01 April 2008
chairil 2
"Aku ingin mati bertemankan sebatang rokok," ucapnya
Buitenzorg
31 Maret 2008
Kini Dia Benar Pergi
maaf aku tak sempat mengantar jenazahmu
"tidurlah yang nyenyak dan jangan banyak ketawa, nanti Tuhan marah"
Butenzorg,
chairil 1
dia ingin hidup seribu tahun lagi
dan akhirnya, di karet tempat y.a.d
menjadi tempatnya menyandarkan segala lelah
"kalian akan tetap mengenalku lewat sajak AKU" ungkap chairil dalam lubang di karet
Buitenzorg, 310308
20 Maret 2008
Ibarat Rumah
Ibarat sebuah rumah, pertemuan ini begitu dirindukan semua orang. Rumah dengan taman yang hijau, kicau burung, derak air, dan canda anak-anak.
Semua ibaratkan pertemuan selayak rumah. Lewat jendela, kita bisa melihat indahnya gunung Lawu, Merapi dan Merbabu. Lewat pintu utamanya, kita mempersilahkan orang yang lewat mengintip isi dalam rumah ini.
Canda tawa anak dan kicau riang burung, mengiringi pertemuan ini, entah sampai kapan semua bertemu kembali dalam ruang, dan waktu yang sama.
Aku akan sertakan meja, kursi, perabot dapur dan lampu yang selalu menerangi isi rumah kita. Selayaknya senja, aku kirimkan potongan puzzle yang harus kau susun sesuai dengan apa yang kita cita-citakan dulu.
Rawatlah rumah ini, seperti engkau merawat tubuh dan pikiranmu, jangan biarkan rumah yang telah kita bangun lewat kucuran keringat ini amblas ke tanah, luluh, lantah, bak entah.
Rawatlah pertemuan ini, dan kenanglah, karena setelah kita melalui jembatan itu, tak mungkin kita kembali lagi.
Buitenzorg, 200308
Dony P. Herwanto
Di bacakan saat Reuni Alumni Fak. Psikologi UMS 21 Maret 2008 di Solo
17 Maret 2008
Bandung 16
hingga nyinyir di hati.
kota kembang ini,
telah aku injak tanahnya
sesaat sebelum terlelap.
dan kembali,
aku harus mengingat wajah
seorang gadis yang entah siapa
berani hadir dalam mimpiku.
malam itu,
kembali aku nonton
drama Perancis.
pemainnya lucu dan romantis
tapi aku tak tertawa dan terharu
aku malah ngorok.
Bandung, 160308
10 Maret 2008
Hujan yang Lupa Berhenti
hanya hujan yang tak berhenti
sejak empat jam yang lalu.
buitenzorg, 100308
06 Maret 2008
Selamat Jalan Teman
maaf...aku tak sempat mengantarkan jasadmu
ke tempat di mana kami kelak berada.
titip salam buat Tuhan dan para malaikat
sampaikan pada NYA,
kami mencintai semua ciptaan dan takdir kami
maaf...jika tiap malam
telepon selulermu berdering
saat kau mulai terlelap
kau masih paksakan mengangkat selulermu
pertemuan di Vihara itu awal aku mengenalmu
kau beri senyum, seolah kita saling kenal
tak ku sangka jantungmu lambat berdetak
malam itu...aku tak sempat datang
saat arak-arak-kan yang kau buat
membuat padat kota ini
tapi aku salut padamu
jantung yang lambat berdetak tak kau hiraukan
tapi sore itu
jantungmu memang berhenti berdetak
Buitenzorg kehilangan
Buitenzorg berduka
seorang sahabat
pejuang kemanusiaan dan perbedaan
telah pergi,
selamat jalan teman
selamat tinggal kenangan
ku do'akan
kau berada di samping Tuhan
amin
buitenzorg, 60308
02 Maret 2008
Balasan dari Hujan
kau penyair yang suka bercanda dengan celanadalam
kini, semua rambut yang tak seharusnya di tempat itu
tumbuh subur,
kau penyair yang bermain dengan kata
akankah lupa berkata,
"bagaimana nasib ke dua saudaramu yang ada nun di sana"
kau selalu menyebutku "hujan"
dan aku menyebutmu "langit"
akankah kita saling bertemu dan bertatap muka,
seperti dulu
buitenzorg, 020308
Ada yang Ku Lupa
aku lupa katakan padamu
"kapan kau berhenti menyanyi?"
buitenzorg, 020308
01 Maret 2008
Dariku Untukmu
kaupun meninggalkan aku sendiri
ketika kita selesai saling pandang
tak lupa kau marah padaku
setelah aku tak pamit padamu
aku juga takut
banyak setan di sini
buitenzorg,010308
Tentang Mu
tentang kamu yang mengabur
tak pamit dulu terus lari
saya takut....banyak setan di sini
tak punya otak
kamu membuat saya kalah telak
Dita Maulani
buitenzorg, 290208
27 Februari 2008
Syair untuk Lugu 2
tak ada yang tahu jika kalian berdua adalah diriku yang lain
yang mereka tahu, kalian aktor lugu yang dibentuk dari idealisme
mereka tak tahu, jika kalian punya segala yang tak mereka punya
tapi kalain tak menyadarinya.
aku temukan kalian saat Lugu tak memandang kalian.
mereka salah tentang kalain.
dan aku benar saat itu,
entah sekarang, apa mereka tetap menyayangi kalian, seperti ketika aku menyayangi kalian dan menemukan kalian.
buitenzorg, 270208
25 Februari 2008
Syair untuk Lugu
tak adakah yang berarti bagimu selain wanita?
tak adakah yang kau cari selain kata hati?
entah jika kau tak ada mata
entah jika kau tak ada hati
...dan aku hanya bisa ucapkan selamat pagi
/Pandu W.
kau selalu meneteskan airmata saat aku tersenyum
tak lupa setelah itu kau berkata
"aku nggak papa kok mas, tenang saja, setelah ini aku tak nangis lagi"
tapi malam itu, kau menangis tersedu-sedu saat ingat makan siang
...dan aku hanya bisa ucapkan selamat siang
/Yuslam S.
kau selalu bertanya tentang apapun pada semua
yang bisa kau lihat selalu kau tanyakan
sebenarnya, aku tahu, kau amat pandai
untuk sesuatu yang tak kau ketahui
...dan aku hanya bisa ucapkan selamat sore
/L
lentik jarimu memainkan lagu the spirit carries on
membuatku mabuk.
kau selalu bilang padaku,
"kapan kau akan suka pada wanita"
...dan tak lupa setelah itu
kau tertawa riang
...dan aku hanya bisa ucapkan selamat malam
/Bungas
awal yang indah
tengah yang gundah
dan akhir yang tinggal sejarah
kau beda dari yang lain setahuku
tapi tak pernah ku temu
...dan aku hanya bisa ucapkan selamat pagi kembali
/Mithul
kau lucu
kau aneh
kau selalu merawat aku saat lelah
dan kau selalu menjemput aku saat
motor bututku masuk bengkel
...dan aku hanya bisa ucapkan terimakasih
/Surya
kau bagian dari keluargaku yang lain
tak pernah marah walau datang darah
tapi kau selalu minta cokelat padaku
saat teman-teman mengejekmu
...dan aku hanya bisa ucapkan, aku belum punya uang
/Bom-bom
kau tak pernah lelah memainkan biolamu
katamu kau akan segera menyelesaikan kuliahmu
tapi sampai sekarang aku belum tahu usahamu
...dan aku hanya bisa ucapkan, cepat selesaikan sebelum kembali perang
/Kang Crow
tak ada kau
tak ada Lugu
tak ada aku
dan mungkin tak ada peradaban
kau selalu bilang padaku
"jangan pernah memejamkan mata saat kau lelah, tapi hirup nafas sedalam-dalamnya"
...dan aku hanya bisa ucapkan, terimakasih untuk semuanya.
sampai kapan aku akan ukir sajak di dinding Lugu-ku
tak tahu apa yang akan terjadi
bahkan sampai dinding yang telah mereka bangun
runtuh, lantah, jadi tanah
berserakan
..dan
hilang satu-persatu
buitenzorg, 250208
Dialog Mata dan Hidung
mata berkata
"Aku bangga pada keadaanku, selalu melihat sesuatu yang ada disekitarku"
hidung menjawab
"Aku juga bangga pada keadaanku, selalu mencium sesuatu yang kau lihat"
mata mengatakan
"tapi kau tak bisa menilai"
hidung garang
"Dan kau tak bisa membau"
mata berontak
"Tapi aku bisa membedakan warna dan rupa"
hidung tak kalah garang
"Dan kau selalu istirahat, sedang aku tak pernah istirahat sedetikpun"
mata mempertegas
"Aku istirah untuk melihat hidup esok pagi"
hidung berang
"istirahmu adalah hidupku, dan hidupku belum tentu hidupmu"
mata bertutur
"saat aku terbuka, manusia itu bisa memilih sesuatu untuk di makan dan berbuat sesuatu"
hidung berkilah
"coba kau bayangkan jika tak ada aku, aku masih bisa hidup tanpamu, tapi tanpaku?"
mata kalah, dan undur diri, seraya berkata
"aku lelah, aku ingin istirah untuk melihat sesuatu esok pagi"
hidung berharap
"sebenarnya, aku juga ingin istirah, tapi aku takut pada hidup manusia, aku juga lelah"
buitenzorg,250208
24 Februari 2008
Parade Foto
saya baca satu puisi karya Sutardji Calsum Bachri dengan judul "Berdarah" dihadapan 2.000 siswa SMA dan SMP se-Bogor dalam event Gebyar kesenian di SMAN 7 Bogor. sebagai salah satu tamu undangan yang dituntut menampilkan ekspresinya.
tanpa persiapan dan kesadaran, salah seorang guru seni budaya SMAN 7 menyuruh saya untuk menampilkan kreativitas di atas panggung. ribuan mata tertuju pada ku, ketika aku menyebut nama penulis puisi itu, aku seolah-olah tak percaya ketika tatapan dan kerut wajah yang mereka perlihatkan.
aku sempat bertanya pada salah satu siswa yang hadir, tentang nama Sutardji, tak satupun siswa dapat menjelaskan nama penulis tersebut. apakah ini kesalahan atau sebuah keterputusan.
tanpa berdarah-darah, saya bacakan puisi itu, tepat ketika sampai pada kalimat yang berbunyi
kau kirim anak-anak ke sekolah, kau kirim mereka bertahun-tahun dalam kelas, sampai tumbuh janggutnya, sampai panjang misainya, sampai lebat rambutnya. semua yang hadir memberikan tepuk tangan meriah, aku tak mampu menyangka, apakah SCB bisa dikatakan sukses sebagai penulis, karena mampu menghipnotis penonton dengan kata-kata yang menurut saya sangat sederhana, tapi maknanya mendalam.
ada siswa yang usil bertanya pada saya, kapan kakak mulai baca puisi dan sampai kapan baca puisi.
aku jawab mulai baca puisi sejak mengenal puisi dan akan berhenti menulis ketika aku tak lagi mengenal puisi.
buitenzorg, 240208
22 Februari 2008
Temu Penyair Bogor
menggelar pertemuan guna membahas kegelisaan
seniman Bogor tentang proses kreatif dan wadah pemersatu rasa. aku pernah bertanya pada salah satu diantara teman-teman yang ada.
mampukah kita pergi ke bulan jika tak pernah mencoba
jangan hanya berkhayal untuk mencapai bulan jika kita tak berani beropini tentang bulan melalui sudut pandang kita.
tak satupun yang menjawab pertanyaan itu.
aku hanya menemukan lengang
dan mereka bersembunyi dibalik sekat berkerawang
14 Februari 2008
Valentine Lengang
valentine ya?
tapi kok aku
masih menunggu hujan reda
di tugu kujang
buitenzorg, malam valentine 140208
13 Februari 2008
Sang Alkemist
seperti upeti yang kemarin
(Paulo Coelho)
terbayang dibenakku...kalimat dari Paulo Coelho seorang penulis Brazil yang punya karya fenomenal berjudul sang Alkemist.
seorang pemuda yang bertemankan domba. dia terus berjalan menuju piramida di Mesir.
tapi perjalanan rupanya tak semudah yang diyangkan. cobaan demi cobaan selalu ia temui. baik yang meminta dombanya atau hanya sekedar bertanya tentang arah tujuannya.
akhirnya ia bertemu dengan sang alkemist, yang menuntun lewat kata-kata bijak. "Kau harus ikuti kata hatimu jika ingin bertemu dengan kebehagiaan,"
aku tak tahu akan makna kalimat itu, yang aku tahu adalah, aku harus ikuti kata hatiku yang sampai saat ini belum aku dengar.
aku kini mencoba mendengar apa yang patut aku dengar dan melihat apa yang patut aku lihat
...dan aku tiggalkan kenangan itu, sebuah kenangan yang pantas dikenang...
memang pantas dan harus pantas.
tak ada lagi yang harus aku lihat kebelakang, sebab aku tak mau menjadi sejarah luka. tapi aku harus jadi masa depan yang memang aku tuju
"Aku harus seperti ini jika ingin seperti itu"
Buitenzorg, 130208
Jadi ?
"Ayo pergi sekarang sebelum pagi," kataku
buitenzorg,130208
Tentang Penyair Seberang
ada yang kulupa dari sajakmu
tentang laut atau tentang celanadalam?
aku juga sering lupa
bagian mana yang kau suka
kavi atau matasukma
kadang aku teringat dengan sang guru dan penyair ragu
tapi aku harus sadar bahwa aku punya batu
yang akan aku anyam sebaik sajakmu
Buitenzorg, 130208