20 Oktober 2008

Setelah Sumpah itu Terucap

kemarin aku bertemu Pram di sudut warung makan
lahap benar dia
aku beranikan diri menyapanya
"kau lapar pram?"
dia terus lahap, sampai benar perut itu buncit
tak juga lupa, aku sempatkan melihat dalam isi tasnya
tak kutemu bumi manusia yang biasa di baca
aku hanya melihat kata "PRIBUMI"
dalam hati resah dengan kata itu
siapa yang dimaksud PRIBUMI
satu tanah air, satu bahasa dan satu bangsa.
Pram tersenyum
lantas berkata, "kau bukan PRIBUMI!"

Buitenzorg

17 Oktober 2008

Perahu Batu

selangkah lagi, kau akan sampai di tikungan jalan
di mana semua ragu akan bertemu.
sejengkal lagi, senja akan tampakkan rautnya
berarti malam hampir tiba
sesudut lagi, kau akan temui diriku
yang di sudut ruang itu, kau juga akan temukan waktu
di atas perahu batu itu aku telah selipkan luka
saat debur ombak
saat tangis sunyi, dan
saat almanak tak kuasa mengelak, kita.
sekali lagi, tinggal selangkah
kau temukan perahu batu
yang kini diombang gelombang, maka tunggulah
di ujung pantai yang pasirnya mulai terkikis

Buitenzorg

16 Oktober 2008

Kisah Pilu

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya,"

Buitenzorg

14 Oktober 2008

Bulan Jalang

bulan lengang
di seberang jalan
dan yang jalang
hilang
ditelan bayang

Buitenzorg

12 Oktober 2008

Donat dan Pram


dan donat, dan Pram
sama nikmat saat lapar

donat dinanti perut
Pram dinanti juga perut
dua yang satu
terbagi dalam rasa
sesiang lapar
dan secuil donat untuk satu Pram
yang siang itu membaca Minke*

*Minke : Tokoh cerita dalam Roman berjudul Bumi Manusia, karya Pramudya Ananta Toer

Buitenzorg

dengan bahasaku, aku

: Surat Balasan Maria Wauran

pagi ini matahari terbit, nanti malam lihatlah! dia sudah tidak ada, tunggu maka dia besok muncul lagi...demikian pula bulan, dan bintang, dan begitu pulalah pohon, dan aku, kamu, kita.masa remajaku, menjadikan aku sekarang. setiap keputusan yang pernah kubuat, adalah sejarah dalam buku kehidupan. kadang membuatku senang, kadang membuatku sedih, tapi selalu membuatku belajar dan semakin kuat.aq sekarang, maria wauran, tidak seperti zoro, samurai, bukan juga seperti angin. di balik topeng itu aku, di setiap ayunan pedang itu juga aku, di setiap gerak kaki dan tubuhku, itulah aku. tetap maria wauran, bukan orang lain saat aku berada di atas loper, itulah aku juga yang sebenarnya. kau hanya melihatnya dari sisi diriku yang lain.

Surabaya, 2008 Oktober 9 11:28

07 Oktober 2008

Haiku, Puisi dan Senja

seorang gadis duduk memintal puisi
sedangkan di luar masih juga hujan
dan hanya selembar senja yang kupinta,
tak lebih

Buitenzorg

05 Oktober 2008

Sang Juara Dari Balik Topeng

: Maria Wauran

apakah kau lebih hebat dari Zoro?
apakah pedangmu setajam Samurai?
apakah gerakmu selincah Angin?

tajam mata itu mengingatkan aku akan gadis yang pernah singgah di rumah senjaku,
mengais rintik hujan, dan bermain pelangi.
gadis dengan rambut hitam sebahu dan kulit langsat itu kini telah tumbuh menjadi wanita matahari.
wanita yang akan melahirkan banyak anak-anak matahari.
di kokoh tangannya dan di balik topeng itu,
gadis yang ku kenal senang bermain senja itu telah berhasil meraih matahari di saku pedangnya.

jika kau masih berkenan singgah di rumah senjaku
akan aku suguh dengan cericit burung, langit emas, desau angin, batu karang, desir ombak dan sedikit rintik hujan.
karena lewat saungnya, kau dapati senja berganti peran. sudikah singgah barang sesaat di saung rumah senjaku?
dan ketika kelak kau singgah ke rumah, jangan bawa serta pedang dan topeng serta medali yang pernah kau banggakan. karena di rumah itu aku sudah siapkan kotak musik yang dulu pernah kau berikan padaku. ingatkah?
oh ya, lewat jendela rumah yang menghadap laut, kau dapat menyaksikan gemerlap bintang.
aku harap, kau sudi sarungkan pedang dan lepas topeng jika hendak berkunjung. karena aku ingin memagut senja di pelipis matamu.

Maria Wauran, Ambon, 16 Maret 1985, peraih medali emas PON XVII 2008 Samarinda untuk nomor Sabel Putri perorangan dan beregu.


Buitenzorg

19 September 2008

Kata, Sahabat Setia Puisi

jika kamu rindu menulis puisi
lihatlah tubuhku,
kau akan temukan samudra kata
yang tak pernah mengering

jika kau sudah temukan kata
sesekali cobalah menyelam di kedalamannya
kau akan temukan endapan makna
yang mungkin bisa kau unduh jadi puisi

tapi jika kau tak mau menyelaminya
kau tetap menemukan makna
tapi bukan makna dari kata itu
melainkan makna kebodohan

Buitenzorg

18 September 2008

Anjing, Kucing dan Puisi

seekor kucing berebut puisi dengan seekor anjing
di setengah senjaku
keduanya saling cakar dan gigit
di antara puisi
kucingku menerkam puisi
anjingku menyalak puisi
keduanya saling pandang
sebelum puisi diterbangkan angin.
kucing dan anjing saling melotot
dan puisi yang diterbangkan angin jatuh di antaranya

Buitenzorg

17 September 2008

Pedang Ampunan

angin genit mengetuk-ngetuk daun jendela
yang sedari tadi aku buka
untuk menyambut senja

malam yang lupa terbenam
membawa surau dalam diriku
Tuhan, aku mohon
turunkan sejuta pedang ampunan
di malam lailatul qadarmu
agar darah nadiku
agar pecah dosaku
agar lumat serapahku

hingga hatiku dapat malam seribu bulan

Buitenzorg

10 September 2008

Sabda Tuhan

demi langit yang mengamit
demi tanah entah
entah luka, laku entah
demi mata air, airmata
dan demi kurma yang menunggu puasa

siapa berani melawan siapa
saat Tuhan bersabda ENYAH

Buitenzorg

06 September 2008

Masih Sama Semuanya

dan semua harus seperti kemarin
langit mendung,
sesekali rintik hujan
desau angin
juga cericit burung

Buitenzorg

05 September 2008

Haiku, Hujan dan September

kotaku diserbu hujan
awal september
dan kau diam menunggu reda

Buitenzorg

Wanita Tua dan Payung Tua

tak ada yang mengenali kota ini selain dari curah hujannya
semua sudut kota, sama
semua bangunan yang menjulang, sama
semua orangnya, sama
tapi beda dengan hujannya.
"selamat datang di Kota Hujan. Kota dengan sejuta hujan, dan mungkin hanya hujan yang akan kau temui" begitu kata wanita paruh baya yang saban hari aku temui di sudut gedung tua dengan sebuah payung tuanya (mungkin usia payungnya sama dengan usia wanita itu)

Buitenzorg

28 Agustus 2008

Oleh-oleh Setelah Liburan

nah, ini senyum yang ku tunggu-tunggu.
ketika dikasih waktu untuk berlibur, aku dan sejumlah teman-teman kantor main paint ball di salah satu perumahan elit di Bogor.
dengan seragam loreng, senapan angin dan mask, aku laiknya seorang tim penyelamat
ternyata memang harus diakui, bahwa asal daerah menentukan segalanya. hehehehe (bukan maksud SARA) tapi jujur, sebanyak dua kali permainan, saya orang pertama dalam tim yang selalu kena tembak dulu.
dasar katroxs, heheheheh
tapi aku berjanji (kayak anggota pramuka aja) ketika ada waktu liburan lagi, dan teman-teman memilih bermain tembak-tembakan dengan cat air lagi, saya harus jadi orang yang membawa kemenangan. hehehe

Buitenzorg

Terusik Kuis HAH

Beberapa hari ini, saya begitu dikejutkan dengan dua pertanyaan yang diajukan Hasan Aspahani (HAH) dalam blognya (sejuta-puisi.blogspot.com) itu. dua pertanyaan yang sempat membuat dahi berkerut. dua pertanyaan tentang eksistensi Tuhan.

HAH begitu mahir bermain dengan imajinasi, sehingga eksistensi Tuhan mulai disuik. entah ada maksud apa, HAH mencoba mengajak para blogger di negeri ini memainkan imajinasinya (bagiku itu sangat menarik).

penyair Batam yang telah menerbitkan dua buku ini, seakan-akan memaksa alam bawah sadar kita untuk melampaui alam sadar. Tuhan digambarkan berwujud, dengan kondisi seperti manusia, punya perasaan, punya lelah dan punya rumah. padahal dalam salah satu hadist sahih, dikatakan bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dengan urat leher sekalipun.

HAH begitu jeli, sehingga dalam hal ini, imajinasi kita diajak untuk memikirkan dan membayangkan bahwa kita dan Tuhan punya hubungan yang spesial. artinya, Tuhan dan manusia adalah sama (dalam hal ini mengenai eksistensinya di alam).


kemahiran HAH memainkan imajinasi itu, membuat saya tertarik untuk mengikuti sayembara yang dia buat. begini kalimatnya. "apa yang akan kamu lakukan jika Tuhan menyuruhmu menjaga kantornya sehari saja," (itu garis besarnya).

sejenak kita berfikir bahwa Tuhan bisa juga meninggalkan singgasananya. cobaan untuk menghidupkan imajinasi ini muncul, ketika ada satu kalimat 'Tuhan akan pergi' jujur, saya sebagai manusia yang dalam proses pencarian eksistensi Tuhan ingin mencari tahu, kenapa Tuhan dapat pergi dari singgasananya.

kuis dari HAH itu saya terima sebagai proses pencarian dan proses kreativitas. sebab ada orang yang bilang dengan bermimpi kamu ada. dua kuis yang HAH sajikan seakan membuka satu pokok bahasan baru bahwa Tuhan pun bisa diimajinasikan.

atau barangkali, HAH sudah kehabisan kata untuk dirangkai menjadi susunan kalimat yang indah, tanpa meninggalkan estetika? hanya HAH yang tahu.

Buitenzorg

21 Agustus 2008

Dari Jeda, Dari Luka

aku menginginkanmu
seperti kamus yang saban hari tergeletak di depan cermin
tak seperti bandul waktu yang selalu menjadi penanda.
aku juga menginginkanmu,
laiknya rindu
di sela-sela pintu waktu yang diburu
semua pasti menginginkanmu
dari jeda, dari luka
dari batu, dari rindu
dari debu, dari lagu
dan pasti semua tak menginginkanmu
seperti lava yang tersemburat ke angkasa
hanya api dan tangis.
tapi aku memenginginkanmu, dan tak menginginkanmu

Buitenzorg

18 Agustus 2008

Bolehkah Aku Mengintip Surga di Ujung Neraka

telah aku berikan semua ciuman kepadamu
haruskah menundukku diiringi airmata?

maaf Tuhan, jika sejenak aku tak mampir di pekarangan surga
sebab, aku merasa tas kehidupanku belum penuh terisi

Tuhan, bolehkah aku mengintip surga di ujung neraka?
karena aku lupa menyimpan kunci surga yang telah Engkau berikan
ketika aku masih dalam perut ibu

Buitenzorg

Cerita Lalu

kau yang selalu tampak manis
selalu bermain dengan gerimis

ingatkah engkau, tentang waktu dan kita?

Buitenzorg