenggarakan Pentas Budaya untuk masyarakat di Plaza Balaikota Bogor
SIDANGKELOMPOK 1 ISTANA BALLROOM(Lt.2)“KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEBUDAYAAN”
Moderator: Eka Budianta
Pembicara
13.00 – 13.20 1. Prof. Dr. Mudji Sutrisno
13.20 – 13.40 2. Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji
13.40 – 14.00 3. Al Azhar
14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab
14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi
14.45 – 15.05 4. Dr. Luluk Sumiarso
15.05 – 15.25 5. Dr. Philipus Tulle
15.25 - 15.45 6. Dr. Sutamat Aribowo
15.45 – 16.05 7. Dr. Yudi Latief
16.05 – 16.45 Diskusi /tanya jawab
SIDANG KELOMPOK 2 PAKUAN ROOM (Lt.1)“FILM/SENI MEDIA”
Moderator: Ratna Riantiarno
Pembicara:
13.00 – 13.20 1. Aswendo Atmowiloto
13.20 – 13.40 2. Jajang C. Noer
13.40 – 14.00 3. Johan Tjasmadi
14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab
14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi
14.45 – 15.05 4. Laela S. Chudori
15.05 – 15.25 5. Titie Said
15.25 – 15.55 Diskusi /tanya jawab
SIDANG KELOMPOK 3GALUH ROOM(Lt.1)“SENI RUPA”
Moderator: H. Hardi
Pembicara
13:00 – 13:20 1. Dr. Agus Burhan
13:20 – 13:40 2. Asmudjo Jono Irianto
13:40 – 14:00 3. Oei Hong Djien
14:00 – 14:20 4. Suwarno Wisetrotomo
14:20 – 14:40 5. Dra. Iriatine Karnaya
14:40 – 15:10 Diskusi /tanya jawab
15:10 – 15:25 Istirahat / Rehat kopi
SIDANG KELOMPOK 4 PADJADJARAN 1(Lt.4)“IDENTITAS BUDAYA”
Moderator: Dr. Laretna T. Adishakti
Pembicara
13:00 – 13.20 1. Dr. Mukhlis PaEni
13.20 – 13.40 2. Prof. Dr. Sri Hastanto, S.Kar
13.40 – 14.00 3. Prof. Dr. Ayu Sutarto
14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab
14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi
14.45 – 15.05 4. Dr. Ninuk Kleden
15.05 – 15.25 5. Prof. Dr. Sjafri Sairin
15.25 - 15.45 6. Dr. Stephanus Djuweng
15.45 – 16.05 7. Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc
16.05 – 16.35 Diskusi /tanya jawab
16.30 -19.00 Istirahat
19.00 -21.00 Makan Malam Istana Ballroom
Sumber:Panitia Konggres Kebudayaan Indonesia 2008
KONGRES KEBUDAYAAN INDONESIA 2008
JADWAL ACARA
BOGOR, JAWA BARAT: 10 - 12 DESEMBER 2008
“Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian menuju Kesejahteraan”
Selasa,9 Desember 2008 KEDATANGAN WAKTU KEGIATAN KETERANGAN KEDATANGAN& REGISTRASI
09:00 – 18.00 Kedatangan: Peserta,Pembicara,Exhibitor/Peserta Pameran,dan Media
09.00 – 16.00 Registrasi untuk Peserta, Pembicara, media & Exhibitor/Peserta Pameran Set up booth untuk pameran kebudayaan Hotel Salak
19.00 – 21.00 Makan Malam
Kota Bogor mendapatkan kehormatan menggelar hajatan budaya nasional bertajuk "Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian Menuju Kesejahteraan". acara tersebut di gelar di salah satu hotel bersejarah di Kota Bogor, yakni Hotel Salak. di tempat dan di kota inilah, ratusan budayawan dari berbagai daerah berkumpul dan merumuskan satu pandangan mengenai kemajuan kebudayaan dan capaian yang ingin diraih.
semoga para budayawan ini tak salah dalam merumuskan budaya yang nantinya akan dijadikan pegangan bagi generasi penerus, amin.
Buitenzorg
BOGOR, JAWA BARAT: 10 - 12 DESEMBER 2008
“Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian menuju Kesejahteraan”
Selasa,9 Desember 2008 KEDATANGAN WAKTU KEGIATAN KETERANGAN KEDATANGAN& REGISTRASI
09:00 – 18.00 Kedatangan: Peserta,Pembicara,Exhibitor/Peserta Pameran,dan Media
09.00 – 16.00 Registrasi untuk Peserta, Pembicara, media & Exhibitor/Peserta Pameran Set up booth untuk pameran kebudayaan Hotel Salak
19.00 – 21.00 Makan Malam
Kota Bogor mendapatkan kehormatan menggelar hajatan budaya nasional bertajuk "Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian Menuju Kesejahteraan". acara tersebut di gelar di salah satu hotel bersejarah di Kota Bogor, yakni Hotel Salak. di tempat dan di kota inilah, ratusan budayawan dari berbagai daerah berkumpul dan merumuskan satu pandangan mengenai kemajuan kebudayaan dan capaian yang ingin diraih.
semoga para budayawan ini tak salah dalam merumuskan budaya yang nantinya akan dijadikan pegangan bagi generasi penerus, amin.
Buitenzorg
04 Desember 2008
Kita Saling Kejar
: Pinto Anugrah
anak hujan berlarian di ujung waktu
bersembunyi di balik anak daun
keduanya saling sapa
dan saling kejar
anak hujan ngumpet
di balik pohon besar
anak daun ngintip
di sela hujan
sesaat terdengar auman petir
keduanya mendekap Tuhan
Buitenzorg
anak hujan berlarian di ujung waktu
bersembunyi di balik anak daun
keduanya saling sapa
dan saling kejar
anak hujan ngumpet
di balik pohon besar
anak daun ngintip
di sela hujan
sesaat terdengar auman petir
keduanya mendekap Tuhan
Buitenzorg
Langganan:
Postingan (Atom)
