19 September 2008

Kata, Sahabat Setia Puisi

jika kamu rindu menulis puisi
lihatlah tubuhku,
kau akan temukan samudra kata
yang tak pernah mengering

jika kau sudah temukan kata
sesekali cobalah menyelam di kedalamannya
kau akan temukan endapan makna
yang mungkin bisa kau unduh jadi puisi

tapi jika kau tak mau menyelaminya
kau tetap menemukan makna
tapi bukan makna dari kata itu
melainkan makna kebodohan

Buitenzorg

18 September 2008

Anjing, Kucing dan Puisi

seekor kucing berebut puisi dengan seekor anjing
di setengah senjaku
keduanya saling cakar dan gigit
di antara puisi
kucingku menerkam puisi
anjingku menyalak puisi
keduanya saling pandang
sebelum puisi diterbangkan angin.
kucing dan anjing saling melotot
dan puisi yang diterbangkan angin jatuh di antaranya

Buitenzorg

17 September 2008

Pedang Ampunan

angin genit mengetuk-ngetuk daun jendela
yang sedari tadi aku buka
untuk menyambut senja

malam yang lupa terbenam
membawa surau dalam diriku
Tuhan, aku mohon
turunkan sejuta pedang ampunan
di malam lailatul qadarmu
agar darah nadiku
agar pecah dosaku
agar lumat serapahku

hingga hatiku dapat malam seribu bulan

Buitenzorg

10 September 2008

Sabda Tuhan

demi langit yang mengamit
demi tanah entah
entah luka, laku entah
demi mata air, airmata
dan demi kurma yang menunggu puasa

siapa berani melawan siapa
saat Tuhan bersabda ENYAH

Buitenzorg

06 September 2008

Masih Sama Semuanya

dan semua harus seperti kemarin
langit mendung,
sesekali rintik hujan
desau angin
juga cericit burung

Buitenzorg

05 September 2008

Haiku, Hujan dan September

kotaku diserbu hujan
awal september
dan kau diam menunggu reda

Buitenzorg

Wanita Tua dan Payung Tua

tak ada yang mengenali kota ini selain dari curah hujannya
semua sudut kota, sama
semua bangunan yang menjulang, sama
semua orangnya, sama
tapi beda dengan hujannya.
"selamat datang di Kota Hujan. Kota dengan sejuta hujan, dan mungkin hanya hujan yang akan kau temui" begitu kata wanita paruh baya yang saban hari aku temui di sudut gedung tua dengan sebuah payung tuanya (mungkin usia payungnya sama dengan usia wanita itu)

Buitenzorg

28 Agustus 2008

Oleh-oleh Setelah Liburan

nah, ini senyum yang ku tunggu-tunggu.
ketika dikasih waktu untuk berlibur, aku dan sejumlah teman-teman kantor main paint ball di salah satu perumahan elit di Bogor.
dengan seragam loreng, senapan angin dan mask, aku laiknya seorang tim penyelamat
ternyata memang harus diakui, bahwa asal daerah menentukan segalanya. hehehehe (bukan maksud SARA) tapi jujur, sebanyak dua kali permainan, saya orang pertama dalam tim yang selalu kena tembak dulu.
dasar katroxs, heheheheh
tapi aku berjanji (kayak anggota pramuka aja) ketika ada waktu liburan lagi, dan teman-teman memilih bermain tembak-tembakan dengan cat air lagi, saya harus jadi orang yang membawa kemenangan. hehehe

Buitenzorg

Terusik Kuis HAH

Beberapa hari ini, saya begitu dikejutkan dengan dua pertanyaan yang diajukan Hasan Aspahani (HAH) dalam blognya (sejuta-puisi.blogspot.com) itu. dua pertanyaan yang sempat membuat dahi berkerut. dua pertanyaan tentang eksistensi Tuhan.

HAH begitu mahir bermain dengan imajinasi, sehingga eksistensi Tuhan mulai disuik. entah ada maksud apa, HAH mencoba mengajak para blogger di negeri ini memainkan imajinasinya (bagiku itu sangat menarik).

penyair Batam yang telah menerbitkan dua buku ini, seakan-akan memaksa alam bawah sadar kita untuk melampaui alam sadar. Tuhan digambarkan berwujud, dengan kondisi seperti manusia, punya perasaan, punya lelah dan punya rumah. padahal dalam salah satu hadist sahih, dikatakan bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dengan urat leher sekalipun.

HAH begitu jeli, sehingga dalam hal ini, imajinasi kita diajak untuk memikirkan dan membayangkan bahwa kita dan Tuhan punya hubungan yang spesial. artinya, Tuhan dan manusia adalah sama (dalam hal ini mengenai eksistensinya di alam).


kemahiran HAH memainkan imajinasi itu, membuat saya tertarik untuk mengikuti sayembara yang dia buat. begini kalimatnya. "apa yang akan kamu lakukan jika Tuhan menyuruhmu menjaga kantornya sehari saja," (itu garis besarnya).

sejenak kita berfikir bahwa Tuhan bisa juga meninggalkan singgasananya. cobaan untuk menghidupkan imajinasi ini muncul, ketika ada satu kalimat 'Tuhan akan pergi' jujur, saya sebagai manusia yang dalam proses pencarian eksistensi Tuhan ingin mencari tahu, kenapa Tuhan dapat pergi dari singgasananya.

kuis dari HAH itu saya terima sebagai proses pencarian dan proses kreativitas. sebab ada orang yang bilang dengan bermimpi kamu ada. dua kuis yang HAH sajikan seakan membuka satu pokok bahasan baru bahwa Tuhan pun bisa diimajinasikan.

atau barangkali, HAH sudah kehabisan kata untuk dirangkai menjadi susunan kalimat yang indah, tanpa meninggalkan estetika? hanya HAH yang tahu.

Buitenzorg

21 Agustus 2008

Dari Jeda, Dari Luka

aku menginginkanmu
seperti kamus yang saban hari tergeletak di depan cermin
tak seperti bandul waktu yang selalu menjadi penanda.
aku juga menginginkanmu,
laiknya rindu
di sela-sela pintu waktu yang diburu
semua pasti menginginkanmu
dari jeda, dari luka
dari batu, dari rindu
dari debu, dari lagu
dan pasti semua tak menginginkanmu
seperti lava yang tersemburat ke angkasa
hanya api dan tangis.
tapi aku memenginginkanmu, dan tak menginginkanmu

Buitenzorg

18 Agustus 2008

Bolehkah Aku Mengintip Surga di Ujung Neraka

telah aku berikan semua ciuman kepadamu
haruskah menundukku diiringi airmata?

maaf Tuhan, jika sejenak aku tak mampir di pekarangan surga
sebab, aku merasa tas kehidupanku belum penuh terisi

Tuhan, bolehkah aku mengintip surga di ujung neraka?
karena aku lupa menyimpan kunci surga yang telah Engkau berikan
ketika aku masih dalam perut ibu

Buitenzorg

Cerita Lalu

kau yang selalu tampak manis
selalu bermain dengan gerimis

ingatkah engkau, tentang waktu dan kita?

Buitenzorg

07 Agustus 2008

Tentang Nol

jika aku punya dua nyawa
akan aku berikan semuanya padamu

Buitenzorg

06 Agustus 2008

Blurred Out

kemudian hanya luka
yang bisa bersama,
duduk di teras senja
menanti gulita

Buitenzorg

04 Agustus 2008

Gull

(burung camar)

kau selalu terbang
membelah awan,
sejenak lupa diri sebenarnya

Buitenzorg

03 Agustus 2008

Dan Kemudian?

nasib, dosa, sesal
pernah kutulis
dalam lembaran waktu
yang tak pernah habis

Buitenzorg

30 Juli 2008

Saya Melihat Seakan Tak Ada Apa-apa di Matahari (Soneta 130)

By: William Shakespeare

saya melihat seakan tak ada apa-apa di matahari
bagai karang yang lebih merah dari bibir wanita.
ketika salju berwarna putih, mengapa dada ini menagih?
sedangkan nanah tumbuh subur di kepala.

di Damasked, saya mempunyai sepasang mawar, merah dan putih
tetapi tak seindah yang terlukis di pipi manis seorang gadis
dan saya lebih senang ketika mencium aroma rembulan di sana
berbeda dengan nafas nyonya besar, yang selalu busuk
oleh karena itu, saya mencintainya dan mendengarkan apa yang dia bicarakan.

lebih baik, saya mengenakan topi serta mendendangkan lagu-lagu cinta
sebab, itu lebih sunyi dan memuaskan.
dan tak sekalipun saya melihat bidadari pergi darinya

nyonya tua itu mendedahkan tapaknya di jalan-jalan menuju surga
saya berfikir, cinta itu hadir apa adanya, tanpa bisa diperbandingkan.

28 Juli 2008

Aku Bukan Milikmu

By: Sara Teasdale

aku bukan milikmu, hilang karenamu.
aku tak hilang, walaupun tak pernah ada.
hilang bagai lilin yang menyala di tengah hari
hilang bagai kepingan salju di laut.

kamu mencintaiku, dan aku menemukan-mu masih indah,
seperti roh yang mampu mengeluarkan pendar-pendar cahaya.
keberadaanku, lindap terlalu lama
bagai pijar hilang di antara cahaya.

oh… terlalu tinggi aku mencintaimu
menaruh dalam-dalam lubuk hatiku
yang menjadikanku tuli dan buta
menyapu prahara dari cinta-mu
meruncing di angin kesibukan.

26 Juli 2008

Senja di Sebelas Tahun Pernikahan

: HAH

telah aku bentangkan senja
di hamparan rumahmu
di mana ada sudut yang memagut rindu

pernah kau berkata, singgahlah!
dengan mesra dan sedikit gelengan kepala, aku jawab
'aku tak mau singgah, sebelum rumahku ada taman yang langsung menghadap cakrawala'

dengan dua malaikat kecil
dan seorang wanita pencatat setiap gerak lakumu
lengkap sudah semuanya.

kini, kau hanya punya satu tugas
menyelesaikan sajak terindah tanpa kau darah,

Buitenzorg

23 Juli 2008

Mimpi

by : William Blake

banyak sekali mimpi yang saya lakukan di atas peraduan,
di mana ada perjumpaan dengan malaikat yang mulai kehilangan jalannya,
serta nyanyian-nyanyian di atas rumput.

susah, kebuasan, sedih, kegelapan, kekacauan dan lebih banyak lagi percikan kekusutan,
semua telah menjadi pecahan.
saya mendengar apa yang dia katakan:

“Oh anak-anak, saya melakukan apa yang mereka teriakkan, mendengar apa yang mereka keluhkan tentang orangtua mereka,” sekarang, mereka menerawang satu negeri asing, sekarang mereka menangis untuk saya, sekembalinya dari perpisahan.

saya meneteskan airmata karena merasa kasihan. tetapi saya melihat badai besar mendekati mereka dan bertanya, penjaga malam, apa yang kau ratapi?,

kepulan asap dan sebait cahaya mengandaskan mimpinya, saat kumbang pergi dari hadapannya. Sekarang dia mengikuti derumannya yang menyisakan sedikit pengembaraan

“ini rumahmu pengembara malam,”

ini karya William Blake yang berjudul asli A dream, dan dengan lancang serta penuh kenekatan, saya mencoba mengalih bahasakannya dalam bahasa Indonesia. meski saya akui kemampuan berbahasa Inggris saya masih kacau balau. semoga ini menjadi satu awal bagi saya untuk terus belajar menguasai Bahasa Inggris.

Buitenzorg