<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696</id><updated>2012-01-09T01:19:46.986-08:00</updated><title type='text'>ruang waktu</title><subtitle type='html'>ini adalah ruang rindu dari sekian rindu di tepian waktu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>232</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1156144264221895264</id><published>2011-01-02T08:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T08:07:23.507-08:00</updated><title type='text'>Taman Budaya Bogor?</title><content type='html'>Oleh: Dony P. Herwanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana pembangunan Taman Budaya di Kota Bogor masih relevan diperbincangkan. Kenapa? Sebab – ini rahasia umum – seniman kota ini, yang tergabung dalam Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) turut mengantarkan Diani Budiarto menduduki – lagi – jabatan Walikota Bogor untuk periode kedua. Dan tak sedikit seniman Kota Bogor mencoblos gambar Diani kala pemilihan kepala daerah 2009 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan mereka – seniman-seniman itu – tak lain dan tak bukan adalah adanya ruang apresiasi. Artinya – jika Diani mau menjabarkan maksudnya – seniman Kota Bogor, dari disiplin apapun meminta dibangunkan gedung yang khusus menampung kreativitasnya, semacam Taman Budaya. Gedung Kemuning Gading yang selalu diusulkan untuk dijadikan tempat pertunjukan, belum mampu menjawab kebutuhan seniman Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk melegalkan Gedung Kemuning Gading, pemerintah membuatkan kantor – entah siapa yang meminta dibuatkan – DK3B itu. Secara simbolik, jika kantor DK3B ada di Kemuning Gading, itu berarti gedung yang berada di kompleks perkantoran Pemerintah Kota Bogor itu sekaligus ‘bisa’ dijadikan atau disebut ‘Taman Budaya’. Sungguh aneh jika berfikir demikian. Dan itu nyata terjadi di kota yang hingga sekarang belum memiliki gedung kesenian yang representative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ilustrasikan Taman Budaya Bali: Sebuah patung Kumbakarna berukuran tinggi sekitar lima meter, hasil sentuhan tangan terampil seniman I Wayan Nyungkal asal Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu hiasan halaman Taman Budaya Bali. Kehadiran patung Kumbakarna tersebut sekaligus menjadikan Taman Budaya Bali sebagai sebuah percontohan bagaimana sebaiknya sebuah taman budaya dibangun yang sesuai dengan impian para seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Budaya Bali berlokasi di jantung Kota Denpasar, dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektar. Pelbagai bentuk kesenian rutin ditampilkan di sana. Tak ayal, tiap akhir pekan, masyarakat Bali maupun wisatawan kerap kali berbondong-bondong memadati area Taman Budaya tersebut. Akses menuju Taman Budaya Bali pun terbilang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan Kota Bogor? Apakah pemerintah Kota Bogor sudi membangun Taman Budaya Bogor sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap pelestarian kesenian dan kebudayaan? Jika mau, lantas siapa atau lembaga apa atau dinas apa yang akan mendapatkan proyek pembangunan Taman Budaya Bogor tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika amanah itu diberikan kepada DK3B, sudah mampukah lembaga kesenian Kota Bogor itu mengelolanya? Sanggupkah, lembaga yang dipimpin Sambas Bratasondjaja itu membangun Taman Budaya Bogor yang bercirikan seni budaya setempat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diberikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, siapkah mencarikan lahan sekitar 6,5 hektar, seperti yang ada di Bali? Siapkah menerima kritik atas pengelolaan dananya? Sebab, ini proyek yang menguntungkan. Tak cukup ratusan juta membangun Taman Budaya Bogor, lengkap dengan fasilitas dan pelbagai ornament yang mencirikan seni budaya setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Diani sebagai Walikota Bogor memang tinggal dua tahun lagi. Artinya, masih banyak waktu bagi seniman-seniman Kota Bogor mendesak Pemerintah Kota Bogor memenuhi janjinya, membangun ruang apresiasi, Taman Budaya Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika elit kekuasaan kota ini peka, posisi Kota Bogor sangat menguntungkan. Dengan makin ruwetnya Jakarta, Kota Bogor mampu menjadi magnet bagi wisatawan. Wisata kuliner dan wisata belanja sudah tak diragukan lagi. Kota Bogor menjadi salah satu kota tujuan orang-orang Jakarta untuk berakhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Jakarta yang sudah macet, sumpek memungkinkan Bogor menjadi peralihan dari berbagai kegiatan seni di Indonesia. Seperti yang diimpikan para seniman Kota Bogor. Taman Budaya itu kelak bisa menjadi pusat kesenian di Indonesia. Ini bukan mimpi, tapi melihat peluang yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, jika Taman Budaya Bogor berdiri, harus sejak dini dipikirkan tentang pengelolaan Taman Budaya tersebut. Bangunan itu tidak akan ada artinya jika tidak dikelola oleh tangan yang kreatif dan minat yang tinggi dalam pembangunan budaya dan kreativitas di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah harus berani keluar dari mainstream, menunjuk orang-orang yang betul -betul ahli agar Taman Budaya Bogor nantinya fungsional dan harapan seniman agar taman budaya ini menjadi pusat budaya terwujud. Jika tidak, Taman Budaya Bogor akan menjadi sarang ‘penjahat’ yang mengganggu masyarakat dan seniman itu sendiri. Begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1156144264221895264?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1156144264221895264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1156144264221895264' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1156144264221895264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1156144264221895264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2011/01/taman-budaya-bogor.html' title='Taman Budaya Bogor?'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1273720824937808814</id><published>2011-01-02T08:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T08:06:00.617-08:00</updated><title type='text'>Reaksi dan Traumatik</title><content type='html'>Oleh : Dony P. Herwanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri-naluri dan segala jabarannya dapat dijajarkan sebagai pasangan-pasangan yang bertentangan, seperti hidup-mati, benci-cinta dan perbuatan-pasivitas. Kalau salah satu dari naluri-naluri menimbulkan kecemasan dengan mengadakan tekanan terhadap ego, baik langsung maupun melalui perantara superego, ego dapat mencoba untuk mengalihkan impuls yang ofensif itu dengan memusatkannya terhadap lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigmund Freud mencontohkan, kalau perasaan benci orang lain, ego dapat mendorong arus rasa cinta untuk menyembunyikan rasa permusuhan itu. Kita dapat berkata, cinta menjadi pengganti kebencian tetapi ini tidak benar, karena perasaan agresif masih ada di bawah lapisan perasaan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Aspahani (HAH) – penyair yang kini tinggal di Batam – pernah menulis puisi berjudul, Bibirku Bersujud di Bibirmu – puisi yang ia bacakan di Taman Ismail Marzuki, 29 Januari 2006. Ini salah satu penggalan kalimat yang saya catat. Aku masih sabar menunggu, kau kirim tanda zikir-zikir/Semakin mendekat gemetar bibir, pada persujudan pasir/rukuk musafir, sampai mengerti isyarat ombak terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita dapatkan dari kutipan kalimat di atas? Ada semacam pertentangan batin yang tersembunyi dari ‘aku lirik’. Kesabaran ‘aku lirik’, merupakan satu pertentangan batin atau naluri. Menilik teori Freud, apa yang dilakukan HAH adalah upaya pembentukan reaksi. Kalimat, aku masih sabar dari penggalan di atas menjadi satu kedok yang menyembunyikan satu ketergesa-gesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Freud, pembentukan reaksi adalah alat yang digunakan untuk menyembunyikan naluri dari kesadaran dengan mempergunakan lawannya. Bisa dibilang, ‘aku lirik’ berhasil menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Di sinilah, perasaan sabar yang sesungguhnya ditekan sebagai reaksi dari kemarahan atau semacam kekecewaan. Sabar sedemikian adalah palsu dan kepalsuan ini muncul akibat penekanan ego melalui perantara superego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat yang lain dari pembentukan reaksi ini adalah sifat paksaannya. Mari kita simak penggalan kalimat tersebut, Semakin mendekat gemetar bibir, pada persujudan pasir/rukuk musafir, sampai mengerti isyarat ombak terakhir. Dari penggalan tersebut, sampai mengerti isyarat ombak terakhir merupakan sifat paksaan dari pembentukan reaksi. Inilah naluri yang dijajarkan sebagai pasangan-pasangan yang bertentangan. Sabar menunggu dan memaksakan mengerti isyarat ombak terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Altruisme dapat menyembunyikan kepentingan diri sendiri, kesalahan dapat menyembunyikan kejahatan. Puisi Bibirku Bersujud di Bibirmu adalah pembentukan reaksi dari libido kekuasaan. Pertanyaannya, seberapa seringkah, HAH menyembunyikan perasaan sebenarnya itu? Proses penyembunyian perasaan inilah yang melatarbelakangi munculnya libido kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Freud, pembentukan-pembentukan reaksi dipergunakan baik terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. Seseorang yang takut terhadap orang lain, dapat memaksa diri untuk sangat ramah. Atau – kata Freud lagi – ketakutan terhadap masyarakat dapat mengambil bentuk ketaatan yang kuat terhadap tata tertib masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puisi Bibirku Bersujud di Bibirmu merupakan satu bentuk ketaatan kepada masyarakat. HAH - sebagai penulis – beberapakali mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Jelas, sebagai puisi, makna kata bisa bias. Artinya, pertanyaan itu akan ditujukan kepada siapa. Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan HAH, tanpa mengubah tipografi aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menangis di dermaga? Siapa menghangatkan &lt;br /&gt;laut dengan airmata? Siapa yang melambai di atas palka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menghentak kaki berlari ke surut samudera?&lt;br /&gt;Siapa mengarak riak jadi mahagelombang maharaksasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, HAH bukan sekedar mengajukan pertanyaan-pertanyaan. HAH – menurut saya – cemas menghadapi kenyataan. Menurut Freud – dalam teori kecemasan – kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah setiap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan atau kecemasan yang diajukan HAH sangat wajar. Karena kecemasan atau ketakutan bersifat pembawaan. Artinya bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui juga, ketakutan dapat membunuh seseorang. Dalam puisi ini, HAH tak mencoba membunuh orang lain. Dia membunuh perasaannya sendiri. Ya, dengan cara pembentukan reaksi dan lahirnya rasa cemas terhadap lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kita dapat belajar untuk mengambil sikap efektif jika lonceng kecemasan itu dibunyikan. Kita lari dari bahaya atau kita berbuat sesuatu untuk meniadakannya. Kita bisa menganalisa kecemasan itu, sebelum kecemasan itu menjadi traumatik. Di puisi itu, traumatik ‘aku lirik’ terdapat dalam kalimat tanya, kenapa harus gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, pembentukan reaksi dapat memuaskan keinginan yang semula, yang terhadapnya diadakan pertahanan. Calvin S. Hall dalam bukunya Kecemasan Perpisahan, mengatakan, seorang ibu takut mengakui bahwa ia membenci anak-anaknya mungkin demikian banyak mencampuri kehidupan mereka di bawah alasan sangat memikirkan kesejahteraan dan keselamatan mereka, sehingga perlindungan yang berlebih-lebihan ini sebenarnya adalah bentuk hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan reaksi dalam puisi Bibirku Bersujud di Bibirmu adalah satu penyesuaian yang irasional terhadap kecemasan. Sikap ini mempergunakan energi untuk tujuan-tujuan yang bukan sebenarnya. Bibirku Bersujud di Bibirmu adalah sikap HAH untuk mengaburkan kenyataan. Begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, Aku semakin tak sanggup. Dengar. Dendang itu semakin sayup*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Diambil dari puisi Hasan Aspahani berjudul Bibirku Bersujud di Bibirmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1273720824937808814?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1273720824937808814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1273720824937808814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1273720824937808814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1273720824937808814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2011/01/reaksi-dan-traumatik.html' title='Reaksi dan Traumatik'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2900877268835542488</id><published>2011-01-02T08:04:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T08:04:40.871-08:00</updated><title type='text'>Jurnal Bogor Literary Award?</title><content type='html'>Oleh : Dony P. Herwanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawat ke Australia. Di negeri Kanguru itu, Presiden SBY disambut hangat mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd. Rombongan kepresidenan – waktu itu – tak menyangka jika Presiden SBY memberikan Kopi Luwak kepada Sang Perdana Menteri. Kalangan pers Australia menyebut peristiwa tersebut, Dung Diplomacy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, saya menemui seorang kawan dari Jakarta di Food Life Yogya Bogor Junction. Kawan saya itu, seorang sastrawan dan pengusaha. Usahanya itu tak jauh dari dunia tulis menulis. Kawan saya itu memiliki perusahaan penerbitan. Saya mengenalnya dengan nama Handoko F. Zainsam. Nama kawan saya itu, mulai naik daun di Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapakali, dia sering diminta menjadi pembicara di acara-acara sastra di Kota Bogor. Selain pembicara yang handal, Kang Han, begitu kami (rekan-rekan komunitas sastra) mengakrabinya, juga cakap membaca puisi. Oh iya, dia juga seorang marketing yang handal. Tak percaya? Satu waktu, Anda harus menemuinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sastrawan, Kang Han, sudah menerbitkan beberapa buku, baik puisi, naskah drama, dan novel. Buku puisi teranyarnya, Ma’rifat Bunda Sunyi. Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku, Kang Han yang memiliki penerbitan Mata Aksara dan Genta Pustaka sudah banyak membantu penulis menerbitkan buku, baik karya tunggal maupun antologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, Kang Han ini, wajahnya mirip, hampir mirip dengan gitaris grup band Padi. Piyu. Ya, itu benar. Sekilas memang mirip. Rambut gondrong, kurus, tirus, dan mata yang tajam. Kebetulan, kedua orang yang dibicarakan ini berasal dari provinsi yang sama, Jawa Timur. Selain kemiripan fisik, entah kebetulan atau tidak, kedua-duanya suka sastra. Kuat dugaan, Kang Han dan Piyu Padi saudara sedarah. Ketika saya bertanya, benarkah ada hubungan saudara, Kang Han hanya mengumbar senyum seraya berkata, “Ah, kamu bisa saja,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (4/12) sore, saya memutuskan berakhir pekan di Food Life Yogya Bogor Junction. Itu pun atas rekomendasi kawan sekantor. Katanya, tempatnya nyaman dan menu-menunya tak kalah enak dengan menu masakan di restoran yang ada di Bogor. Tanpa pikir lama, saya pun tergoda mencoba tempat itu. Dan benar, apa yang dikatakan kawan sekantor saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan juga, akhir pekan ini, saya ada janji dengan Kang Han. Rencana, ingin membicarakan satu proyek kerjasama, antara Jurnal Bogor dan penerbitan miliknya itu. Sekitar pukul 17.00 wib, saya sudah semeja dengan Kang Han. “Tempat barumu enak juga,” katanya, ketika melihat sekeliling food life ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum pertemuan ini, kebetulan, Store Manager Yogya Bogor Junction, Endang Yudhi menyuguhi Kopi Luwak. Mendung di Kota Bogor memang pas untuk menikmati kopi termahal itu. Sebagai coff-a-holic, saya tak menyia-nyiakannya. Terimakasih Pak Yudhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti membayar ucapan terimakasih Store Manager Yogya Bogor Junction, saya pun menawarkan Kopi Luwak kepada Kang Han. Dia menerima tawaran saya itu. Tanpa menunggu lama, saya segera memesan kopi kami, Kopi Luwak. Tak lama, pesanan pun datang. Lantas, kami menyeduhnya dengan hati-hati, sangat hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguk demi teguk, kami menikmati Kopi Luwak di Food Life Yogya Bogor Junction. Di sela-sela tegukan, saya mendiskusikan ide Jurnal Bogor Literary Award, sebuah penghargaan kepada penulis cerpen dan puisi yang karyanya pernah dimuat di Jurnal Bogor. Kang Han menyimak dengan serius, seperti seorang ayah mendengarkan cerita dari anaknya usai pulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu rencana yang sudah saya susun - jauh sebelum pertemuan ini – didengarkan dengan sesekali mengajukan pertanyaan, seperti kapan rencana itu akan dimulai, berapa banyak karya yang akan diikutkan Jurnal Bogor Literary Award, sampai jenis penghargaannya. Tapi yang jelas – karena ini murni ide saya – penghargaan itu akan berbentuk buku. Artinya, cerpen atau puisi yang saat ini ada di Jurnal Bogor akan dibukukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengusaha di bidang penerbitan, dia langsung menyetujui dan tertarik dengan ide itu. Dia pun menawarkan diri menerbitkan buku kumpulan cerpen dan puisi Jurnal Bogor. Lantas, dia bertanya, “Siapa kuratornya?,” Nah, untuk yang satu ini belum bisa saya jawab. Kemudian, dia merekomendasikan beberapa nama untuk dijadikan kurator. Jika ada kurator, saya harus menyiapkan anggaran untuk honornya. Yang pasti, honor ini dalam jumlah yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak, jika buku itu terbit – rencananya – semua keuntungan penjualan akan masuk ke Jurnal Bogor. Sebab, karya-karya itu sudah menjadi hak milik Jurnal Bogor sejak dikirim penulisnya. Kemungkinan, Jurnal Bogor akan memberikan semacam bonus dari hasil penjualan itu. Kang Han pun berjanji, buku-buku itu akan masuk ke semua toko buku ternama yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berimajinasi, ada sponsor yang mau memberikan modal untuk penerbitan buku kumpulan cerpen dan puisi terbaik Jurnal Bogor ini. Nah, sekarang adakah yang mau memberi kami modal? Semoga ini bukan seperti dung diplomacy itu. Begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2900877268835542488?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2900877268835542488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2900877268835542488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2900877268835542488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2900877268835542488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2011/01/jurnal-bogor-literary-award.html' title='Jurnal Bogor Literary Award?'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3466335435613474184</id><published>2011-01-02T07:57:00.002-08:00</published><updated>2011-01-02T08:03:31.404-08:00</updated><title type='text'>Bogor dalam Seni Rupa Kontemporer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/TSChxuKt0NI/AAAAAAAAAXQ/zg2KV_gZoYE/s1600/ESAI%2B%2540%2BDONY%2BPH...jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/TSChxuKt0NI/AAAAAAAAAXQ/zg2KV_gZoYE/s320/ESAI%2B%2540%2BDONY%2BPH...jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557619815753830610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku sejarah seni rupa kontemporer Eropa, istilah Stuckisme atau gerakan stuckism banyak dijadikan rujukan gerakan kesenian kala itu. Adalah Billy Childish dan Charles Tompson yang memulai gerakan itu. Gerakan seni ini muncul sebagai reaksi dari dominasi wacana estetika dan pasar seni dari eksponen-eksponen Young British Artists (YBA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang tertulis dalam buku sejarah seni rupa di Inggris yang ditulis sendiri oleh Billy, dominasi YBA yang begitu besar juga didukung oleh monopoli pasar oleh dealer seni Charles Saacthi, yang ditandai oleh tersingkirnya para seniman lain yang berada di luar form mereka. Gerakan ini selain mempertentangkan persoalan dominasi YBA, monopoli Saacthi, juga menentang ideologi seni postmo dan conceptual art yang dianggap sudah terlalu establish di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para stuckisme juga menyoroti permainan-permainan kotor para pejabat dan skandal di Tate Britain. Aksi mereka banyak mandapat sorotan publik terutama ketika mereka membeberkan beberapa skandal yang terjadi di seni rupa kepada dewan kehormatan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan stuckism diambil begitu saja dari sebuah puisi Tracey Emin ketika mengomentari lukisan Billy Childish, pacarnya. Stuckism berasal dari kata “stuck” yang merupakan kata yang sering diulang oleh tracey emin dalam puisinya itu ” Your panting are stuck, …. Stuck! Stuck! Stuck!). Anggota yang bergabung dalam kelompok stuckisme ini disebut stuckist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menandai keberadaannya, para stuckist ini membuatkan manifesto-manifesto yang intinya berisikan sikap mereka terhadap seni postmo dan conceptual art serta ketidakpercayaan mereka terhadap para kritikus seni dan pejabat. Manifesto pertama mereka menentang sikap anti proses dari seni postmo, pemakaian artisan, dimana seniman tidak lagi terlibat secara fisik dalam pembuatan karya seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada manifesto kedua, mereka menyatakan keinginan untuk menggusur seni postmo dengan paham remodernisme sebagai periode pembaharuan nilai spiritual seni, sosial dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Seni Rupa Bogor ArtSpirit 2010 di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor 13-19 Desember hampir luput dari perhatian banyak kalangan. Padahal, pameran tersebut merupakan peristiwa penting yang barangkali dapat menjawab pelbagai masalah aktual di Indonesia, khususnya di Bogor, seperti kegelisahan masyarakat urban sampai global warming. Isu-isu seperti itu masih layak diperbincangkan dalam seni rupa kontemporer. Dan di pameran seni rupa Bogor ArtSpirit 2010, ada sejumlah lukisan yang merefleksikan peristiwa-peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran yang dijadikan salah satu penanda kebangkitan seni rupa di Bogor ini pun digadang-gadang banyak perupa Bogor bernafas panjang. Ini tak terlepas dari tradisi berkesenian di Bogor yang sering muncul-tenggelam seiring minimnya apresiasi dari masyarakat, pun mungkin dari para senimannya sendiri. Dan pameran ini pun belum dapat disebut sebagai sebuah gerakan baru berkesenian di Bogor. Pasalnya, jauh sebelum pameran yang menampilkan 102 lukisan dari 42 lukisan, beberapa seniman, khususnya perupa Bogor pernah melakukan hal yang sama. Bahkan bisa dibilang lebih ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003, beberapa seniman atau lebih tepatnya perupa Bogor menggelar pameran lukisan dan patung yang digelar di tempat terbuka. Itu artinya, kegelisahan terhadap kebijakan atau apresiasi dari pemerintah terhadap seni rupa sangat minim. Mengapa? Pameran di ruang terbuka memiliki arti perlawanan. Apa yang dilawan? Hanya perupa-perupa Bogor kala itu yang tahu. Dan ketika saya mencari tahu sebab musababnya, sebagian besar perupa yang ketika itu terlibat dalam perlawanan tersebut enggan berkomentar banyak. Entah dengan alasan apa, informasi sejarah peristiwa 2003 ditutupi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas tercatat dalam ingatan beberapa perupa Bogor kala itu adalah ketidakpedulian pemerintah Kota Bogor terhadap seniman Bogor, khususnya perupa. Pemerintah Kota Bogor hanya peduli terhadap seni tradisi yang menurut mereka (Pemerintah Kota Bogor.red) mampu mengangkat nama baik Kota Bogor di mata dunia. Itu hanya secuil kisah masa lalu proses berkesenian di Kota Bogor. Seiring waktu, seniman-seniman Bogor lebih banyak diam. Artinya, setiap proses kreatif sudah tidak memedulikan perhatian dan sumbangsih dari pemerintah yang entah karena apa, sengaja atau tidak, seolah menutup diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, gerakan yang dimotori Himpunan Pelukis Bogor (HPB) ini, melanjutkan apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Entah dengan orang-orang yang sama atau tidak. Tetapi, dari 42 pelukis yang ikut memamerkan karyanya, ada beberapa yang pernah terlibat dalam gerakan tahun 2003 itu, salah satunya Yana WS. Pematung Bogor ini menjadi salah satu saksi hidup perjuangan seniman Bogor menembus barikade birokrasi yang dipraktekkan pejabat Kota Bogor kala itu. Dan spirit perlawanan dan kegelisahan itu masih hidup hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sekarang ini dikerjakan HPB bersama Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor sama halnya dengan yang dilakukan kaum stuckist di Inggris. Gerakan perlawanan melalui pameran menjadi satu penanda kebangkitan perupa Bogor. Pertanyaannya, mampukah HPB, melalui pameran seni rupa Bogor ArtSpirit 2010 ini mengubah kebandelan dan ketakpedulian Pemerintah Kota Bogor akan keberadaan perupa-perupa Bogor yang ternyata jumlahnya tak sedikit. Dan perlukah, HPB memaklumatkan manifesto kesenian di Bogor? Kita tunggu bersama kelanjutan program kreatif HPB. Begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3466335435613474184?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3466335435613474184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3466335435613474184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3466335435613474184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3466335435613474184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2011/01/bogor-dalam-seni-rupa-kontemporer.html' title='Bogor dalam Seni Rupa Kontemporer'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/TSChxuKt0NI/AAAAAAAAAXQ/zg2KV_gZoYE/s72-c/ESAI%2B%2540%2BDONY%2BPH...jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-6382035568769828830</id><published>2011-01-02T07:57:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T07:57:23.341-08:00</updated><title type='text'>Silet</title><content type='html'>Oleh: Dony P. Herwanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah Gail Winfrey terlalu berjarak dengan kami. Ia terlalu kaya. Dengan kekayaan sekitar 1,3 milyar dolar AS, ia masuk dalam daftar milyarder di dunia. Kala melihat penampilannya di layar televisi untuk kali pertama, kami tahu, dia adalah pengusaha. Kami bermimpi seperti dia saja tak berani. Apalagi memandu acara sebegitu hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Oprah Winfrey Show – nama acaranya - membuat debut nasional pertamanya pada tahun 1986. Acara itu meraih sukses dengan cepat dengan menjadi pertunjukan paling populer di televisi. Oprah menjadi wanita kulit hitam yang bangkit dari kemiskinan dan menjadi bintang dengan bayaran tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Oprah Winfrey Show menjadi talk show nomor satu saat itu, Acara ini di tonton oleh 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara. Kata yang pantas untuknya: Cerdas, kaya, dan humoris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lebih akrab dengan Feni Rosewidyadhari atau Feni Rose, presenter utama acara Silet. Awal karirnya jelas jauh berbeda dengan Oprah. Dia memulai karir sebagai pembawa acara babak kualifikasi Formula 1 di TPI yang kini berubah menjadi MNC TV. Setelah itu, karirnya menanjak. Pada 2003, Feni sukses menjadi pembawa acara utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah, kami mengenal sosok lulusan FISIP Antropologi Universitas Indonesia tahun 1998. Sosoknya sporty, smart, and confidence. Barangkali itu karena tuntutan pekerjaan sebagai pembawa acara olahraga. Awal karirnya – tahun 1999 – Feni hanya menjadi pembawa acara pada segmen kuis GP Formula 1 di RCTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadi pembaca acara F-1, Feni – yang kami kenal – juga memandu acara perempuan di Metro TV bersama Ojie Naniek, Maudy Koesnaedi, Melanie Subono dan Caroline Zachrie. Dan kami semakin akrab dengan sosok Feni yang selalu tertawa renyah diakhir pertanyaan yang dia ajukan kepada narasumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Feni Rose makin dikenal banyak kalangan, setelah menerima tawaran menjadi bintang iklan sabun cuci bermerek Surf. Dan wajah ayu perempuan kelahiran Malang, Jawa Timur, 1 November 1973 itu makin dekat dengan kami setelah menjadi presenter infotainment ‘Silet’ yang kini menunai kritik di berbagai media, termasuk Twitter, karena meresahkan dan membuat takut pengungsi dengan ‘ramalan’ palsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 7 November 2010, Feni Rose, Si Presenter ayu itu melakukan kesalahan besar. Dalam tayangan itu disebutkan, radius awan panas Gunung Merapi mencapai 65 km dan diramal akan ada ledakan besar. Ada juga pernyataan dari Feni Rose, Yogya adalah kota malapetaka. Tayangan ini juga diimbangi dengan statemen dari ahli vulkanologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, Feni Rose tidak sedang dalam kondisi depresi, seperti ribuan pengungsi korban Merapi. Feni dalam kondisi – dalam istilah psikologi – full consciousness (kesadaran penuh). Feni sadar, dia sedang membawakan materi yang mengandung risiko. Artinya, bila sedikit salah ucap, akan banyak datang kritik. Bagi kami, materinya sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima banyak kritik, Redaksi Silet meminta maaf atas kalimat yang dibacakan Feni Rose. Permintaan maafnya, mulai ditayangkan di layar RCTI hari itu juga. Permintaan maaf itu dengan latar belakang hitam dengan tulisan putih, dengan logo 'Silet' di pojok kanan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ini tulisannya, "Segenap tim Redaksi Silet memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas pemberitaan Silet edisi Minggu, 7 November 2010 yang memuat ramalan dan pesan berantai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang prediksi Merapi. Simpati dan doa kami untuk seluruh korban bencana." Selain melalui tayangan beberapa detik itu, permintaan maaf Redaksi Silet juga disampaikan melalui running text.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feni Rose yang pernah kami temui adalah sosok peremuan yang sederhana. Kami juga mengenalnya sebagai salah satu instruktur tari tradisional. Ketika kami tanya apa cita-citanya, Feni menjawab dengan nada santun, ‘Ingin membuat media dengan pemberitaan positif,’.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-6382035568769828830?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/6382035568769828830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=6382035568769828830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6382035568769828830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6382035568769828830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2011/01/silet.html' title='Silet'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5305360138727170566</id><published>2010-10-01T07:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T07:20:11.875-07:00</updated><title type='text'>Djenar dan Hasrat Sastra Bogor</title><content type='html'>Dalam sebuah perbincangan ringan yang digelar BEM Sastra Universitas Pakuan, Sabtu (27/6) kemarin, penulis novel Mereka Bilang Saya Monyet (MBSM) Djenar Maesa Ayu membongkar sebuah konsepsi bahwa menulis tak memerlukan konsep dan teori sastra (literasi.red). “Menulis itu jangan dibebani teori-teori literasi. Itu malah menjebak dan mengurung kreativitas penulis membongkar kata,” kata Djenar kepada peserta Talkshow Sastra bertajuk Jadi Remaja Multi Talenta Lewat Sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, menulis itu satu pekerjaan mudah yang membutuhkan ketekunan. Sebab, menulis merupakan satu upaya menggabungkan dari apa yang dilihat, didengar dan dirasa. “Inilah yang menjadi alasan bagi saya untuk mengurangi penggunaan teori dalam proses menulis,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri almarhum Sjuman Djaya dan Tutie Kirana itu, terlihat lugas ketika menyampaikan proses kreatif yang selama ini diterapkan. Namun sayang, kehadiran ibu dari Banyu Bening dan Bidari Maharani tersebut kurang direspon. Ini terlihat dari minimnya pertanyaan mendalam yang ditujukan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang diajukan terkesan normatif dan tak memperlihatkan background sastra yang mayoritas pesertanya mahasiswa sastra. Bisa jadi, ini akibat dari minimnya ruang apresiasi dan diskusi di kalangan mahasiswa atau kalangan pecinta sastra di Bogor. Jika asumsi ini benar, maka sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djenar yang terbiasa menulis novel-novel berbau seks kurang mendapat rentetan pertanyaan yang membuat penulis kumpulan cerpen Jangan Main-main (Dengan Kelaminmu) tersebut gelagapan. Djenar memang jago menulis. Tapi untuk pengetahuan teori sastranya barangkali kurang. Buktinya, Djenar mengakui kalau proses kepenulisan sejumlah novelnya jauh dari teori sastra. “Saya akui kalau sejumlah tulisan lahir dari rasa dan bukan teori,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah seharusnya peran mahasiswa sastra mengetahui lebih jauh ihwal proses kreatif Djenar. Tapi rupanya, ratusan peserta talkshow sastra hanyut dan terpesona dengan penampilan dan cara tutur Djenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, ada hal-hal yang patut diacungi jempol dari event tersebut. Di tengah minimnya apresiasi karya sastra di Bogor, BEM Sastra Unpak mampu eksis dan menunjukkan diri sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan sastra, khususnya di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman S. Mahayanan M.Hum yang ditunjuk sebagai moderator talkshow mengaku miris melihat minimnya apresiasi sastra di Bogor. Terkait dengan acara yang digelar di Auditórium Unpak tersebut, Maman menilai ada satu upaya yang harus dijaga konsistensinya. “Bogor itu minim ruang apresiasi sastra. Acara ini harus terus dikembangkan ruang lingkupnya. Sehingga, Bogor bisa menjadi barometer penulis-penulis Indonesia untuk berdiskusi dengan pecinta sastra di Bogor,” kata Maman kepada Jurnal Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Maman membangkitkan iklim bersastra di Bogor patut disambut. Paling tidak, dengan adanya Fakultas Sastra Unpak, karya sastra dapat menempati tempat yang layak dan semestinya. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5305360138727170566?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5305360138727170566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5305360138727170566' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5305360138727170566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5305360138727170566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/djenar-dan-hasrat-sastra-bogor.html' title='Djenar dan Hasrat Sastra Bogor'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7545230239158524772</id><published>2010-10-01T07:13:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T07:16:24.698-07:00</updated><title type='text'>Setapak di Candi Muaro Jambi</title><content type='html'>Sebagai situs purbakala terluas di Indonesia, keberadaan Kompleks Candi Muaro Jambi amat memprihatinkan. Padahal, candi yang terletak di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muara Jambi menjadi bukti bahwa kerajaan Melayu pernah beribukota di Muaro Jambi. Dengan nilai teramat penting bagi ilmu pengetahuan, kilau Candi Muaro Jambi justru tersembunyi dari peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Selamat Datang di Kompleks Situs Percandian Muaro Jambi’. Sapaan lewat tulisan yang hampir pudar dan posisi papannya agak miring tersebut menjadi saksi dimana situs tersebut kurang mendapatkan perhatian instansi terkait. Setelah melewati gapura itu, saya yang kebetulan berkesempatan pergi ke situs peninggalan kerajaan Melayu tersebut tak melihat ada sambutan lagi bagi calon pengunjung. Kios-kios-pun tampak kosong, dan tak terawat. Sekitar 20 meter dari gapura, tampak tempat loket yang lagi-lagi tak berpenghuni. Ini sungguh disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati jaraknya dari Ibukota Provinsi Jambi sekitar 40 kilometer, tapi untuk mencapai ke Muaro Jambi dapat menggunakan dua jalur, darat dan air. Kompleks ini tak jauh dari daerah aliran sungai Batanghari. Candi dengan luas mencapai 12 kilometer tersebut merupakan kawasan ibadat Budha. Candi ini kali pertama ditemukan oleh tentara Inggris bernama SC Crooke pada tahun 1820. Menurut Dasril, petugas Museum Candi Muaro Jambi, kompleks tersebut memiliki 80-an candi dan sembilan candi berukuran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan candi besar tersebut, di antaranya Candi Kotomahligai, Candi Kedaton, Candi Gedong I, Candi Gedong II, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Telago Rajo, Candi Kembar Batu dan Candi Astano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sembilan candi besar tersebut, enam di antaranya selesai dipugar. Uniknya, candi di Muaro Jambi selalu dikelilingi kanal. Ini menunjukkan, transportasi air sanagt akrab di kalangan masyarakat. Akan tetapi, kanal-kanal itu kini tertutup tanah dan semak belukar, sehingga tak dapat digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Gedong I terhitung unik di kompleks candi Muaro Jambi. Tak diketahui secara pasti kapan candi ini dibangun. Luas halamannya sekitar 500-an meter persegi, terdiri dari bangunan induk dan gapura. Bentuknya sangat berbeda dengan candi umumnya di Pulau Jawa. Candi tak dibuat dari batu alam, tapi dari batu bata. Pada tiap bata merah, terdapat pahatan relief. Sebagian dari bata ini ada yang disimpan di museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua candi terbuat dari batu bata. Jadi, untuk pemugaran semua candi itu sudah renovasi. Sekarang sudah menggunakan semen untuk lemnya. Dulu kami belum tahu pakai apa untuk lemnya. Jadi, sekarang sudah pakai semen untuk perekatnya,” kata Dasril.&lt;br /&gt;Selain candi, komplek Muaro Jambi banyak memiliki benda bersejarah yang tak ternilai harganya. Kini, barang-barang itu disimpan di museum, seperti Arca Gajah Singa, dan Arca Dwarapala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arca Dwarapala, ditemukan di Candi Gedong pada tahun 2002. Sebetulnya ini dua arca, cuma satu yang kita temukan. Kalau dulu fungsinya sebagai penjaga gerbang, kalau sekarang katakanlah sekuritinya atau satpamnya. Satu arca lagi adalah Arca Prajnaparamita, dewi perlambang kesuburan. Sayang, beberapa bagian arca ini belum ditemukan seperti tangan dan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arca tersebut ditemukan di Candi Gumpung. Sayangnya sampe sekarang kepalanya belum  ditemukan. Ini perempuan, ini adalah suatu lambang suci agama Budha,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Di museum ini juga tersimpan belanga dari perunggu seberat 160 kilogram, tingginya 60-an sentimeter, dengan diameter lubang belanga sekitar satu meter. Belanga ini diduga sebagai salah satu alat ritual umat Budha aliran Tantrayana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda-benda purbakala bersejarah di Kompleks Candi Muaro Jambi sungguh tak ternilai harganya. Tapi harta ini terbengkalai, kesepian dan tak terurus mengingat prasarana tidak diperhatikan. Jalan rusak menuju candi, tak ada sarana transportasi memadai, fasilitas yang tersedia pun payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari sejarahnya, candi tersebut termasuk candi yang lebih tua daripada candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah. Luasnya juga jauh lebih besar. Dan disini juga dulu ada kerajaan Sriwijaya yang memang tempat keberadaan candi di Muaro Jambi. Ini salah satu kekayaan besar bagi negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Pilih Pesako Betuah tersebut, situs peninggalan sejarah kurang diperhatikan. Ini sama halnya dengan kota-kota lain di Pulau Jawa, seperti Kota dan Kabupaten Bogor. Di tempat ini, situs-situs purbakala yang dapat dijadikan aset kunjungan wisata kurang tergarap maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kota mitra Ibukota Jakarta, Bogor menjadi satu kota alternatif kunjungan wisatawan, baik asing maupun lokal. Tapi sayang, hal ini malah terabaikan. Sungguh ironis. Kemegahan Istana Bogor dan Kebun Raya malah menenggelamkan sejumlah situs-situs berharga lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7545230239158524772?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7545230239158524772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7545230239158524772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7545230239158524772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7545230239158524772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/setapak-di-candi-muaro-jambi.html' title='Setapak di Candi Muaro Jambi'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-380022576079973979</id><published>2010-10-01T07:09:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T07:10:51.819-07:00</updated><title type='text'>Pantomim yang Minim</title><content type='html'>Pantomim sebagai pertunjukan teatrikal merupakan permainan dengan bahasa gerak. Berkaitan dengan akting, pantomime pada awalnya untuk menyebut aktor komedi di masa Yunani yang menggunakan gerak tubuh untuk berkomunikasi. Kemudian, kedua dipakai untuk menyebut aktor di Romawi yang menyampaikan perannya melalui tari dan lagu. Kini, pantomime sering diasosiasikan sebagai gaya akting komedi tanpa kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski jenis pertunjukan ini telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan sering digunakan dalam ritus keagamaan, tapi bagi masyarakat Bogor yang hingga kini belum menunjukkan apresiasi terhadap seni purba ini makin menguatkan anggapan bahwa seni yang menggunakan dialog dalam bentuk mimik wajah atau tubuh belum dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menilik dari apa yang dilakukan Bengkel Ao dengan mime-street-nya, seolah konsep Commedia Dell’arte yang pernah mencapai puncaknya di Italia pada abad ke-16 kembali diusung sebagai salah satu upaya mengenalkan seni tersebut. Meski respon belumlah ada, tapi niat mengenalkan pantomime ke tengah-tengah masyarakat yang sibuk merias diri patut diacungi jempol. Meski kadang hal ini tak diimbangi dengan perhatian dari pemerintah, baik kota dan kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantomime sebagai seni pertunjukan seperti karya seni lainnya, seperti sastra, teater, adalah salah satu cara memahami kehidupan. Setiap karya seni pertunjukan termasuk pantomime dapat dijadikan sebagai wahana untuk memahami kehidupan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu jelas terlihat dari seni pertunjukan pantomime yang dihasilkan oleh mimer, seperti Anggit Saranta, dengan karya-karya yang merefleksikan lingkungannya. Pun dengan solah tingkah penguasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni pertunjukan pantomim di Bogor yang masih terus mencari dalam gerak budaya yang dinamis setidaknya membutuhkan daya imajinasi yang hidup dalam masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat dari akar kehadiran pantomime di jagat pertunjukan, maka sudah selayaknya-lah Bogor bisa menerima seni purba yang mampu mengocok perut dan meneteskan airmata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, di tengah laju perkembangan seni budaya kontemporer, pantomime hadir sebagai penyejuk. Pasalnya, dalam pantomime ada unsur tari dan mimik ekspresi yang tingkatnya jauh lebih sulit ketimbang seni tari dan akting itu sendiri. Mengapa? Karena pantomime adalah drama minim kata, bahkan benar-benar bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, siapa lagi yang akan mengenalkan pantomime ke tengah generasi yang lebih menyukai budaya pop? Jika pantomime tak bisa dikenalkan lewat pertunjukan di panggung dan di jalanan, mungkinkah pantomime bisa dikenalkan lewat sekolah-sekolah yang juga mulai menganaktirikan pendidikan kesenian?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-380022576079973979?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/380022576079973979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=380022576079973979' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/380022576079973979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/380022576079973979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/pantomim-yang-minim.html' title='Pantomim yang Minim'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-6140901271140951611</id><published>2010-10-01T07:02:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T07:03:29.305-07:00</updated><title type='text'>Seni Tradisi Dalam Montase</title><content type='html'>Maraknya pentas kemasan wisata, seperti tari-tarian di Bogor adalah satu indikasi bahwa program pariwisata, khususnya wisata budaya, berhasil. Namun, keberhasilan tersebut masih bersifat kuantitatif. Kualitas dan prospeknya di masa mendatang masih perlu digali lagi. Tampaknya, keberhasilan tersebut tak lepas dari peranserta pelbagai pihak dalam pengemasan wisata budaya, seperti seniman dengan pengelola pertunjukan wisata (café, restoran dan hotel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor sebagai salah satu kota tujuan wisata telah mengantisipasi kehadiran wisatawan dengan membuka pelbagai tempat pertunjukan konsumsi wisatawan, salah satunya di Café dan Resto Gumati, Jalan Paledang, Kota Bogor. Di tempat ini, hampir setiap malam Minggu atau Sabtu malam menyajikan pelbagai pementasan, khususnya tari-tarian tradisional. Rupanya, geliat seperti ini sudah menjadi salah satu alasan mengapa Café dan Resto Gumati selalu ramai dikunjungi wisatawan manca dan dalam negeri. Terlepas dari menu makanan yang disediakan dan pemandangan yang elok, yakni Gunung Salak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa poin plus yang dapat diambil dari pentas kemasan yang sering digelar di luar ruangan, tepatnya di dekat kolam. Pertama, latar belakang Gunung Salak sangat mendukung suasana pementasan. Dan yang kedua, pencahayaan yang langsung ditujukan ke air di atas kolam. Sungguh capaian estetis yang memesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pementasan tari tradisional, pertunjukan tersebut jelas memberi dampak positif terhadap upaya pelestarian kebudayaan lokal yang kini tengah digerus modernitas. Maurice Duverger mengatakan bahwa tidak ada generasi yang puas dengan mewariskan seni yang diterimanya dari peninggalan masa lalu. Oleh sebab itu, setiap generasi berusaha membuat sumbangannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan teori di atas, keberadaan tari-tari tradisional di pelbagai tempat di Bogor harus dipikirkan masa depannya, terutama dalam menghadapi persaingan dengan budaya-budaya barat yang lebih mudah diterima oleh sebagian besar generasi muda.&lt;br /&gt;Di zaman modern ini, nilai-nilai tradisional sangat sulit dipertahankan. Pola tradisional yang statis tidak lagi relevan dengan situasi zaman yang selalu berubah-ubah. Sajian tari tradisi, seperti Jaipong di panggung terbuka Café dan Resto Gumati mau tak mau harus berkejaran dengan pelbagai tampilan budaya-budaya modern yang tampil tak kalah garang dengan tari tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, ini tantangan seniman tradisi untuk memertahankan kearifan lokal. Di sisi lain, mau tak mau, pemilik dan pengelola tempat-tempat yang masih menyajikan tari-tari tradisi harus memberikan porsi lebih kepada seni pertunjukan tradisi. Ini yang musti segera digarap. Tentunya, hal ini membutuhkan kreativitas seniman dalam mengemas seni pertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Umar Kayam, seni sebagai bagian dari kebudayaan adalah salah satu unsur penyangga kebudayaan. Dengan demikian, kesenian atau seniman harus mengerti situasi masyarakat penikmatnya. Selain itu, pengelola tempat wisata harus dapat menempatkan sajiannya sebagai suatu cermin dari perkembangan budaya yang terjadi. Jadi seni tradisi tak hanya berperan sebagai media hiburan semata, seperti yang banyak terhadi di pelbagai tempat di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Café dan Resto Gumati saja yang banyak menampilkan seni tradisi, khususnya tari-tarian. Dan jika ini terjadi di banyak tempat dan dilakukan berulang-ulang, maka akan muncul tradisi baru yang sebelumnya tak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bergilir yang acapkali digunakan pemilik café dan restoran serta hotel, sangat memungkinkan munculnya karya-karya baru dan seniman-seniman baru yang nantinya akan mewarnai wajah-wajah kesenian di Bogor. Dan ini juga menjadi salah satu upaya pelestarian seni tradisi yang ada di Bogor. Dalam pementasan yang digelar, konsep penghadiran sajian disarankan yang tidak membahayakan keberadaan seni tradisional. Kreativitas seniman memang tak dibatasi. Tapi, demi tegak dan utuhnya kebudayaan lokal, seniman diminta tetap menghormati peninggalan-peninggalan leluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai produk wisata yang berbeda dari produk cenderamata (Soeprapto Soejono), produk seni pertunjukan lebih kompleks keberadaannya. Di sinilah dibutuhkan seniman dan pengelola yang intens memertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki. Khusus untuk seni pertunjukan yang masih memiliki nilai kesakralan, seniman diminta tak mengihilangkan semua unsur kesakralan tersebut. Melainkan, memodifikasinya sedemikian hingga agar penikmat tak terjerumus ke dalam hal-hal yang berbau mistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya seni tradisi di pelbagai tempat, seperti café, restoran dan hotel, nilai kearifan lokal yang tak ada di tempat manapun akan tetap kokoh berdiri. Meski kerap mendapat serbuan dari budaya modern yang lebih mengedepankan fleksibilitas daripada mengedepankan pendekatan humanis, seperti yang terlihat dari tari-tari tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kita menaruh beban berat di pundak para seniman agar tetap memertahankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah era globalisasi tersebut. Dan acungan jempol, pantas diberikan kepada tempat-tempat yang masih sudi menampilan ragam budaya nusantara. Entah dengan alasan apapun itu. Sebab yang terpenting adalah lokalitas seni tradisi tetap utuh terjaga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-6140901271140951611?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/6140901271140951611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=6140901271140951611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6140901271140951611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6140901271140951611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/seni-tradisi-dalam-montase.html' title='Seni Tradisi Dalam Montase'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1248226758071046297</id><published>2010-10-01T06:56:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T06:57:43.096-07:00</updated><title type='text'>Monolog &amp; Etika Berkesenian</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Merasa Bisa, Belum Bisa Diartikan Sebagai Benar-Benar Bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Building a Character, Constantin Stanislavski)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teater adalah dunia imaji. Demikian dituliskan Slamet Rahardjo Djarot dalam buku berjudul Membangun Karakter, salah satu buku hasil telisik buku karangan Constantin Stanislavski berjudul Building a Character. Sungguh luar biasa. Sebab, imaji dijadikan kunci untuk memahami teater. Satu hal yang patut digaris bawahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalimat Merasa Bisa, Belum Bisa Diartikan Sebagai Benar-Benar Bisa menjadi paradoks ketika menilik upaya sejumlah seniman di Bogor yang dengan keseriusan serta keuletan, membangun kembali dunia imaji (teater.red) yang terserak itu. Betapa tidak, semangat membangun kembali masa-masa kejayaan teater di Bogor sirna. Seiring dengan banyaknya perlombaan-perlombaan teater, baik di tingkat umum maupun pelajar. Pasalnya, ‘gelar juara’ seolah-olah menjadi harga mati berkesenian. Sungguh tujuan berkesenian yang kurang etis. Berkarya demi mengejar ‘gelar juara’ dengan kata lain, memburu ‘popularitas’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena seperti ini baru saja terjadi, (atau mungkin sudah menjadi semacam tradisi di Bogor). Lomba monolog dalam rangka La Sastra yang digelar SMAN 5 Bogor menjadi satu bukti. Dimana semua sekolah yang mengirimkan utusan mengikuti lomba tersebut hanya mengejar ambisi juara. Tak lebih dari itu. Sebab menjadi juara sama artinya dengan membawa nama baik sekolah setingkat lebih tinggi dibanding sekolah lain, dalam hal ini khusus lomba monolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predikat juara, seakan telah menutup ruang-ruang kreativitas dalam penggarapan monolog. Kesan apa adanya sangat kuat terlihat. Ini terbukti dari properti dan makeup serta kostum yang kurang digarap maksimal. Amat disayangkan, ketika monolog mulai ditinggalkan atau bahkan dilupakan oleh sebagian besar pelajar Bogor, upaya untuk menyajikan satu bentuk pengenalan monolog kepada meraka (pelajar.red) tidak dilakukan. Lagi-lagi, utusan sekolah dalam hal ini guru pendamping dan mungkin juga sang aktor sudah dilenakan dengan predikat ‘juara’ entah juara dalam lomba monolog dimanapun. Merasa Bisa Belum Bisa Diartikan Sebagai Benar-Benar Bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seniman teater, atau aktor harus benar-benar merenungkan kalimat di atas dan bertanya dalam hati, apakah kita tergolong aktor yang ‘bisa’ dalam arti ‘mampu’ mengejawantahkan apa yang tersurat dan tersirat dari makna berkarya, mencipta dan berkreativitas. Alih-alih berkreativitas, sang aktor atau seniman cenderung terjebak dengan sesuatu yang statis dengan alasan ‘itu karakter karya saya’. Sungguh satu alasan yang kurang masuk akal. Padahal, dengan daya cipta yang dimiliki, seorang seniman mampu mencipta pelbagai karakter karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pesta monolog pelajar yang ternyata sudah menjadi satu agenda rutin acara La Sastra SMAN 5 tanggal 23-24 November 2009. Banyak hal-hal yang terlepas dari acara tahunan tersebut, salah satunya muatan edukasi tentang monolog itu sendiri. Hal ini terlihat dari beberapa peserta yang terkesan asal-asalan dalam menyajikan karya. Pertanyaannya, apakah mereka tahu apa itu monolog? Atau memang guru kesenian di sekolah tersebut sangat terbatas pengetahuan monolognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak catatan yang mesti segera ditindaklanjuti pihak-pihak terkait, seperti penyelenggara, guru dalam hal ini pelatih teater dan aktor atau siswa itu sendiri. Ambisi untuk menjadi juara menjadi satu catatan penting yang harus dibenahi. Bukan apa-apa. Sebab, akibat ambisi mengejar popularitas, nilai-nilai kreativitas malah dikorbankan. Ini efek dari ambisi itu sendiri. Entah ambisi sang guru dalam hal ini pelatih teater, atau ambisi sang aktor (murid.red) yang mempertaruhkan harga dirinya sebagai sang juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisi tersebut sangat wajar, mengingat di Bogor jarang sekali ada perlombaan monolog, baru Festival Monolog Perempuan (FMP) 2009 yang digelar ruang8 Jurnal Bogor awal tahun ini di SMAN 7 Bogor. Selebihnya hanya perlombaan-perlombaan kecil yang kurang terekspos media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang disayangkan, ambisi itu malah menjerumuskan mereka (aktor dan sang pelatih.red) untuk berlaku jujur dalam berkarya dan menilai kekurangan diri. Merasa diri paling hebat menjadi satu-satunya kendala menerima semua resiko dalam perlombaan, menang dan kalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, tujuan berkesenian bukanlah menang kalah, melainkan membuat satu karya yang layak dinikmati dan mencerdaskan penonton atau penikmat seni itu sendiri. Kearifan terbesar adalah mengenali dan mengakui kurangnya kearifan diri. Bagaimanapun juga, menerima dan mengakui kelebihan orang lain adalah satu etika berkesenian yang harus dijunjung tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1248226758071046297?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1248226758071046297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1248226758071046297' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1248226758071046297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1248226758071046297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/monolog-etika-berkesenian.html' title='Monolog &amp; Etika Berkesenian'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-801854029322741870</id><published>2010-10-01T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T06:52:01.840-07:00</updated><title type='text'>Kemana Sejarah Bojong Kokosan?</title><content type='html'>Sejarah mencatat, tanggal 2 Desember 1945 terjadi pertempuran sengit di Bojong Kokosan, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi. Dan tepat pada tanggal 9 Desember 1945, para pejuang Sukabumi melakukan penghadangan terhadap konvoi tentara Sekutu sehingga terjadi pertempuran yang dasyat dan dikenal dengan Pertempuran Bojong Kokosan. Sayang, pertempuran heroik itu tak banyak yang tahu. Atas dasar itulah, puluhan seniman Bogor, Sukabumi dan Bandung menghidupkan kembali cerita-cerita yang mengharu biru itu dalam satu fragmen. Intinya, mereka (seniman.red) ingin mengajak penonton mengingat kembali sejarah Bojong Kokosan yang kini sudah dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Kemuning Gading pun disulap ke tahun 1945, dimana sejarah itu tercatat. Tak pelak, memori penonton yang didominasi generasi tua itu pun muncul. Dulu, keperkasaan pejuang Sukabumi itu hanya bisa didengar lewat cerita-cerita orangtua sebelum berangkat tidur. Kini, cerita itu divisualisasikan ke dalam satu cerita singkat berdurasi kurang lebih 90 menit. Alih-alih menghidupkan cerita, mereka malah terjebak pada usaha memberikan pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terlihat dari satu adegan dimana para pejuang itu menangkat tandu beramai-ramai dengan iringan musik yang kadang menyayat dan kadang-kadang terkesan biasa. Selain itu, alur cerita yang terlihat cepat, dan hanya menonjolkan penokohan seorang komandan tak sampai kepada inti persoalan yang coba diangkat. Padahal, sejarah Bojong Kokosan penuh dengan muatan semangat patriotisme dan nasionalisme. Entah mengapa, seniman-seniman itu hanya mengambil potongan cerita yang menurut hemat penulis kurang layak ditampilkan dalam fragmen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, peristiwa berawal dari adanya berita yang diterima para pejuang Sukabumi di Pos Cigombong, bahwa tentara Sekutu sedang menuju Sukabumi. Mendengar berita tersebut, Kompi III yang dipimpin Kapten Murad dan kepala seksi I dan seksi II serta laskar rakyat Sukabumi berusaha menduduki tempat pertahanan di tebing utara dan selatan Jalan Bojong Kokosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan TKR yang ikut terlibat dalam peristiwa Bojong Kokosan diperkuat 165 orang yang bersenjata senapan Ediston/ Hamburg, Bou-man/Double Loap, Pistol Parabelm, granat tangan, dan senjata tajam (golok, tombak, dan bamboo run-cing) serta senjata buatan sendiri berupa botol berisi bensin yang di-sumbat karet mentah yang disebut “krembing” (granat pembakar). Sedangkan laskar rakyat didukung oleh Barisan Banteng pimpinan Haji Toha, Hisbullah pimpinan Haji Akbar, dan Pesindo. Barisan laskar rakyat bersenjatakan Kara-ben Jepang, pistol, dan bom Molotov (Badan Pengelola Monumen: 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 15.00, konvoi tentara Sekutu datang. Konvoi di-dahului dengan tank, panser wagon, 100 truk berisi pasukan Gurkha dan pembekalan, serta dilindungi 3 pesawat terbang pemburu. Pada saat mendekati Bojong Kokosan konvoi berhenti karena terhalang barikade yang dibuat para pejuang Sukabumi. Adanya barikade ter-sebut membuat tentara Sekutu terlihat panik dan bersiaga. Pada saat itulah, Kapten Murad, komandan kompi III memberi isyarat dengan tembakan dua kali, sebagai tanda mulai penyerangan. Terjadilah pertempuran sengit. Para pejuang segera melemparkan granat tangan, granat krembing, dan tembakan. Serangan ini mengakibatkan korban jatuh di pihak tentara Sekutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya, cerita ini tak diangkat pelakon yang sudah di dukung dengan kostum yang lengkap. Fragmen itu malah cenderung mengangkat dialog-dialog yang menurut hemat penulis tak perlu dilakukan di dalam cerita yang penuh nilai-nilai semangat patriotisme. Entah lupa atau untuk kepentingan apa, mereka (seniman.red) lebih memilih adegan yang monoton dari awal sampai akhir pertujukan. Tercatat, hanya adegan keranda itulah yang mengingatkan akan sejarah Bojong Kokosan. Dan itu pun hanya terjadi beberapa menit saja. Tak pelak, penonton yang menanti visualisasi sejarah Bojong Kokosan sedikit mengerutkan dahi. Entah berfikir atau kecewa akan adegan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun juga, fragmen Bojong Kokosan patut diacungi jempol. Pasalnya, di tengah pelupaan sejarah Bojong Kokosan, seniman lintas daerah tersebut masih mampu dan sudi menghadirkan fragmen sejarah yang kini jarang sekali ditemui di tempat-tempat pertujukan, seperti di Gedung Kemuning Gading, salah satu gedung pertunjukan yang sudah sangat jarang menyajikan pertunjukan-pertunjukan berkualitas, baik seni tradisi maupun modern.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-801854029322741870?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/801854029322741870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=801854029322741870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/801854029322741870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/801854029322741870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/kemana-sejarah-bojong-kokosan.html' title='Kemana Sejarah Bojong Kokosan?'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1328145096481855753</id><published>2010-10-01T06:47:00.001-07:00</published><updated>2010-10-01T06:48:25.417-07:00</updated><title type='text'>Memestakan Budaya Urban</title><content type='html'>Hilangnya ruang publik yang diperlukan untuk berkreasi dan melakukan pertunjukan melahirkan budaya urban. Budaya tersebut mengumpulkan semua jenis seni yang secara tak sadar terbentuk di jalan, sebagai salah satu tempat bermuaranya semua penciptaan yang tiada habisnya. Tak salah jika banyak generasi muda yang senang dengan budaya urban tersebut. Pasalnya, budaya urban memberi tempat seluas-luasnya terhadap semua bentuk kreasi, mulai dari garapan musik, tari atau dance dan fesyen. Tak dapat dipungkiri, jika budaya urban cepat mendapat tempat di mata generasi muda dibanding budaya tradisional yang banyak memiliki aturan-aturan yang kecil kemungkinannya diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya urban yang lebih dulu dikenal masyarakat adalah musik, yakni hip-hop. Pada awalnya, musik ini adalah budaya daerah pinggiran kota. Jelas, musik jenis ini langsung menggebrak. Sebab, ruh dan tampilan musisinya tampak beda dari kebanyakan musisi lainnya. Hip-hop dan rap dalam musik, break dance atau smurf dalam tari dan seni rupa yang diwakili dengan graffiti menjadi satu bukti bahwa budaya urban sudah menjadi ruh generasi muda di belahan bumi manapun. Selain seni yang disebutkan di atas, fashionn style mulai marak diperbincangkan dan bahkan dipamerkan. Baru-baru ini di Komplek Kuil Myogan, Megamendung, Kabupaten Bogor ratusan kawula muda mengikuti ajang semarak akhir tahun bertajuk Indonesian Dream Festival atau nama bekennya IDeFest 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis lomba yang digelar adalah pameran fashion stylist. Di mana para pesertanya diberi kebebasan penuh mendesain pakaian. Walhasil, stand pameran tersebut dipenuhi para kawula muda yang ingin menyaksikan rancangan busana dari para peserta. Dan di luar dugaan, ketika kebebasan ekspresi diberi tempat, hasil kreasi dan inovasi generasi muda sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran tersebut sebagai salah satu bentuk perlawanan kaum muda yang saat ini lebih asik memilih menggelar pameran dalam kampus-kampus atau bahkan dalam komunitas tertentu tanpa diketahui masyarakat pada umumnya. Dan ini sudah menjadi satu konsekuensi logis. Ketika budaya urban belum bisa diterima masyarakat luas, mereka (pelaku budaya urban.red) lebih memilih menggelar acara secara diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai simbol perlawanan, budaya urban tak lepas dari masalah. Mulai dari penolakan hingga pencemoohan. Banyak kalangan masyarakat yang belum siap menerima budaya tersebut. Sebab menurut mereka, budaya urban sama sekali tidak mencerminkan adat ketimuran yang lebih mengedepankan kesopan-santunan, baik dalam hal apapun. Dan bahkan kata mereka, budaya urban telah merebutlarikan akar budaya ketimuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya budaya urban di tengah masyarakat bukan semata-mata kesalahan generasi mudanya yang kurang mengenal atau memahami budaya sendiri. Melainkan kurangnya kepedulian para pendahulu yang enggan atau mungkin tak ada waktu untuk melakukan pengkaderan disiplin seni kepada generasi muda. Jadi wajar, ketika sebagian generasi muda lebih asik menggeluti budaya urban daripada budaya tradisional yang dinilainya kurang memiliki daya jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan heran, ketika budaya urban cepat diterima generasi muda. Sebab, ekspresi yang ditampilkannya membawa pesan yang sama, yaitu kegelisahan daerah pinggiran kota. Selain itu, budaya urban juga sebagai saksi konteks sosial budaya dan politis yang terjadi pada suatu masa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1328145096481855753?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1328145096481855753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1328145096481855753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1328145096481855753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1328145096481855753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/memestakan-budaya-urban.html' title='Memestakan Budaya Urban'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8112512215967975382</id><published>2010-10-01T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T06:43:27.692-07:00</updated><title type='text'>Patung &amp; Monumen, Simbol Kota yang Terlupakan</title><content type='html'>Sebagai simbol dan kebanggaan suatu daerah (baca: kota), keberadaan patung dan monumen di Kota Bogor dipandang sebelah mata bahkan dilupakan. Patung Narkoba yang berdiri di simpang empat Kedung Halang jadi bukti nyata, betapa patung itu kini sudah tak memiliki nilai. Bahkan, patung atau monumen yang seharusnya menjadi alat komunikasi ini tak bernilai seni (estetika).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud menghakimi sang pembuat patung. Tapi, spirit yang coba ditampilkan melalui simbol seorang anak laki-laki dengan pelbagai asesoris yang menunjukkan perlawanan terhadap segala macam bentuk narkoba tak ada. Sebagai simbol komunikatif, Patung Narkoba sedikit berhasil. Akan tetapi keberadaannya terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung dan monumen yang berdiri di sebuah daerah merupakan simbol-simbol visual dengan fungsi sebagai sarana edukasi, peringatan sejarah perjuangan, estetika, bahkan kerap menjadi ikon kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena patung itu berada di ruang publik, maka alangkah bijaknya pemerintah setempat menganggarkan dana untuk perawatan. Tapi sayang, hal ini tidak dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor bahkan Kabupaten Bogor, yang konon katanya pengerjaan Patung Narkoba tersebut dilakukan oleh Pemkab Bogor melalui Syafrudin Zaenal yang saat ini menjabat Camat Babakan Madang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak adanya anggaran perawatan atau perbaikan menyiratkan ketidakpedulian dari Pemkot dan Pemkab Bogor akan karya seni. Patung atau monumen saja tak diperhatikan, lantas bagaimana nasib para seniman patung (baca: perupa) di Kota Hujan ini? Sementara, jumlah perupa di Bogor terbilang cukup untuk menyulap Patung Narkoba menjadi satu ikon kota yang bisa dibanggakan. Tidak seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, masyarakat juga bisa memiliki dimensi apresiasi andai sejumlah karya seni di ruang publik dipelihara dengan baik. Pada akhirnya, kesempatan untuk berapresiasi tersebut akan memengaruhi perkembangan sebuah masyarakat. Ironisnya, perhatian pemerintah terhadap keberadaan benda seni di ruang publik Kota Bogor sangat minim. Padahal, banyak keuntungan yang sebenarnya dapat diperoleh pemerintah dengan keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda seni juga bisa menjadi aset kultural sebuah wilayah. Aset tersebut memiliki potensi yang dapat memberi nilai tambah bagi aspek pariwisata andai Pemkot Bogor memberi perhatian. Lagi-lagi, hal ini kurang diperhatikan. Pemkot Bogor lebih memilih membangun mall dan mengalihfungsikan bangunan-bangunan tua untuk disulap menjadi factory outlet (FO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti di kota-kota besar lain, macam Solo, Bandung, Yogya, dan Semarang. Di kota-kota ini, patung dan monumen pantas dijadikan ikon atau kebanggaan kota tersebut. selain sebagai simbol kota, patung-patung tersebut juga bisa dijadikan sebagai obyek wisata yang tak kalah pentingnya dengan obyek wisata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman sekarang di mana seni kontemporer mulai berkembang pesat, patung bisa menjadi semacam ‘seni pertunjukan’. Misalnya di beberapa tempat seperti di Kota Solo dan Yogya sering menggelar event-event kesenian di area patung itu sendiri. Sementara itu, di sejumlah negara sering juga mengadakan pameran patung kinetik, istilah patung kinetik dipakai untuk patung yang dirancang untuk bisa bergerak. Beberapa seniman yang membuat karya patung kinetik adalah Marcel Duchamp, Alexander Calder, George Rickey dan Andy Warhol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, mungkinkah Patung Narkoba diubah atau direnovasi menjadi patung yang lebih layak dijadikan ikon Kota Bogor? Kalau mungkin, lantas siapkah Pemkot Bogor memberikan anggaran dananya untuk perbaikan patung tersebut, barangkali tak hanya Patung Narkoba, tapi patung dan monumen yang ada di Bogor? Jika benar ada anggaran dananya, lantas siapakah yang pantas diberi tugas membuat patung yang nantinya akan menjadi kebanggaan warga Bogor? Seniman patung atau orang-orang yang mengambil keuntungan dari proyek tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8112512215967975382?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8112512215967975382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8112512215967975382' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8112512215967975382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8112512215967975382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/patung-monumen-simbol-kota-yang.html' title='Patung &amp; Monumen, Simbol Kota yang Terlupakan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-6069284818206042972</id><published>2010-10-01T05:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T05:59:12.288-07:00</updated><title type='text'>Pelukis Jalanan dan Kota Bogor</title><content type='html'>Ambisi Kota Bogor untuk menjadi kota metropolis telah mengubur impian sebagian besar seniman lukis, khususnya pelukis jalanan yang mengatasnamakan kelompoknya GSJ (Galeri Sisi Jalanan). Impian memiliki galeri atau ruang-ruang pameran, kalah pamor dengan pelbagai bangunan-bangunan mewah dan program yang belum jelas arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Istilah inipun lekat dalam setiap jengkal langkah para pelukis yang saban hari menggelar karya di pinggir jalan, tepatnya di samping Kantor Pos, Jalan Juanda, Kota Bogor. Kondisi tersebut jelas bertolakbelakang dengan penjual bunga, yang dengan penuh perhatian, diberi tempat istimewa. Sungguh ironis. Padahal, seni lukis bisa menjadi salah satu aset wisata yang bisa dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, seni lukis pinggir jalan adalah fenomena kota. Bentuk seni lukis ini, yang umumnya menggambar potret atau menyalin potret-potret orang terkenal, apakah kaum selebritis ataupun tokoh-tokoh negara, hidup di tengah hiruk pikuk kota metropolitan dengan kecongkakannya. Berbeda dengan pertumbuhan sebagian seni lukis atas yang sibuk dengan “nilai-nilai”, seni lukis pinggir jalan berhadapan dengan realitas sehari-hari pelakunya, dan kebutuhan-kebutuhan praktis konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalani kegiatan sehari sebagai pelukis pinggir jalan, tak jarang persoalan yang mereka hadapi seperti pengalaman para pedagang di kaki lima yang senantiasa terancam oleh petugas ketertiban umum. Namun di sisi lain, mereka juga sering berhadapan dengan para pembeli atau konsumen dari kalangan pejabat-pejabat penting yang memesan lukisan dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelukis pinggir jalan, mereka senyatanya adalah seniman pinggiran yang tentu kurang mendapat tempat di galeri-galeri di pusat-pusat kota yang kian hari kian marak pertumbuhannya. Padahal, jika kita mau meluangkan perhatian mengkaji teknik dan semangat kerja yang mereka tuangkan, banyak karya-karya mereka yang tidak kalah kuatnya dari segi teknik dari karya-karya pelukis modern lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sebagai pelukis yang memiliki kemampuan yang memadai, mereka dapat memandang hidup secara lebih realistis dan bijak. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka membuat lukisan “pesanan”, namun dalam waktu luangnya, mereka membuat karya-karya yang lebih memperlihatkan ungkapan “bebas” mereka sebagai pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimnya ruang pameran di Kota Bogor diakui R. Manggala, pelukis jalanan yang sudah lima tahun menggelar hasil kreativitasnya di pinggir jalan. “Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kurang peduli dengan kami. Meski dibiarkan menggelar lukisan di pinggir jalan, itu bukan berarti, mereka (Pemkot.red) peduli dan perhatian dengan aktivitas kami. Sudah selayaknya, Kota Bogor memiliki ruang pameran,” ujar Manggala kepada Jurnal Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan Manggala, beberapa tahun yang lalu, GSJ pernah berniat menemui Walikota Bogor, Diani Budiarto. Namun, lagi-lagi, sistem birokrasi memupuskan harapan mereka bertemu langsung dengan Walikota Bogor. Keinginan menyampaikan aspirasipun kandas di tengah jalan. “Dulu jumlah kami delapan orang. Kami berniat menemui Walikota. Tapi sayang, birokrasi menghalangi kami menemui orang nomor satu di Kota Bogor ini,” ungkap pelukis yang mentasbihkan diri menggeluti lukis potret itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari suara hati pelukis jalanan, agenda-agenda kebudayaan atau apresiasi kesenian pun jarang terlihat. Prioritas untuk agenda kesenian yang besar, justru lahir dari pelbagai kantung-kantung kesenian dan kebudayaan. Inipun tak sertamerta mendapatkan dukungan penuh dari pihak-pihak terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tak mendapatkan perhatian dari pemerintah, Manggala dan rekan-rekan sesama pelukis tak surut semangat mengenalkan karya-karya di pinggir jalan depan BCA, Jalan Juanda. Baginya, melukis di jalanan memiliki kepuasan tersendiri, terlepas dari keinginan memiliki galeri dan ruang pameran khusus yang memajang karya-karya pelukis Bogor yang saat ini lebih banyak menggelar pameran di luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di GSJ ini, hampir semua pelukis memilih jalur lukis foto yang dikemas dengan karikatur. Pasalnya, menurut Manggala, lukis foto lebih diminati sebagian besar warga yang kebetulan lalu-lalang di sekitar Kantor Pos Kota Bogor. Tak jarang, banyak wisatawan mancanegara memesan lukisan kawan-kawan GSJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, dari lubuk hati terdalam, Manggala dan kawan-kawan tak ingin menggelar karya di pinggir jalan. Tapi apa mau dikata, keterbatasan fasilitas dan perhatian pemerintah terhadap kemajuan seni budaya sungguh minim. Perhatian pemerintah yang tampak terlihat adalah ketika Kota Bogor kedatangan tamu asing atau pemerintah daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sibuk menyiapkan diri dan merias tempat-tempat yang sekiranya bakal dikunjungi tamu-tamu tersebut. Segala bentuk kesenian yang dimiliki ditampilkan. Ini sekedar gagah-gagahan atau memang sudah menjadi tradisi? Usai tamu meninggalkan Kota Bogor, perhatian pemerintah kepada seniman turut pergi. Inilah yang saat ini terjadi di Bogor. Pemerintahnya lebih asik membangun pusat-pusat perbelanjaan dan mengusir pedagang kaki lima serta anak jalanan. Inilah wajah Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kota tujuan wisata, sudah sepantasnya pemerintah memerhatikan hal-hal tersebut. Sebab, ruang pameran atau galeri-galeri mampu mendatangkan pengunjung yang fanatik, baik dari luar Kota Bogor maupun dalam kota. Pertanyaannya, beranikah Pemerintah Kota membangun satu ruang pameran yang mampu menampung karya-karya pelukis lokal?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-6069284818206042972?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/6069284818206042972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=6069284818206042972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6069284818206042972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6069284818206042972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/pelukis-jalanan-dan-kota-bogor.html' title='Pelukis Jalanan dan Kota Bogor'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-6106881781005947705</id><published>2010-10-01T05:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T05:50:46.640-07:00</updated><title type='text'>Membincangkan Buku Puisi Bode</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1/ Awal Perkenalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pertengahan Oktober 2009, saya mengenal Bode Riswandi, penyair muda potensial Tasikmalaya, Jawa Barat melalui jejaring pertemanan, facebook. Seperti galibnya perkenalan, kami saling tegur-sapa, sesekali membincangkan puisi satu sama lain. Sesekali, saling lempar kritik dan saran. Sungguh pertemanan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh jejaring facebook sungguh luar biasa. Karya-karya kami, wabil khusus puisi, melayang, melesat hingga ruang-ruang renung satu sama lain. Tak jarang, selesai menulis puisi, kami bergegas mengantarnya ke beranda facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, lagi-lagi, facebook menjadi ruang diskusi yang menyejukkan. Karena itulah, satu-satunya cara kami memadu komunikasi. Dan komunikasi antara saya dan Bode masih terjaga. Baik lewat pesan singkat, facebook maupun yahoo messenger. Akhir Januari 2010, Bode yang juga sebagai salah satu pengajar di FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tasikmalaya (Unsil), memposting cover buku puisi berjudul ‘Mendaki Kantung Matamu’ terbitan Ultimus, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover buku yang didominasi warna merah itu, langsung menghentak pikiran saya. Seketika itu juga saya bertanya dalam diri, inikah buku kumpulan puisi Bode? Sejenak saya terdiam, padahal, dulu sekitar dua bulan ke belakang, Bode tak pernah menyentuh soal buku puisi yang hendak ia terbitkan. Sungguh mengagetkan sekaligus menaruh bangga pada lelaki kelahiran Tasikmalaya 6 November 1983 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak menunggu lama, sejak posting cover buku Bode yang diantar oleh Prof. Jakob Sumardjo itu saya lihat, lagi-lagi di jejaring facebook, saya langsung menghubungi Bode, yang kebetulan ketika itu sedang online via facebook. ‘Kapan buku itu terbit?’ tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bode yang karya-karya puisinya sering dimuat di media massa, seperti Jurnal Bogor, Pikiran Rakyat, Lampung Pos dan Bali Pos langsung menjawab, Februari Don, begitu ia menyapa akrab saya. Kebetulan, saya berada dalam sebuah komunitas Ruang 8 Jurnal Bogor, sebuah komunitas yang mengkhususkan diri menghidupkan jejaring komunitas seni budaya di Bogor, langsung menawarkan melaunching buku puisi yang dicetak 1.000 eksemplar itu di Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayung bersambut. Bode yang ketika itu memang sedang merencanakan launching buku di luar kota kelahirannya, Tasikmalaya, mengiyakan tawaran itu. Tawar menawar tanggal pun dilakukan melalui yahoo messenger, seperti percakapan yang sudah-sudah. Akhirnya ditetapkanlah tanggal 3 April 2010 sebagai momentum perjalanan puitik buku puisi ‘Mendaki Kantung Matamu’ ke Kota Bogor, kota yang pada 2005 pernah dikunjungi bersama kawan-kawan di Teater 28. Dan Fakultas Sastra Universitas Pakuan (Unpak) Bogor ditunjuk sebagai tuan rumah launching buku puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2/ Bogor, 3 April 2010, Pukul 24.00 wib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3 April 2010, dini hari, handphone berdering. Ada pesan singkat dari Bode Riswandi, dia mengabarkan dirinya dan ketiga rekannya sudah ada di depan Kampus Pakuan. Ketika itu, Bogor sedang dilanda angin kencang dan sedikit hujan. Tak berselang lama, saya meluncur ke Kampus Pakuan, di mana dirinya dan ketiga rekannya sedang menikmati makan malam di salah satu warung makan. Gerimis masih saja menjejakkan kaki-kaki mungilnya. Kami pun bergegas meninggalkan kampus Pakuan menerobos gerimis yang hendak menjelma hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3/ Siang itu di Fakultas Sastra Universitas Pakuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ruang Mashudi 2 lantai 3 Fakultas Sastra Unpak, siang itu tak seperti biasa. Banyak mahasiswa dan penikmat sastra Bogor berkumpul. Obrolan hal ihwal sastra dan perkembangan sastra di Bogor pun tak luput jadi bahan perbincangan singkat. Di deretan kursi paling depan, tampak Sasongko, Pri dan Dadan Suwarna, ketiganya adalah pengajar di Fakultas Sastra Unpak jurusan Sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadan Suwarna yang menjadi narasumber acara launching dan bedah buku kumpulan puisi Mendaki Kantung Matamu, karya Bode Riswandi langsung menyentak seisi ruangan dengan mengatakan, puisi tidaklah tercipta dari ruang kosong keadaan, melainkan ia pengalaman atau amatan penyairnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Dadan menilai jika intertualitas adalah gejala yang tak terbantahkan. Dalam buku puisi Mendaki Kantung Matamu ini, lanjut Dadan, ada tipikal atau gaya ungkap yang sering dipakai penyair Tasikmalaya, Acep Zamzam Noor, yang diketahui dan diakui Bode, sebagai guru sastranya. “Dalam diri Acep sendiri terdapat Abdul Hadi MW. Bahkan Rendra telah menelurkan banyak pemuja yang hidup pada era kepenyairan 1990-an atau 2000-an,” ujar Dadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Dadan, lain Pri. Pengajar mata kuliah Stilistika ini menilai bahwa puisi yang ditawarkan Bode memiliki sebuah gerakan ke arah puncak pencapaian kepenyairan. “Di awal buku puisinya, kepolosan Bode masih terasa. Tapi mulai periode kepenulisan 2009, kematangan seorang Bode mulai jelas terlihat,” kata Pri. Pri merupakan salah satu dosen Sastra Unpak yang mulai dimunculkan Ruang 8 Jurnal Bogor dan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Himsina) ke pentas sastra di Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bode pun angkat bicara terkait kesamaan karyanya dengan Acep. “Jujur, saya pengagum Acep. Tapi jika karya saya disamakan dengan Azan (panggilan akrab Acep Zamzam Noor), itu sah-sah saja,” jelas Bode. Dadan pun seolah melindungi penyair muda ini. Dengan tegas Dadan mengatakan, epigonitas kepada sang idola itu wajar. Selama, tak meniru 100 persen. “Intertekstualitas bukanlah plagiarisme. Semata-mata keterpesonaan akan sang tokoh idola pada diri penyairnya. Itulah intertekstualitas,” tegas Dadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jakob Sumardjo, seperti yang ditulis di pengatar buku puisi tunggal pertamanya ini, kepenyairan Bode berkembang ke arah penyair sufistik. Sajak-sajaknya berpola hubungan timbal-balik antara dunia mikro dan makrokosmos. Bode pun terang-terangan menolak anggapan Prof. Jakob Sumardjo. Sebab, karya-karyanya jarang menyentuh hubungan antara manusia dengan sang pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4/ Dan Akhirnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diutarakan Dadan Suwarna, menguji kepenyairan atau perpuisian adalah dalam rentang waktu kemudian. Akankah seseorang jadi penyair abadi, seperti sisa-sisa sentuhan pada Amir Hamzah, Chairil Anwar WS. Rendra dll. Dan akhirnya, buku puisi Mendaki Kantung Matamu karya Bode Riswandi telah mengantarnya terbang melintasi ruang, tempat dan waktu. Bode, seperti kata Acep, adalah salah satu dari sedikit penyair muda Jawa Barat yang potensial. Jika saja ia (Bode.red) terus menjaga intensitas, mentalitas dan integritas sebagai penyair. Begitu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-6106881781005947705?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/6106881781005947705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=6106881781005947705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6106881781005947705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6106881781005947705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/membincangkan-buku-puisi-bode.html' title='Membincangkan Buku Puisi Bode'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2538760424544017806</id><published>2010-10-01T05:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T05:44:50.201-07:00</updated><title type='text'>Menggagas Pertemuan Sastrawan Bogor</title><content type='html'>Kemarin, Sabtu 1/5, saya bertemu dengan seorang kawan di kampus IPB. Kawan saya itu, selalu gelisah dengan iklim sastra di kota hujan ini. Setiap kali bertemu, entah kebetulan atau dalam acara-acara sastra, kawan saya, yang bukan asli Bogor, tampak kebingunan memetakan sastra di Bogor. ‘Mau dibawa kemana ya sastra di Bogor’. Kerap kali, dia selalu bertanya seperti itu kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang kemarin, kawan saya, yang juga salah satu penggerak sastra di kampusnya itu, tiba-tiba nyeletuk, mungkinkah ada kegiatan yang bisa mempertemukan sastrawan lintas generasi di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah habis makan apa dia, tiba-tiba punya gagasan seperti itu. Ini satu wacana yang harus direalisasikan. Sebab, Bogor, kata Ace Sumanta, salah satu sastrawan kahot Bogor, memiliki tradisi sastra yang kuat. Mengingat, Bogor memiliki Fakultas Sastra di Universitas Pakuan. Ini satu nilai tambah, kata Ace, yang juga memiliki kegelisahan yang sama soal iklim sastra di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan saya, yang juga alumnus Fakultas Kehutanan IPB itu, terlihat antusias mendeskripsikan idenya. Terlihat, berkali-kali, dia membetulkan tempat duduknya. Siang kemarin, kami bertemu dalam satu ruang perlombaan IPB Art Competition (IAC), sebagai juri baca puisi. Dengan seksama, saya mendengarkan uraian kawan saya. Dalam hati, bertanya, dari mana dia mendapatkan ide cemerlang itu. Ini gagasan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mulai memetakan sastrawan di Bogor kang, begitu katanya kepada saya. Padahal secara usia, dia jauh lebih tua daripada saya. Tanpa berpikir panjang, saya langsung menerima ajakan tersebut. Kawan saya, yang juga sebagai penggelola Wahana Telisik Sastra (WTS) itu, sedikit demi sedikit menyusun pelbagai agenda, salah satunya mempertemukan dirinya dengan Ace Sumanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meneguk segelas kopi, yang disediakan panitia, dia melanjutkan cerita gagasannya. Pertemuan sastrawan Bogor jangan sebatas silaturahmi antar sastrawan lintas generasi. Melainkan harus merumuskan satu gagasan memajukan sastra di Bogor. Paling tidak untuk mengimbangi dominasi sastra di Jakarta dan Bandung. Sebab, katanya, sastra Bogor kurang maksimal gerakannya. Itu betul, tegas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ini satu gagasan yang mengandung resiko, paling tidak, wacana pertemuan sastrawan Bogor lintas generasi patut mendapat perhatian bersama. Kawan saya itu, bernama Fatkurrahman Abdul Karim, lelaki kelahiran Banyuwangi, 22 Februari 1981, pekerja puisi, dan bergiat di Wahana Telisik Sastra Bogor. Semoga gagasan itu, tak sekedar wacana sepintas lalu. Begitu kawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2538760424544017806?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2538760424544017806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2538760424544017806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2538760424544017806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2538760424544017806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/menggagas-pertemuan-sastrawan-bogor.html' title='Menggagas Pertemuan Sastrawan Bogor'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8813396616904225202</id><published>2010-10-01T05:41:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T05:42:41.890-07:00</updated><title type='text'>Art Center</title><content type='html'>Kemarin, salah seorang kawan saya dari Solo, Jawa Tengah mengirim pesan lewat surat elektronik. Intinya, kawan saya itu hendak berkunjung ke Kota Bogor. Jelas, dia tak sekedar mampir makan atau menikmati kopi jelang sore. Dia seorang seniman yang memiliki pengaruh kuat di Solo. Dia kawan satu kampus dengan saya di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa point penting yang saya catat. Pertama, kedatangan ke Kota Bogor untuk menggelar pertunjukan teater. Kedua, menanyakan prosedur dan ketiga animo masyarakat serta keberadaan art center di kota ini. Pertanyaan pertama, jelas saya sambut dengan senang hati. Pasalnya, di tengah keringnya pementasan teater, kawan saya itu mampu menjadi oase di tengah keringnya iklim teater di Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua, sama seperti pertanyaan pertama, dapat saya jawab. Tapi kali ini sedikit beretorika. Tak enak jika harus berterus terang, jika prosedur di kota ini, tak sama dengan di Solo, tempat dulu kami menggelar pelbagai pementasan teater. Saya jawab : “Sudah, kamu tenang saja. Masalah perijinan, akan saya kerjakan dengan kawan-kawan di Bogor”. Nah, untuk pertanyaan ketiga, mengenai animo masyarakat dan keberadaan art center, jujur sulit untuk saya jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kering pementasan teater, Kota Bogor juga minim apresiasi dari masyarakat. Ini masih ditambah dengan ketakadaannya art center, pusat berkumpulnya seniman dari pelbagai disiplin ilmu untuk bertukar pikiran. Lewat surat elektronik pula, kawan saya, yang baru pada tahun 2005 mengenal internet, mengirim icon orang tertawa terbahak-bahak. Saya mengerti betul maksud kirimannya itu pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika dibandingkan dengan Solo, terutama masalah art center, Bogor belum ada apa-apanya. Apresiasi masyarakat terhadap pertunjukan pun masih minim. Dengan penuh percaya diri, saya sampaikan kepada kawan saya itu bahwa art center di Bogor akan segera berdiri. Anehnya, kawan saya itu malah mengirim balasannya lewat pesan singkat, bunyinya, “Tingkatkan dulu animo masyarakat, lalu cerdaskan penontonnya, baru bermimpi punya art center”. Kata kawan saya itu, percuma punya art center semegah apapun, jika animo dan apresiasinya minim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8813396616904225202?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8813396616904225202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8813396616904225202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8813396616904225202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8813396616904225202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/art-center.html' title='Art Center'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4186688362976610521</id><published>2010-10-01T05:40:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T05:41:37.438-07:00</updated><title type='text'>Menelisik Elan Vital Hanna</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di helai daun kangkung aku menulis lembar surat ini.&lt;br /&gt;Bersama aroma darah yang patut dibela&lt;br /&gt;Darah keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Kepada Adik, Hanna Fransisca)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan Hanna Fransisca (HF) di percaturan kesusasteraan Indonesia memperkokoh posisi sastra hibrida. Kumpulan puisi ‘Konde Penyair Han’ (KPH), karya HF disebut Sapardi Djoko Damono (SDD) sebagai salah satu upaya mempertontonkan bahwa sastra hibrida sudah menjadi bagian dari proses kreatif masyarakat. Dan Hanna, lewat kumpulan puisi tersebut membuktikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku terbitan KataKita setebal 141 halaman dengan 66 judul itu makin mendedahkan HF, bahwa etnis Tionghoa patut diperhatikan. Perempuan kelahiran Kota Seribu Kuil, Singkawang, Kalimantan Barat, 31 Mei 1979 itu seakan-akan meminta para pembaca kumpulan puisinya ikut terlibat merasakan perjalanan HF di kota kelahirannya, Singkawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian HF mendeskripsikan kondisi geografis Singkawang, mengingatkan kita kepada penyair Tasikmalaya, Jawa Barat, Acep Zamzam Noor. HF begitu kuat dalam hal ini. Selain itu, HF, dalam mayaoritas puisinya, tak bisa melepaskan diri dari persoalan domestik kaum perempuan, seperti memasak alias kuliner. SDD dan penyair Joko Pinurbo, yang ditunjuk sebagai pembicara diskusi peluncuran buku KPH di Gothe Haus, Gothe Institute, Jakarta pun mengamini hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya menilai, HF adalah penyair yang mampu menghadirkan sastra kuliner dengan kejam. Berkali-kali, dalam diskusi yang dimoderatori esais Agus R. Sarjono itu, berkata, HF cukup berhasil membawa pembaca masuk ke dunia yang dilukiskannya. Dunia kuliner yang tak melulu sedap dan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut SDD, usai diskusi, puisi-puisi HF menyadarkan dirinya bahwa masyarakat Indonesia ini berbagai-bagai, sebagian bahkan hibrid. Dan sastra kita, kata SDD, memang hibrid, itu sebabnya sangat sehat dan jauh lebih kuat dari keadaannya sebelum menjalani penyilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Joko Pinurbo, seperti yang tertulis dalam pengantar yang tertera dalam agenda acara mengaku tergagap ketika kali pertama melihat warna baju buku tersebut. “Buku ini benar-benar merah,” kata Joko Pinurbo. Bahkan sampul novel karya Iwan Simatupang, Merahnya Merah (1968) warnanya tak sekuat baju HF. Merah menurut etnis Tionghoa membawa keberkahan. Ini simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Joko Pinurbo yang ditemui usai diskusi mengatakan, masalah jati diri itu tak sesederhana yang dibayangkan. Persoalannya acapkali pelik, sensitif dan sarat trauma etnis. Dan sekali lagi, HF dengan terang-terangan membuktikan bahwa peranakan etnis Tionghoa di Indonesia tak bisa dilepaskan dari sejarah peradaban bangsa ini. Meski, sejarah kelam pernah HF rasakan. Tentu saja, trauma yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, saya menyukai kesendirian. Memandang rumputan, memperhatikan capung meluruskan sayap seperti pesawat kecil yang meluncur ke angkasa, juga belalang yang memiliki kaki panjang untuk melompat. Saya juga menyukai warna kupu-kupu, dan seringkali membayangkan bisa terbang dengan sayap warna-warni. Begitu tulis HF dalam kata pengantar buku kumpulan puisi perdananya itu. Begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4186688362976610521?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4186688362976610521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4186688362976610521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4186688362976610521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4186688362976610521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/menelisik-elan-vital-hanna.html' title='Menelisik Elan Vital Hanna'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3606068348795469634</id><published>2010-10-01T05:36:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T05:38:02.836-07:00</updated><title type='text'>Sastra Poskolonial Indonesia, Relevankah Diperbincangkan?</title><content type='html'>Antonio Gramsci (22 January 1891 – 27 April 1937) filsuf Italia, dan juga salah seorang penulis besar di masanya pernah menulis tentang hegemoni – salah satu tanda kemunculan poskolonialisme – dan inilah yang melahirkan konsep Gramscian. Hegemoni sendiri menurut Gramsci merupakan sebuah relasi kuasa di mana terjadi dominasi dan subordinasi, hingga tingkat bahasa, yang sejak awal menjadi ruh perbincangan para poskolonialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu di atas membentuk satu pengertian yang kini menjadi kelumrahan intelektual. Menurut Radhar Panca Dahana dalam makalah yang disampaikan dalam diskusi sastra yang diselenggarakan oleh Arena Studi dan Apresiasi Sastra (ASAS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, di Lembang belum lama ini, perjalanan dan orientasi sastra modern – jika tak dikendalikan – akan dipengaruhi secara kuat oleh kerja-kerja politik. Kerja-kerja yang menempatkan hegemoni sebagai perangkat utama keberadaannya, mekanisme yang mengalirkan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra modern Indonesia banyak dianggap sebagai hasil warisan dari politik etis pemerintah kolonial Belanda melalui badan bentukannya, seperti penerbit Balai Pustaka. Dan Radhar meminta pemakluman atas sejarah waris itu. “Sesama pekerja sastra, alangkah baiknya memafhumi bila dalam Balai Pustaka, banyak terdapat kepentingan-kepentingan kolonial. Mulai dari ideology, politik, ekonomi hingga budaya,” kata Radhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Cinta di Zaman Kolonial, Ras dan Roman dalam sebuah Novel Awal di Indonesia karya Paul Tickell, dibahas novel Matahariah karya Mas Maarco Kartodikromo. Karya tersebut mengangkat pemikiran multikulturalisme. Itu disebabkan teksnya ditulis dalam teks heteroglossic, yakni percampuran aneka bahasa, seperti Melayu, Belanda dan Jawa. Tickell menunjukkan bahwa Matahariah memiliki tema hibriditas antara gagasan-gagasan barat dan cara berfikir tokoh-tokoh pribumi yang mengungkapkan peranan ras dan gender masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain cerita percintaan, sastra poskolonial Indonesia juga diwarnai dengan konsep pahlawan, sekaligus wacana colonial tentang ras. Ini bisa kita lihat dalam novel Bumi Manusia, karya Pramoedya Ananta Toer yang dibahas Henk Maier. Dalam esainya yang berjudul Si Tukang Dobrak dan Pintu yang Keropos, Maier mengatakan, Bumi Manusia merupakan dongeng yang kuat sebagai titik tolak peranan pahlawan kebudayaan sekaligus simbol si tokoh, Minke, dalam peranannya melawan arus kolonialisme Belanda dan otoriter rezim Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Maier, Pram termasuk para pendobrak wacana kolonialisme, mengisyaratkan kebebasan gelisah tetapi menyala-nyala. Akan tetapi, ia juga mengkritik pemikiran Pram yang ditumpahkan dalam karya-karyanya, bahwa Pram hanya menceritakan sebuah dongeng dari pengalamannya, yang akhirnya terlalu fokus pada estetikisme dan otonomi serta keinginan menampung koherensi. Dan masih banyak lagi karya-karya yang mendedahkan sastra poskolonial Indonesia, diantaranya Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Layar Terkembang, dan Belenggu. Karya-karya tersebut juga bisa dijadikan penanda sastra pascakolonialisme Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relevankah mengungkit sastra poskolonial Indonesia di tengah dominasi sastra modern – jika boleh disebut demikian – sebab hingga kini, kita acapkali disuguhi pelbagai macam karya sastra yang justeru mengungkit-ungkit kekelaman sejarah bangsa ini. Jadi, masih relevankah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3606068348795469634?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3606068348795469634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3606068348795469634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3606068348795469634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3606068348795469634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/sastra-poskolonial-indonesia-relevankah.html' title='Sastra Poskolonial Indonesia, Relevankah Diperbincangkan?'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5915644024236299750</id><published>2010-10-01T04:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:54:34.031-07:00</updated><title type='text'>Napak Tilas Sastra Bogor</title><content type='html'>Selera bersastra Pemerintah Hindia Belanda pada masa penjajahan di Bogor, sekitar tahun 1752 cukup tinggi. Daerah peristirahatan di sisi selatan Ibukota Jakarta pun dinamai Buitenzorg – yang dalam bahasa Belanda – artinya alam ketenangan. Mengapa Buitenzorg? Sebab, pada masa itu, banyak pelancong luar negeri yang merasa nyaman dan tenang tinggal di daerah yang akhirnya bernama Bogor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya bilang selera bersastra Pemerintah Hindia Belanda cukup tinggi? Tak lain dan tak bukan, nama Buitenzorg sungguh puitis. Alam ketenangan. Ya, inilah salah satu alasan saya berkata demikian, meski masih banyak alasan yang tak mungkin disebutkan satu per satu di rubrik ini. Dan saya pikir, alasan itu bisa diterima bersama. Alam ketenganan. Seperti sebuah judul puisi yang sengaja maupun tidak sengaja diberikan Pemerintah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan asal memberikan nama pun luruh ketika saya mendengar cerita dari pelbagai sumber hal ihwal Bogor masa lalu – yang tentunya jauh dari kemacetan, kesumpekan, bising dan panas. Bogor – kata banyak orang – adalah kota dalam taman. Tentunya ini tak terlepas dari keberadaan Kebun Raya Bogor di pusat Kota Bogor. Selain itu – hingga kini – pohon-pohon berusia tua masih banyak berdiri di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Sudirman. Identitas Buitenzorg makin kuat. Tapi itu dulu. Kini Bogor, khususnya Kota Bogor, jauh dari kesan Buitenzorg itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor dengan pelbagai aktivitas masyarakat urbannya telah menyulap dirinya sendiri. Alam ketenangan yang bagi banyak penulis (cerpen, puisi, novel dan prosa) sering dijadikan tema tulisan berubah menjadi alam kesemerawutan. Dari ketenangan inilah, penulis, budayawan dan negarawan, macam Hatta, Sitor Situmorang, Taufik Ismail, Hamsad Rangkuti, Pamusuk Eneste, Maman S. Mahayana dan Hasan Aspahani lekat dengan alam di Bogor. Meski nama-nama besar itu bukan asli orang Bogor, paling tidak, ada sejarah yang menuliskan bahwa nama-nama besar itu pernah menjejakkan kaki dan kreativitasnya di Bogor – tentunya dengan ketenangan yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut pengakuan Sitor Situmorang dalam buku catatan kepenyairannya, Bogor merupakan salah satu kota pelarian yang nyaman. Tentu saja, pelarian mencari ide untuk berkarya, khususnya karya sastra, puisi. Bagi Sitor, Bogor menghipnotis dirinya untuk terus menulis. Entah bagi yang lain, tulisnya. Bagi saya, ini adalah kesepakatan bersama, bahwa Bogor merupakan satu daerah Selatan Jakarta yang nyaman untuk berkarya, terutama karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari itulah, Ruang 8 Jurnal Bogor dan Wahana Tesilik Seni dan Sastra berencana menggelar hajatan bersama bertajuk Festival Sastra Bogor 2010. Penamaan itu bukan dimaksudkan sebagai upaya gagah-gagahan dan mencari sensasi, melainkan sebagai satu bentuk usaha kelahiran iklim bersastra di Bogor. Jika menilik sejarah, warga Bogor patut berbangga diri. Pasalnya, banyak penulis besar Indonesia menjejakkan karyanya di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya memberi judul tulisan ini Napak Tilas Sastra Bogor? karena menurut saya, ada sebuah keterputusan sejarah yang mesti segera dicarikan solusinya. Keterputusan itu, tak terlepas dari adanya Fakultas Sastra Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, yang hingga kini belum nyata kontribusinya bagi kemajuan sastra di Bogor. Karya-karya – baik puisi, cerpen dan novel – yang ditelurkan mahasiswa sastra Pakuan pun tak banyak dimuat media lokal maupun nasional (jika ukurannya dilihat dari seberapa seringkah karya dimuat di media).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Sastra Bogor 2010 adalah sebagian kecil upaya komunitas sastra Bogor menggeliatkan iklim bersastra di Bogor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5915644024236299750?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5915644024236299750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5915644024236299750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5915644024236299750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5915644024236299750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/napak-tilas-sastra-bogor.html' title='Napak Tilas Sastra Bogor'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3473184106842398122</id><published>2010-10-01T04:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:43:50.981-07:00</updated><title type='text'>Mari Bergoyang</title><content type='html'>Pekan depan, Senin-Selasa (9-10/8), sastra Bogor akan bergoyang. Kenapa? Karena, pada tanggal tersebut, Kota Bogor – khususnya di Universitas Pakuan Bogor – akan digelar hajatan besar bertajuk Festival Sastra Bogor 2010. Puluhan sastrawan dan kritikus sastra, seperti Taufik Ismail, Maman S. Mahayana, Ahmadun Yosi Herfanda, Soni Farid Maulana, Jajang C. Noer, Hanna Fransiska, Dharmadi, Khrisna Pabichara dan Cunong N. Suraja bakal hadir dan memeriahkan acara persembahan ruang 8 Jurnal Bogor, Wahana Telisik Seni dan Sastra (WTS) dan Fakultas Sastra Unpak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara tersebut akan diisi dengan diskusi dan apresiasi. Untuk diskusi, tema yang diusung adalah memetakan sastra Bogor di tengah-tengah dominasi dua kanon sastra, Jakarta dan Bandung. Di hari pertama, diskusi akan membahas seputar perkembangan sastra di kampus dan sekolah. Harapan diskusi tersebut untuk mencari tahu sejauhmana pengajaran sastra di kampus sastra dan sekolah-sekolah di Bogor. Pembicara untuk mengulas masalah tersebut adalah, Jafar Fakhrurozi, guru Bahasa Indonesia SMA Dwiwarna, Parung, Kabupaten Bogor dan Fatkurrahman Abdul Karim, salah seorang penggerak sastra di kampus IPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, kedua pembicara tersebut mampu membongkar tabir hitam di dunia pendidikan, khususnya di Bogor. Mengapa? Karena, hingga sekarang, Bogor belum mampu melahirkan sastrawan atau kritikus sastra yang kuat dan cukup disegani di jagat sastra Indonesia (sejenak kita lupakan nama besar Maman S. Mahayana dan Cunong N. Suraja). Semoga, dua pembicara yang bisa dibilang masih muda tersebut mampu melakukan penelisikan sehingga menemukan satu formula memajukan iklim bersastra di Bogor. Di hari pertama ini juga, akan menghadirkan beberapa pelajar dan mahasiswa untuk tampil dihadapan peserta Festival Sastra Bogor 2010. Hari pertama akan dimulai pada pukul 14.00 wib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari kedua – yang akan dimulai pukul 09.00 wib akan menghadirkan tiga pembicara yang saat ini cukup diperhitungkan di jagat sastra Indonesia, Maman S. Mahayan, Cunong N. Suraja dan Khrisna Pabichara. Ketiganya akan membahas sejarah dan perkembangan sastra di Bogor. Ini akan menarik. Sebab, peserta Festival Sastra Bogor 2010 akan mendapatkan banyak wawasan seputar sejarah sastra di Bogor yang selama ini – bagi sebagian besar generasi muda – kehilangan tempat di kalangan sebagian generasi muda Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai diskusi, peserta akan dimanjakan dengan launching novel Memed Gunawan, salah seorang mantan pegawai Departemen Pertanian yang kini tinggal dan menetap di Bogor. dan pembedahnya adalah, Taufik Ismail dan Ahmadun Yosi Herfanda. Tampil untuk memeriahkan acara, pembacaan fragmen novel Memed oleh Susy Ayu, dan Asrizal Nur. Di akhir acara, peserta akan dimanjakan dengan pembacaan puisi oleh sejumlah penyair, sebut saja Khrisna Pabichara, Handoko F. Zainsam, Fatkurrahman Abdul Karim, Kurniawan Junaedhi, Hanna Fransiska, Jamal D. Rahman, Dharmadi dan penampilan sejumlah penyair Bogor dari pelbagai komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari ikut bergoyang dan menjadi saksi kebangkitan sastra di Bogor. Yuuuukkkk Maaaaaang….Digoyang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3473184106842398122?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3473184106842398122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3473184106842398122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3473184106842398122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3473184106842398122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/mari-bergoyang.html' title='Mari Bergoyang'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5735609616588405231</id><published>2010-10-01T04:27:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:29:06.484-07:00</updated><title type='text'>Antologi Cerpen dan Sebuah Novel</title><content type='html'>Buku cerita 9 Dari Nadira, karya Leila S Chudori dikatakan Maman S. Mahayana sebagai antologi cerpen dan sekaligus sebagai novel. Mengapa demikian? Karena, struktur atau kerangka kerja yang digunakan Leila, mendekati konsep cerpen dan novel. “Ini buku antologi cerpen sekaligus sebuah novel,” kata Maman dihadapan ratusan peserta Bedah Buku Sastra yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksastrasia) FKIP Bahasa Indonesia, Universitas Pakuan (Unpak), di Ruang Serbaguna FKIP, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang dibangun, kata Maman – kritikus sastra yang baru saja pulang dari Korea – lekat dengan konsep novel. Fragmen-fragmen yang ada saling kait mengait. Seperti sebuah novel bukan? Nah, itulah yang menyebabkan Maman berstatmen seperti itu. Dan apa yang dikerjakan Leila melalui bukunya ini merupakan pembaruan di ranah sastra Indonesia, khususnya cerpen dan novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, Maman tak main-main akan hal ini. Dan sebagai seorang kritikus sastra, Maman harus berani mempertanggungjawabkannya dihadapan publik tentang statmennya tersebut. Dengan kata lain, kebaruan yang coba diusung Leila S. Chudori memang original. “9 Dari Nadira ini buku cerita yang luar biasa. Fragmennya seperti mata rantai. Itu sebabnya, saya berani katakana, ini antologi cerpen dan juga sebuah novel,” tegas Maman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Maman berkata seperti itu, Leila S. Chudori yang duduk sebagai pembicara menolak jika buku 9 Dari Nadira dikatakan sebagai antologi cerpen dan juga sebuah novel. “Saya tetap menyebut buku ini sebuah cerita. Itu sebabnya, saya tidak menuliskan di sampul buku sebagai antologi cerpen atau novel,” ujar Leila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, Leila tetap membuka diri ketika Maman menyebut bukunya sebagai antologi cerpen yang novel dan sebuah novel yang juga antologi cerpen. “Saya tak ingin mengelompokkan karya ke dalam pembagian-pembagian tertentu. Sebagai penulis, tugas saya ya, menulis. Dan pengelompokan itu adalah tugas kritikus sastra,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, penyair dan esais, Jakarta Handoko F. Zainsam, menolak jika buku 9 Dari Nadira adalah pembaruan. Menurutnya, jauh sebelum Leila meluncurkan karyanya, sastra Indonesia telah memiliki cerita bersambung (cerbung). Dan Handoko menyebut buku Leila tersebut sebagai cerita bersambung. Bukan antologi cerpen yang juga sebuah novel, begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membedah buku Leila S. Chudori, buku antologi puisi penyair perempuan pendatang baru, Susy Ayu berjudul Rahim Kata-kata juga dibedah. Dosen Perbandingan Budaya FKIP Bahasa Inggris Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Cunong N. Suraja dan esais serta penyair, Jakarta Handoko F. Zainsam berkesempatan membedah buku tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5735609616588405231?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5735609616588405231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5735609616588405231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5735609616588405231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5735609616588405231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/antologi-cerpen-dan-sebuah-novel.html' title='Antologi Cerpen dan Sebuah Novel'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8398099729325000130</id><published>2010-10-01T04:23:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:25:13.210-07:00</updated><title type='text'>Menyingkap Peta Sastrawan Bogor</title><content type='html'>Bogor tidak hanya berjuluk Kota Hujan dan kota sejuta angkot. Bogor adalah tempat berdirinya kerajaan pertama di Indonesia, Kerajaan Hindu Tarumanagara di abad kelima. Beberapa kerajaan lainnya memilih untuk bermukim di tempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk dijadikan benteng pertahanan dari ancaman musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alm. Prof. Uka Tjandrasasmita – seorang arkeolog – pernah melakukan penelitian terkait hal tersebut. Namun hingga akhir hayatnya, keberadaan tepat dan situs penting yang menyatakan eksistensi kerajaan tersebut, hingga kini masih belum ditemukan bukti otentiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu prasasti – yang diketahui berasal dari tahun 1533 – pun ditemukan. Prasasti tersebut menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawisesa dari Kerajaan Pajajaran – salah satu kerajaan yang paling berpengaruh di Pulau Jawa. Dan diyakini, prasasti ini memiliki kekuatan gaib, keramat dan dilestarikan hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kota ini mencatat, Pakwan yang merupakan ibukota pemerintahan Kerajaan Pajajaran diyakini dan bahkan menjadi kesepakatan bersama ada di Kota Bogor. Secara otomatis, Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja Ratu Haji I Pakuan Pajajaran) menjadikan Kota Bogor sebagai pusat pemerintahan. Prabu Siliwangi sendiri dinobatkan sebagai raja pada tanggal 3 Juni 1482.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman poskolonial menulis, setelah penyerbuan tentara Banten, catatan mengenai Kota Pakwan hilang, dan baru ditemukan kembali oleh ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada 1687. Mereka melakukan penelitian atas Prasasti Batutulis dan beberapa situs lainnya, dan menyimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff membangun Istana Bogor seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Batavia dengan Bogor. Bogor direncanakan sebagai sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Dengan pembangunan-pembangunan ini, wilayah Bogor pun mulai berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa hubungan semua ini dengan peta sastra di Bogor? Sejauhmana kota ini melahirkan sastrawan-sastrawan besar? Jika melihat sejarah di atas, kita, khususnya warga Bogor patut mencermati dan menggali lebih dalam potensi kota tersebut, selain menilik dari sisi ekonomi dan pembangunan fisik kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir. Mampukah Festival Sastra Bogor 2010 persembahan ruang 8 Jurnal Bogor, Wahana Telisik Seni dan Sastra, serta Fakultas Sastra Universitas Pakuan menjadi batu loncatan menyingkap peta sastrawan Bogor? Ini saatnya menggoyang Bogor dengan sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8398099729325000130?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8398099729325000130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8398099729325000130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8398099729325000130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8398099729325000130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/menyingkap-peta-sastrawan-bogor.html' title='Menyingkap Peta Sastrawan Bogor'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-228066778243395783</id><published>2010-10-01T04:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:14:25.073-07:00</updated><title type='text'>Menghidupkan Kembali Tembok Hitam</title><content type='html'>Tembok hitam. Ya, itulah nama yang diberikan warga Bogor untuk dinding yang hingga kini kokoh berdiri di pintu masuk Botani Square, Kota Bogor. Sejak dibangun pada tahun 90-an, ‘tembok hitam’ itu menjadi saksi bisu banyaknya aktivitas kesenian yang terjadi di kota ini. Mulai dari pameran lukisan hingga aksi teaterikal kelompok teater pelajar, mahasiswa dan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa lalu – dan mungkin hingga sekarang – ‘tembok hitam’ tercatat sebagai salah satu tempat ‘wajib’ bagi seniman Bogor menggelar pertunjukan atau pameran. Pernah – pada waktu itu – ada istilah di kalangan seniman Bogor : kalau belum pentas atau pameran di ‘tembok hitam’ belum disebut seniman. Istilah ini serupa dengan di kota-kota lain, macam Bandung, Jakarta, Solo, Yogyakarta dan Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak geliat bisnis di Kota Bogor, khususnya yang terjadi di Botani Square, tinggi dan mencuri perhatian warga untuk hidup konsumtif, aktivitas berkesenian mulai lesu. ‘tembok hitam’ beralih menjadi area pedagang kaki lima (PKL). Sungguh, PKL telah menggusur art center itu. Bagi saya, ‘tembok hitam’ sungguh ideal disebut art center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan. Letaknya di pusat keramaian, di sekitar tugu kebanggaan warga Bogor, Tugu Kujang. Di pusat arus lalu-lintas yang setiap akhir pekan menyebabkan kemacetan luar biasa. Tempatnya terbuka. Artinya, ketika ada aktivitas kesenian sekecil apapun, akan dengan mudah terlihat. Dan satu lagi, akhir-akhir ini, di sekitar ‘tembok hitam’, khususnya menjelang pergantian sore ke malam, banyak dimanfaatkan warga Bogor untuk bersantai. Sungguh ideal bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring iklim perpolitikan di Bogor dan nasional kian panas, ‘tembok hitam’ kembali menjadi saksi. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi pergerakan memanfaatkan dinding tersebut sebagai papan provokasi dan saling hujat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visualisasinya pun bermacam-macam. Ada dengan menempel spanduk, ada pula dengan aksi demonstrasi. Ini tak bisa dihindari. Pasalnya, letak ‘tembok hitam’ sangat sentral. Dan cocok sebagai tempat menyuarakan kegelisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Diploma IPB yang bergerak di bidang fotografi, Obscura menangkap kegelisahan itu. ‘tembok hitam’ tak dibiarkan diam. Riska Hasnawaty, Ketua Obscura Diploma IPB dengan berani menggelar Pameran Fotografi bertajuk The Power of Digital Photography, hari ini, Minggu 22/8. Kata Riska, ini kali keduanya Obscura menggelar pameran fotografi di ‘tembok hitam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 40 karya hasil jepretan anggota Obscura akan dipajang di dinding itu. Tujuannya tak lain, menghasut warga Bogor untuk menghidupkan kembali public area itu. “Pameran ini baru kali pertama ada di Bogor. Kalau di kota-kota lain sih sudah sering. Jujur, saya iri dengan aktivitas berkreasi di kota lain,” kata Riska kepada Jurnal Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang dilakukan sekarang, adalah pengulangan tahun lalu. Menurut pengakuan Riska, pameran fotografi tahun lalu menuai kesuksesan. Artinya, target menarik perhatian warga Bogor terpenuhi. “Banyak warga yang hendak masuk ke Botani Square menyempatkan diri menyimak jepretan mahasiswa Diploma IPB. Dan semoga kali ini lebih sukses dari tahun lalu,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari aktivitas yang kini digelar Obscura, saya bayangkan ada satu strategi khusus menghidupkan kembali geliat kesenian di ‘Tembok Hitam’. Ada satu rangsangan yang harus dimunculkan secara sabar dan telaten agar seniman-seniman Bogor – dari pelbagi jenis disiplin kesenian – dengan senang hati menggelar aktivitas berkesenian di area ‘tembok hitam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bisa dibuat penjadwalan aktivitas. Maksudnya, ada agenda – tentunya dengan kesepakatan bersama – tetap yang harus ditaati. Program kerja, barangkali bisa dibuat. Dalam bayangan saya, setiap akhir pekan, ada aktivitas kesenian di sana. Jika sudah ada rutinitas, Bogor tak lagi mendapat julukan kota sepi aktivitas berkesenian. Bogor bakal menjadi kota barometer aktivitas kesenian. Begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-228066778243395783?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/228066778243395783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=228066778243395783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/228066778243395783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/228066778243395783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/menghidupkan-kembali-tembok-hitam.html' title='Menghidupkan Kembali Tembok Hitam'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8267916871400134002</id><published>2010-10-01T04:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:05:59.593-07:00</updated><title type='text'>“Different Soil Produce Different Crops,” kata Fang Lijun</title><content type='html'>Di Ark Galerie, Jalan Senopati Raya 92 Jakarta Selatan, tengah berlangsung Sea Drawing Exhibition, mulai 24 Juli hingga 24 Agustus 2010. Di galeri yang terintegrasi dengan kedai kopi tersebut dipamerkan karya sembilan pedrawing Asia Tenggara. Karya-karya mereka sangat menghasut. Ya, kegelisahan, realisme sosial, dan goncangan psikologis masyarakat urban menjadi kekuatan dasar sembilan pedrawing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan pedrawing itu, Ahmad Zakii Anwar, Jalani Abu Hassan (Malaysia), Angie Seah (Singapore), Jose Legaspi (Philipines), J. Ariadhitya Pramuhendra, Agung Kurniawan, Dewa Gede Ratayoga, Oktianita Kusmugiarti dan Dede Wahyudin (Indonesia). Dan tak salah, ketika saya menulis judul tulisan ini, ‘Different Soil Produce Different Crops’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rifky Effendy, kurator pameran, memulai amatannya dengan menuliskan sejarah seni drawing di Asia Tenggara. Begini kata Rifky – seperti yang tertulis dalam katalog – praktek seni modern (drawing.red) di wilayah ini mempunyai sejarah dan perkembangan yang berbeda, walaupun pada awalnya, praktik seni rupa modern diadaptasi dari lembaga-lembaga kolonial abad 19-20. namun – masih ditulis Rifky – seringkali terkait dan bersinggungan dengan aspek-aspek kelokalan atau bentuk seni yang sebelumnya telah menjadi tradisi atau ritual sebuah budaya masyarakat, maupun dengan nilai-nilai budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ditambah dengan perkembangan aspek ekonomi di wilayah Asia yang menjadikan karya seni rupa kontemporer sebagai komoditi yang sedang ‘dirayakan’,” kata Rifky. Tentu, Rifky tak main-main soal pendapatnya itu. Aspek ekonomi – di manapun tempatnya – menjadi salah satu pendorong perubahan, tak terkecuali karya seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah di Asia Tenggara sering dikatakan tidak memiliki keutuhan tema hingga masuknya peradaban industri modern, yakni selama seratus tahun terakhir. Ada tradisi yang memiliki asal-usul yang sama, namun berkembang menjadi tradisi yang khas di masing-masing wilayah sesuai dengan kebudayaan masing-masing wilayah. Hal itu menunjukkan bahwa terdapat ciri-ciri asli yang khusus dari masing-asing bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak luput, kesembilan pedrawing itu menunjukkan gejala perbedaan konsep pengkaryaan. Dan sekali lagi, apa yang diucapkan Fang Lijun – seorang seniman terkemuka asal China – pantas dijadikan rujukan bersama. Tanah yang berbeda pasti menghasilkan tanaman yang berbeda pula, begitu kata Fang Lijun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain beda konsep, perbedaan kematangan penggalian kegelisahan  pun tampak jelas. Meski sama-sama mengusung kegelisahan masyarakat urban di Ibukota, Dede Wahyudin, kelahiran 1975, yang menampilkan dua karya terbaiknya berjudul Hotel Prodea (200 x 175 cm), Charcoal on Canvas dan Lempar Batu Sembunyi Tangan (200 x 175 cm), Charcoal on Canvas terlihat lebih matang – dari segi apapun – dibanding Oktianita Kusmugiarti, kelahiran 1987 dengan dua karyanya, My Thoughts (173 x 73 cm), pen on paper dan My Day to Day Suit (173 x 73 cm), pen on paper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan membandingkan secara usia, melainkan dari tangkapan, penggalian dan kejelian menangkap serta membaca arah fenomena sosial disekitarnya. Saya anggap, kedua pedrawing beda generasi tersebut memiliki insting kegelisahan sosial yang sama. Cuma, karya Dede lebih terlihat garang dan padat. Dua karya drawing Dede bernuansa realisme sosial, orang-orang bergumul, berkelahi, ribut, berteriak, ada yang jumawa, perkelahian dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rifky, karya Dede mengartikulasikan juktaposisi persoalan tersebut dalam satu bidang. Dan Dede, kata Rifky, mampu meresponnya dengan mengolah komposisi dan gestur dari tiap elemen manusia di dalamnya sebagai bentuk-bentuk perwakilan. Sementara itu, Oktianita Kusmugiarti, pedrawing muda pendatang baru Indonesia – demikian kata Rifky – lebih bermain pada makna simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subyek pergumulan di dalam dirinya di proyeksikan melalui drawing garis yang jernih dan padat. Ketika melihat karya Okti, sapaan akrabnya, simbol-simbol gaya hidup masyarakat urban ibukota tampak jelas. Trend, kematian, kriminalitas dan pendidikan menyatu dalam satu ruang. Meski keduanya sama-sama mengusung makna simbolik, kedalaman garapan sungguh jauh berbeda. Dapat ditarik benang merah, Dede – tidak menilik dari usia – jauh lebih matang dibanding Okti dalam hal penangkapan realita sosial dan aspek-aspek disekitarnya. Untuk kesekian kalinya, ucapan Fang Lijun terbukti. Beda tanah, beda tanaman. Meski keduanya berasal dari tanah yang sama, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita tilik karya perupa Malaysia, Ahmad Zakii Anwar, berjudul Reclining Figure (76 x 211 cm), Charcoal on Paper. Karya tersebut, menurut Rifky, condong ke arah seni yang formil atau akademis. Ini terlihat dari unsur subyek yang digambar tunggal dalam satu komposisi lewat gerak dan hitam-putih fotorealis. Kecenderungan tersebut, bersumber pada salah satu aspek sejarah seni rupa Malaysia tahun 1930-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Rifky, di tahun itu lukisan naturalisme mulai dipraktekkan. Hal itulah yang mendorong munculnya karya Melayu masa depan. Tetapi Zakii, ungkap Rifky, berani membebaskan diri dari cara melukis abstraksi maupun yang terkait dengan nilai-nilai etik muslim yang dianut para pendahulunya. Jika dibandingkan dengan karya Dede dan Okti, karya Zakii susah ditangkap. Realitas karya belum tentu menjamin makna realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Historiografi di Asia Tenggara pada mulanya banyak dipengaruhi oleh agama. Agama membawa bentuk seni yang berbeda. Namun semakin maju pola pikir dan kebudayaan masyarakat di Asia Tenggara membuat historiografi juga mengalami perkembangan yang pesat. Setelah Perang Dunia II dan setelah bangsa-bangsa di Asia Tenggara merdeka, mulai menyadari bahwa seni modern itu penting. Dan karya yang dipamerkan di Ark Galerie, patut dijadikan penanda kebangkitan seni modern tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8267916871400134002?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8267916871400134002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8267916871400134002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8267916871400134002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8267916871400134002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/different-soil-produce-different-crops.html' title='“Different Soil Produce Different Crops,” kata Fang Lijun'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1452123489444228569</id><published>2010-10-01T03:59:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:02:39.267-07:00</updated><title type='text'>Buka Puisi</title><content type='html'>Filsuf Jerman, Ludwig von Wittgenstein berkata “Die Grenzen meiner Sprache bedeuten die Grenzen meniner Welt” yang dalam bahasa Indonesia berarti batas bahasaku adalah batas duniaku. Lantas apa hubungannya dengan judul tulisan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan, seperti sekarang, istilah ‘buka puasa’ sudah sering kita dengar dan ucapkan. Hampir setiap hari menjelang adzan Magrib – tentunya dengan jam yang berbeda di setiap daerah – seluruh umat Islam melakukan aktivitas buka puasa. Entah sendiri, bersama keluarga atau bersama rekan-rekan semasa sekolah, kuliah atau rekan kantor. Istilah buka puasa tak lagi menjadi asing di telinga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ‘Buka Puisi’? Apakah memiliki korelasi dengan aktivitas di bulan Ramadhan? Apakah sama dengan aktivitas buka puasa? Ya, pasti pembaca akan menanyakan korelasi judul itu dengan segudang aktivitas di bulan puasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan, puasa berarti menghindari makan, minum, dsb dng sengaja (terutama bertalian dng keagamaan); 2 n Isl salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yg membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari; saum. Jadi buka puasa adalah aktivitas membatalkan pantangan makan, minum dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Puisi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan memiliki arti 1 ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; 2 gubahan dl bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; 3 sajak. Jadi, buka puisi adalah aktivitas membuka ragam sastra yang bahasanya terikat dengan pelbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika dua aktivitas berbeda itu disatukan dalam satu momentum. Artinya, dapatkah buka puisi dilakukan waktu buka puasa? Atau sebaliknya, buka puasa sambil buka puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, di Komunitas Salihara, Jakarta, digelar Mendaras Puisi. Panitia memilih 4 penyair untuk mendaraskan puisinya di hadapan penonton usai Shalat Tarawih, tepatnya pukul 20.00 wib. Keempat penyair itu, Joko Pinurbo, D. Zawawi Imron, Remy Sylado dan Acep Zamzam Noor. Keempat penyair ini dianggap panitia menggarap tradisi keagamaan tempat mereka lahir dan tumbuh, tanpa menundukkan sastra di kaki panglima agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaras Puisi, merupakan aktivitas apresiasi sastra di bulan Ramadhan. Artinya, meski umat Islam sedang khusyuk menjalankan rukun Islam yang ketiga – puasa – aktivitas bersastra tetap berjalan tanpa mengganggu satu sama lain. Bagaimana di Bogor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mitra Kota Jakarta, Bogor tak mau ketinggalan. Apresiasi seni bertajuk ‘Ngabuburit Teater I’tibar’ MAN 2 Kota Bogor akan menjadi bukti bahwa di bulan Ramadhan tahun ini, aktivitas kesenian tetap ada. Acara itu akan digelar, Jumat, 3 September 2010, pukul 15.00 wib bertempat di Aula MAN 2 Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galibnya kelompok teater dimanapun berada, ngabuburit atau menanti waktu buka puasa, pasti akan diisi dengan sejumlah pertunjukan. Informasi yang saya terima, ada beberapa guru – yang jelas bukan hanya guru bahasa Indonesia dan guru seni – akan tampil membacakan puisi sembari menunggu bedug adzan Magrib. Usai parade pembacaan puisi – masih menurut informasi yang saya terima – anggota Teater I’tibar yang digawangi Neno Suhartini, guru seni budaya MAN 2 Kota Bogor tampil sebagai acara puncak. Bentuk pementasannya, masih dirahasikan, kata Neno lewat pesan singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Neno, acara ini terbuka untuk umum. Artinya, siapa pun orangnya, bukan saja warga MAN 2 Bogor, boleh ikut atau menyaksikan apresiasi seni di bulan Ramadhan ini. Tentunya dengan tidak mengurangi pahala puasa Anda.&lt;br /&gt;Saya bayangkan, buka puasa sambil berbuka puisi. Semoga tak menjadi batas dunia dan batas bahasa. Selamat Menunaikan Ibadah Puisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1452123489444228569?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1452123489444228569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1452123489444228569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1452123489444228569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1452123489444228569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/buka-puisi.html' title='Buka Puisi'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7423386489813243380</id><published>2010-10-01T03:57:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T03:58:33.269-07:00</updated><title type='text'>Wajah Global Seni Rupa Kontemporer</title><content type='html'>Pop Art, Conceptual Art dan Minimal Art merupakan masa transisi dari seni rupa modern menunju seni rupa kontemporer. Penentangan pada konteks spiritual kesenimanan dan sublimasi seni lukis menyebabkan seni lukis pada awal tahun 70-an mendapatkan stigma, dan untuk beberapa saat mengalami titik nadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan, new media art menjadi salah satu harapan lahirnya seni kontemporer. Hal ini ditandai dengan penggunaan media yang tak sebatas cat minyak dan kanvas. Berbeda dengan masa seni lukis modern, seni lukis kontemporer bangkit dengan menempatkan dirinya sebagai kemungkinan medium representasional - bukan sebagai entitas esensial dan sublim seni rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaiannya tak berhenti pada estetika, melainkan sudah melangkah pada pencapaian makna filosofis dengan pendalaman kontemplasi. Rifky Setiadi, salah satu perupa Bogor mengatakan, seni kontemporer – khususnya seni rupa – lahir karena banyaknya aturan baku – yang barangkali menurut sebagian besar perupa – sangat mengekang nilai-nilai eksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seni rupa kontemporer muncul karena ingin menentang sesuatu yang establish. Artinya, perupa kontemporer ingin melakukan pembongkaran nilai yang sudah ada. Intinya, ketidakpuasan dan ingin eksplorasi,” kata Rifky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralitas seni rupa kontemporer menunjukkan dirinya dengan menerima setiap kemungkinan seni, baik dari segi teori, konsep, medium, material dan ruang kehadiran serta asal usul seniman. Terbukti bahwa seni rupa kontemporer semakin menunjukkan wajah globalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tak bisa dipungkiri tetap hadirnya kekuatan-kekuatan penentu di balik praktek produksi dan konsumsi seni rupa kontemporer. Sebagai contoh, tak bisa disangkal bahwa kebangkitan seni lukis tidak lepas dari maraknya pasar seni rupa, dan itu ditandai oleh maraknya art-fair di pusat-pusat ekonomi dunia, termasuk pusat-pusat ekonomi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, bangkitnya gambar atau lebih tepat seni gambar dalam dekade terahir ini ditengarai tidak terlepas dari kembalinya seni lukis. Seni lukis melihat peluang bahwa seni rupa kontemporer dengan kepercayaan pada pluralisme dan “apapun boleh” - tidak memiliki alasan untuk menolak eksistensi seni lukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi, perupa asal Bojonggede yang setia memilih media pena sebagai alat lukisnya mengaku bahwa apapun yang dijadikan media adalah pilihan. Artinya, kata Rudi, kesetiaan kepada pilihan media harus dibarengi dengan eksplorasi dan kreativitas. “Dan saya nyaman menggunakan pena untuk melukis,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di Bogor, geliat seni rupa kontemporer sudah jauh berjalan. Media yang digunakan pun makin beragam. Selain media – dalam arti alat – perupa Bogor pun tak kekurangan gagasan untuk memperkenalkan karyanya kepada publik – meski sampai sekarang, keberadaan mereka kurang dilirik pemegang otoritas dan masyarakat pada umumnya. Begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7423386489813243380?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7423386489813243380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7423386489813243380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7423386489813243380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7423386489813243380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/wajah-global-seni-rupa-kontemporer.html' title='Wajah Global Seni Rupa Kontemporer'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8278438791686143965</id><published>2010-10-01T03:54:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T03:56:42.213-07:00</updated><title type='text'>Mendadak Penyair</title><content type='html'>Bogor | Jurnal Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngabuburit Baca Eja Puisi yang digelar MAN 2 Kota Bogor, Jumat (3/9) mencatatkan sejarah baru. Tak hanya bagi sekolah itu sendiri, melainkan bagi denyut nadi kesenian di Kota Bogor. Bayangkan, puluhan guru – yang notabene tak bergelut dengan dunia kesenian, khususnya pembacaan puisi – tampil membacakan puisi miliknya atau milik sejumlah penyair yang sudah diakui kualitas karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat pesimis, kerapkali terlontar dari para pembaca puisi ketika naik ke atas panggung. ‘Berhubung saya bukan penyair, jadi harap maklum jika membaca puisinya jelek’ begitu kalimat yang meluncur dihadapan ratusan siswa MAN 2 Kota Bogor dan tamu undangan. Bagi saya, guru-guru itu tak seharusnya mengucapkan prolog seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab – jika menggunakan kacamata ilmu psikologi komunikasi – ucapan itu bisa membuat penyimak (audience) malas menyaksikan penampilannya. Penampil saja tak percaya diri, apalagi penyimak. Bahasa gaulnya, malas ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, ada yang patut digarisbawahi dari acara tersebut. Pertama, tradisi baca, khususnya baca puisi di kalangan pendidik sudah saatnya dibangkitkan. Kedua, momentum bulan Ramadhan ternyata tak menghambat proses berkesenian di sekolah yang terbilang memiliki kegiatan pendidikan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah – barangkali – sejumlah alasan yang dapat dijadikan panduan bagi kita membaca aktivitas kesenian yang terjadi di MAN 2 Kota Bogor. Betapa pun, Ngabuburit Baca Eja Puisi – yang intinya adalah silaturahmi antara warga sekolah dengan penggiat kesenian di Kota Bogor – menyisakan pertanyaan. Jangan-jangan, acara tersebut hanya sebuah ceremonial. Artinya, Ngabuburit Baca Eja Puisi mendadak mencetak penyair – meski saya tahu, itu bukan tujuan utama acara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat tulisan Suwardi Endraswara bahwa pengajaran sastra mulai tidak sehat sejak tahun 1975. Pengajaran sastra Indonesia sudah terkena infeksi berlarut-larut karena di dalamnya terhinggapi kanker ganas. Pengajaran sastra di sekolah memang menjadi persoalan pelik yang belum menemukan obat mujarab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menganggap, Ngabuburit Baca Eja Puisi merupakan ruh dari Sastra Masuk Sekolah yang digagas Pusat Bahasa (Departemen Pendidikan Nasional) pada tahun 1999. Guru yang notabene menjadi sosok pengajar – meski bukan guru sastra – memiliki tanggungjawab besar menumbuhkan geliat bersastra (baca dan tulis) di kalangan peserta didik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra sebagai pengalaman adalah stimulus pada murid untuk bisa meleburkan diri dalam proses apresiasi sastra. Pengalaman menjadi kunci agar murid memiliki pandangan bahwa sastra itu bukan sesuatu yang asing dalam laku kehidupan. Sastra sebagai bahasa adalah kompetensi murid untuk mengekpresikan diri dalam konstruksi bahasa dengan pertimbangan estetika dan linguistic. Belajar sastra menjadi proses belajar dalam praktik bahasa. Pemahaman inilah yang membuat relasi sastra dan bahasa berada dalam wilayah ‘keromantisan yang akut’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, Ngabuburit Baca Eja Puisi MAN 2 Kota Bogor merupakan manuver kesenian yang patut diperbincangkan, walaupun, Divisi Sastra Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) mulai berancang-ancang menggelar forum sastra Bogor, Oktober mendatang. Langkah MAN 2 Kota Bogor bisa menjadi batu loncatan aktivitas sastra di sekolah-sekolah lain. Dan semoga, manuver-manuver yang dilakukan dan akan dilakukan tak mendadak mencetak penyair. Begitu. n Dony P. Herwanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8278438791686143965?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8278438791686143965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8278438791686143965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8278438791686143965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8278438791686143965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2010/10/mendadak-penyair.html' title='Mendadak Penyair'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7154454415358413749</id><published>2009-06-06T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T05:44:51.965-07:00</updated><title type='text'>Degradasi Simbol dan Dominasi Mode</title><content type='html'>Menyikapi Kemunculan Batik Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cibinong | Jurnal Bogor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik merupakan hasil seni budaya yang memiliki keindahan visual dan mengandung makna filosofis pada setiap motifnya. Pada zaman kerajaan, batik digunakan untuk membedakan status, baik raja, ratu, pangeran, abdi dalem hingga masyarakat di luar lingkungan kerajaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya makna filosofis yang terkandung dalam setiap goresan canting ke kain, menjadikan batik sulit dikerjakan dalam hitungan minggu atau bulan. Sebab, pemaknaan yang dalam memberikan tempat tafsir atas motif batik yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata batik berasal dari Bahasa Jawa yakni amba yang artinya menulis dan titik. Jadi bisa dikatakan bahwa batik adalah upaya menuliskan titik-titik di atas sehelai kain dengan pemaknaan akan simbol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan karya seni, khususnya batik memang bukan dominasi Kota Solo, Yogyakarta, Pekalongan dan Cirebon. Semua daerah berhak memiliki karya seni tersebut. Sebab, batik merupakan wujud hasil proses budaya. Secara sadar, penciptaan karya seni itu kadang-kadang menampakkan kewenangan di tiap-tiap daerah yang memiliki kultur sejarah kerajaan yang kuat, macam Solo, Yogyakarta dan Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiga kota inilah, batik muncul sebagai salah satu proses kreatif manusia yang didasarkan kepada sebuah simbol daerah itu sendiri. Karya-karya ini lahir sebagai akibat dari sistem sosial budaya yang menuntut adanya status sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menilik upaya Rukoyah Suswoyo, penggagas Batik khas Bogor yang mulai diperkenalkan kepada khayalak ramai saat Hari Jadi Bogor (HJB) ke-527 di Bogor Nirwana Residence (BNR), Kamis (4/6) lalu itu, sedikit banyak mengubah arah kultur sejarah batik. Pasalnya, simbol atau corak yang diangkat Rukoyah hanyalah sebatas pengangkatan ciri khas Bogor, seperti kujang, kijang dan variasi-variasi bunga teratai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gagasan Rukoyah meluncurkan batik Bogor yang diberi merk Tradisiku, stigma bahwa batik penuh dengan nilai-nilai filosofis tingkat tinggi dan penanda status sosial serta fungsi penggunaannya hilang. Sebab, menurut Rukoyah, pembuatan batik Bogor itu hanya sebatas mengharumkan nama Bogor. Tak lebih. Padahal batik adalah karya seni purba dengan tingkat kesulitan dan pemaknaan yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan, Rukoyah tidak berupaya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal batik karyanya dari sisi filosofi melainkan sekedar menunjukkan bahwa simbol yang dipakai merupakan ciri khas Bogor. Lantas apa bedanya dengan yang dilakukan negara tetangga kita, Malaysia, ketika mereka mengklaim bahwa batik adalah milik mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita teliti lebih dalam, kesalahan itu ada pada kekurang konsistenan kita memertahankan simbol yang ada di dalam batik itu sendiri (terlepas dari unsur fashion tentunya). Seandainya mampu memertahankan simbol, upaya pengklaiman batik sebagai hasil budaya bisa diminimalisir. Paling tidak, ada nilai-nilai sejarah yang itu semua tak bisa diklaim. Menurut hemat penulis, biarlah batik tetap menjadi identitas Surakarta, Pekalongan, Yogyakarta, Mojokerto dan Cirebon. Sebab, di kota-kota inilah tumbuh sejarah batik dengan pemaknaan filosofi yang tinggi. Dan mustahil diikuti negara atau kota lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Budaya dan Masyarakat, Kuntowijoyo dengan tegas mengatakan bahwa perubahan kebudayaan dan tata nilai di masyarakat disebabkan karena adanya tuntutan pasar. Ini artinya, Batik Bogor bukanlah usaha untuk mengembalikan identitas bangsa. Melainkan tuntutan pasar dan mode (fashion). Dengan kata lain menggunakan peluang perkembangan zaman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Rukoyah hanya mengangkat corak kijang, kujang dan bunga teratai? Jika alasannya ciri khas Bogor, mengapa tidak sekalian memasukkan angkutan kota atau hujan (sebutan Kota Hujan) ke dalam batik buatannya? Toh keduanya juga ciri khas Bogor yang sudah mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah alasan penulis menggunakan judul degradasi simbol dan dominasi mode. Bukan berarti, Rukoyah menghilangkan simbol sebagai tempat tafsir masyarakat dalam batik karyanya. Sebab, kujang, kijang dan teratai juga simbol. Tapi Rukoyah yang bukan asli warga Bogor lupa bahwa batik tak sekedar mengangkat ciri khas kota tempat batik berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Solo (Surakarta.red). Batik khas Solo yang dibuat di daerah Laweyan, salah satu tempat berdirinya Syarekat Dagang Islam pada tahun 1912 itu justeru tak memasukkan ciri khas Kota Solo. Para pembatik di kawasan Laweyan malah memasukkan karakter-karakter atau pola tingkah laku masyarakat Jawa yang santun. Ini bisa kita lihat dari pemilihan warna dan tebal tipis coraknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah perbedaan yang dimaksudkan itu. Simbol yang dijadikan corak tak sekedar apa yang ada di daerah itu saja, melainkan apa yang menjadi kebiasaan dan adat istiadat setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga apa yang telah dilakukan Rukoyah dengan produk Batik Bogor mampu menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan hasil budaya, khususnya batik. Ini satu nilai plus menangkal pengklaiman karya purba tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dony P. Herwanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7154454415358413749?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7154454415358413749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7154454415358413749' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7154454415358413749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7154454415358413749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/06/degradasi-simbol-dan-dominasi-mode.html' title='Degradasi Simbol dan Dominasi Mode'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3281566702059107544</id><published>2009-04-18T00:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T00:53:06.219-07:00</updated><title type='text'>Sastra dan Masyarakat</title><content type='html'>Sebagai simbol verbal, karya sastra dalam hal ini puisi memiliki andil besar di dalam masyarakat. Dituliskan Kontowijoyo dalam bukunya yang berjudul Budaya dan Masyarakat (2006), andil besar sastra dalam masyarakat di antaranya sebagai cara pemahaman (model of comprehension), perhubungan (mode of communication), dan cara penciptaan (mode of creation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, obyek karya sastra adalah realitas. Dari sini tampak jelas bahwa tugas sastrawan dalam kasus ini penyair harus mewartakan realitas dalam bentuk puisi yang bagi Gaston Bachelard dalam buku Poetics of Space, suatu realitas adalah sebuah kawasan yang terkait dengan pikiran, tindakan, ingatan, dan mimpi. Artinya, tafsiran realita yang diinginkan masyarakat adalah sesuatu yang hadir dari gagasan yang mampu menggerakkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat upaya yang dilakukan ruang 8 Jurnal Bogor, Komunitas Menulis Bogor dan Komunitas Gubuk Kata dalam acara bertajuk Sastra Bulan Genap, Minggu (12/4) di Aula Radio Sipatahunan, pantas bagi kita untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap proses penyadaran masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair sekaligus pemerhati lingkungan dan sosial Eka Budianta mengatakan, menjadi penyair berarti tidak tinggal diam, melainkan ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah di masyarakat, merasakannya, berpikiran bersama untuk dan tentang masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra Bulan Genap menjadi sebuah simbol verbal yang akan diberikan kepada masyarakat, baik pecinta atau pemerhati sastra maupun masyarakat awam bahwa karya sastra harus mendapat tempat yang layak dan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari acara yang menghadirkan Dadan Suwarna (Dosen Sastra Universitas Pakuan) dan Cunong N. Suraja (Pemerhati Sastra dan Dosen Universitas Ibn Khaldun Bogor) sebagai pembicara maka tampak jelas jika generasi muda memiliki gairah menghidupkan sastra di Bogor yang sejauh ini terlihat loyo dan ngos-ngosan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyo dan tak adanya ruang apresiasi karya sastra terutama puisi menjadi sebuah dasar bahwa apa yang disampaikan Kuntowijoyo belum sampai. Pun dengan adanya Fakultas Sastra di Bogor belum mampu memberikan warna dan tanda-tanda untuk menggerakkan masyarakat. Tentunya mereka (mahasiswa dan dosen sastra.red) punya alasan sendiri dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jean-Francois Lyotard menilai, apa yang penting dalam sebuah teks (sastra-puisi) bukanlah maknanya, tetapi apa yang dikerjakan dan ingin dikerjakannya, beban pengaruh yang dikandung dan ditransmisikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang juga menghadirkan komunitas lintas sastra, seperti Arisan Teater, Low Rider, Majalah Arti (grup Jurnal Bogor), Candle Light Dinner (grup musik akustik) dan Clarinet feat Indri (kelompok jazz) menjadi bukti bahwa eksistensi sastra mulai bisa diterima masyarakat. Meski baru kali pertama menggelar acara Sastra Bulan Genap, paling tidak bola salju itu siap menggelinding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat acara Sastra Bulan Genap, seolah mengingatkan kepada apa yang pernah dituliskan Friedrich Wilhelm Nietzsche dalam bab Mengapa Aku adalah Takdir. Dengan tegas Filsuf Jerman ini mengakui, ‘Aku tahu takdirku…aku bukan seorang manusia, aku sebuah dinamit…’. Jika dikembalikan ke konteks sastra dan masyarakat, maka Sastra Bulan Genap adalah dinamit yang siap memberikan ledakan dahsyat di tengah-tengah masyarakat yang lelap dan latah budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita percaya bahwa sastra sebagai sistem simbol mempunyai kaitan erat dengan sistem sosial yang melahirkannya, maka kita akan temukan bahwa mempelajari sastra dari segi intelektualnya sama dengan mempelajari kesadaran masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai potret masyarakat, sastra mampu memberikan landasan penilian tentang apa yang sedang terjadi. Hubungan langsung atau tak langsung antara karya sastra sebagai sistem simbol dan sistem sosial dalam arti ketergantungan dan ketidaktergantungannya, menentukan apa yang dinamakan arah (Kuntowijoyo, Budaya dan Masyarakat, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Sastra Bulan Genap menjadi titik awal penemuan arah kesusastraan di Bogor. Sekaligus membuka babak baru seni budaya di kota hujan ini. Lantas tugas masyarakat? Berilah apresiasi dan semangat agar seni budaya khususnya sastra tetap eksis di tengah serbuan budaya populer yang mulai meracuni generasi muda. Lantas tugas akademisi dan seniman (sastrawan.red)? Teruslah berproses mencipta karya kreatif dan memberikan edukasi bahwa sastra sangat erat hubungannya dengan masyarakat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dony P. Herwanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dimuat di Jurnal Bogor Edisi Minggu, 19 April 2009 di Rubrik Jendela Halimun&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3281566702059107544?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3281566702059107544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3281566702059107544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3281566702059107544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3281566702059107544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/04/sastra-dan-masyarakat.html' title='Sastra dan Masyarakat'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3332044870932269411</id><published>2009-02-23T04:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T04:44:26.293-08:00</updated><title type='text'>Penyerahan Diri Dewi Shinta</title><content type='html'>Di Balik Kisah Penculikan Shinta oleh Rahwana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epos Ramayana memang pantas menjadi representasi kehidupan. Banyak nilai-nilai agama dan sosial tersaji di sana. Dari serentetan cerita Ramayana (perjalanan Prabu Rama.red), sejenak kita menengok kisah penculikan Dewi Shinta oleh Rahwana (Dasamuka = Sepuluh Muka.red). Apakah benar, Dewi Shinta diculik Rahwana? Ataukah Dewi Shinta yang menyerahkan diri kepada Rahwana?&lt;br /&gt;Dewi Shinta laiknya perempuan masa kini yang tentu saja memiliki nafsu dan keinginan untuk mendapatkan laki-laki sejati. Ego seperti ini wajar ketika Dewi Shinta tak menemukan sosok laki-laki gentle di diri Prabu Rama. Sebaliknya, Dewi Shinta malah menemukannya pada sosok Rahwana, raja bangsa Rakshasa dari Kerajaan Alengka.&lt;br /&gt;Meski banyak orang mengatakan bahwa kisah percintaan Prabu Rama dengan Dewi Shinta adalah perjalanan cinta sejati. Tapi ketika melihat kepada ego Dewi Shinta yang mengharapkan kehadiran laki-laki sejati hal tersebut sangat paradoksal. Bisa dikatakan bahwa kisah penculikan Dewi Shinta sebagai gambaran siapa laki-laki sejati dan siapa yang pengecut.&lt;br /&gt;Banyak kalangan menyebutkan bahwa Shinta diculik Rahwana. Dan sangat sedikit yang mengulas bahwa Shinta bukan diculik tapi dia (Dewi Shinta.red) terpikat dengan sosok Rahwana yang ketampanannya dapat melebihi Prabu Rama. Dari sinilah, mucul pelbagai versi cerita Ramayana. Jika cerita tersebut ditarik pada zaman sekarang, opsi bahwa Dewi Shinta diculik Rahwana gugur. Dan opsi bahwa Dewi Shinta terpikat dengan sosok Rahwana yang dalam hal ini lebih lak-laki dibanding Rama bisa terbukti.&lt;br /&gt;Bukti kuat yang menyebutkan bahwa Prabu Rama kurang menunjukkan diri sebagai laki-laki sejati adalah ketika dia (Prabu Rama.red) memerintahkan Hanoman untuk masuk ke dalam Istana Alengka menjemput istrinya (Dewi Shinta.red). “Hal inilah yang membuat Dewi Shinta kecewa atas sikap Prabu Rama. Karena dia berharap suaminya yang datang dan melihat kondisi istrinya secara langsung,” kata Rutdee C. Hidayat, pelaku seni dan budaya Kota Solo ketika dihubungi Jurnal Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;Menurut Rutdee, sikap Dewi Shinta sangat beralasan. Sebab, di tengah ego memiliki pendamping seorang laki-laki sejati, Prabu Rama malah tak bisa menunjukkannya. “Wajar ketika ada versi yang menyatakan bahwa Dewi Shinta tidak diculik, melainkan ikut pergi ke Alengka bersama Rahwana. Sebab, Rahwana lebih laki-laki dibanding Rama,” tegasnya.&lt;br /&gt;Dikatakan Rutdee, adanya pelbagai sudut pandang cerita Ramayana membuktikan kepada kita bahwa sejarah atau mitos sekalipun sangat multitafsir. Artinya, banyak cara untuk menggali informasi untuk memeroleh suatu kebenaran, paling tidak sebagai wacana yang dapat mencerahkan. &lt;br /&gt;“Inilah yang menyebabkan banyak di antara kalangan pedalangan dan penari yang menafsirkan cerita Ramayana. Dan itu bagi saya sah-sah saja. Asal tak menyimpang dari inti cerita yakni, kisah perjalanan Prabu Rama dari pembuangan hingga menjadi raja Ayodhya,” ujarnya. &lt;br /&gt;Dengan demikian, sosok Rahwana adalah manifestasi dari laki-laki sejati yang dengan gagah berani untuk mendapatkan sesuatu yang disukai. Buktinya, Rahwana menyuruh Marica untuk mengelabuhi Rama dan Lakshmana dengan mengubah diri menjadi seekor Kijang berbulu emas yang ternyata memikat hati Shinta. &lt;br /&gt;Dari sini terlihat bagaimana upaya Rahwana mendapatkan sosok Shinta. Ditambah lagi, ide-ide cemerlang Rahwana menembus lingkaran sakti yang dipasang Lakshmana untuk melindungi Shinta dari niat jahat para raksasa. &lt;br /&gt;Rahwana yang datang dengan wujud pengemis tua berusaha mencuri perhatian Shinta yang dia tahu berwatak welas asih. Watak welas asih inilah yang dijadikan Rahwana sebagai momentum mencuri hati Shinta. &lt;br /&gt; Apa yang dilakukan Rahwana tak jauh beda dengan apa yang dilakukan kaum laki-laki zaman sekarang. Jadi, kurang tepat jika dikatakan bahwa Dewi Shinta diculik Rahwana ketika menggunakan paradigma kekinian dan mengacu kepada kebutuhan perempuan. Sekalilagi, Dewi Shinta adalah sosok perempuan yang mendambakan laki-laki sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dimuat di Jurnal Bogor, Minggu 22 Februari 2009 di Halaman Jendela Halimun&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3332044870932269411?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3332044870932269411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3332044870932269411' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3332044870932269411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3332044870932269411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/02/penyerahan-diri-dewi-shinta.html' title='Penyerahan Diri Dewi Shinta'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8746828873307231582</id><published>2009-02-17T06:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T06:58:17.060-08:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>kau tekuni katakata&lt;br /&gt;hingga tak kuasa menghindar&lt;br /&gt;lihat, &lt;br /&gt;ada anakanak cinta&lt;br /&gt;memintal kata&lt;br /&gt;hingga tak jadi payung&lt;br /&gt;langit itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hei, siapa berani mencinta hujan&lt;br /&gt;tanpa payung katakata!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8746828873307231582?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8746828873307231582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8746828873307231582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8746828873307231582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8746828873307231582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/02/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-9066319713998575536</id><published>2009-02-08T07:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T06:59:04.958-08:00</updated><title type='text'>Hujan Kata-Kata</title><content type='html'>hujan yang menjelma katakata&lt;br /&gt;membawa wangimu ke rumah senjaku&lt;br /&gt;tinggalkan dan tanggalkan almanakmu&lt;br /&gt;karena januari telah berganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan, darah dan lelah&lt;br /&gt;bersatu dalam deras &lt;br /&gt;nanti pasti lupa,&lt;br /&gt;langitlangit memberi warna pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidakkah kau tahu&lt;br /&gt;hujan yang menjelma katakata&lt;br /&gt;melompat dalam sajak-ku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-9066319713998575536?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/9066319713998575536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=9066319713998575536' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/9066319713998575536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/9066319713998575536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/02/hujan-kata-kata.html' title='Hujan Kata-Kata'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4281650149592272935</id><published>2009-02-04T06:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T06:30:49.186-08:00</updated><title type='text'>Pengembara Juga Butuh Peta</title><content type='html'>di kota baru&lt;br /&gt;ada pengembara baru&lt;br /&gt;dia memburu bulan &lt;br /&gt;di ujung sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit-langit mengendap lindap&lt;br /&gt;hujan berburu hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kota baru itu&lt;br /&gt;sang pengambara lupa membawa peta&lt;br /&gt;"tolong beri aku peta" katanya pada bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4281650149592272935?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4281650149592272935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4281650149592272935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4281650149592272935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4281650149592272935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/02/pengembara-juga-butuh-peta.html' title='Pengembara Juga Butuh Peta'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-156644525789626909</id><published>2009-01-29T13:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T13:45:17.509-08:00</updated><title type='text'>Sajak yang Ditulis dengan Tergesa-gesa</title><content type='html'>dewadewa sedang dimabuk asmara&lt;br /&gt;kemarin, aku mengintip mereka&lt;br /&gt;memetik sekuntum bunga di langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Tuhan pun tak lupa&lt;br /&gt;menyiapkan sebuah pesta besar&lt;br /&gt;hingga langit bergemuruh&lt;br /&gt;dan matahari sempat mencincin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika dewadewa asik memetik bunga&lt;br /&gt;Tuhan menegur sahaja&lt;br /&gt;"bunga itu untuk siapa?"&lt;br /&gt;dewadewa kaget dan sekenanya menjawab&lt;br /&gt;"milik-ku untuknya dan miliknya untuk-ku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sepintar apapun kalian menyembunyikan bunga itu, seisi langit pasti tahu. kini kalian tinggal menunggu waktu. menunggu bunga itu layu karena terlalu lama disembunyikan atau mekar di antara bungabunga yang sudah kalian tanam sejak lama," kata Tuhan kepada dewadewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dewadewa saling pandang&lt;br /&gt;dan ragu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-156644525789626909?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/156644525789626909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=156644525789626909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/156644525789626909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/156644525789626909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/sajak-yang-ditulis-dengan-tergesa-gesa.html' title='Sajak yang Ditulis dengan Tergesa-gesa'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8435150238415913856</id><published>2009-01-27T09:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T10:02:08.124-08:00</updated><title type='text'>Sadari</title><content type='html'>: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kepada dua orang teman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita hanya dua keping logam hilang &lt;br /&gt;yang saling tikam, di simpang jalan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8435150238415913856?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8435150238415913856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8435150238415913856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8435150238415913856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8435150238415913856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/sadari.html' title='Sadari'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5174108680058939754</id><published>2009-01-26T09:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:46:41.219-08:00</updated><title type='text'>Haiku, Hujan 2</title><content type='html'>di luar masih hujan, sayang&lt;br /&gt;berbaringlah di lantai pelangiku&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5174108680058939754?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5174108680058939754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5174108680058939754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5174108680058939754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5174108680058939754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/haiku-hujan-2.html' title='Haiku, Hujan 2'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7681642484665077907</id><published>2009-01-26T00:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T02:49:32.170-08:00</updated><title type='text'>Haiku, Hujan</title><content type='html'>di luar hujan sayang&lt;br /&gt;masuklah ke rumah senjaku&lt;br /&gt;minum kopi bersama&lt;br /&gt;dan mendengarkan gemericiknya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7681642484665077907?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7681642484665077907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7681642484665077907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7681642484665077907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7681642484665077907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/haiku-hujan.html' title='Haiku, Hujan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1048879490269998980</id><published>2009-01-13T08:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T08:27:16.339-08:00</updated><title type='text'>Lomba Cipta Puisi 2009</title><content type='html'>RADAR BALI LITERARY AWARD 2009&lt;br /&gt;Komunitas Sahaja – Radar Bali (Jawa Pos Group)&lt;br /&gt;Tata Tertib dan Kriteria&lt;br /&gt;RADAR BALI LITERARY AWARD 2009&lt;br /&gt;Lomba Cipta Puisi&lt;br /&gt;Lomba ini terbuka bagi para penulis muda se-Indonesia dengan batasan usia antara 17-33 tahun, dilengkapi dengan identitas diri (fotokopi)&lt;br /&gt;Lomba ini tertutup bagi panitia dan keluarga besar Harian Umum Radar Bali (Jawa Pos Group).&lt;br /&gt;Lomba Cipta Puisi ini bersifat perorangan.&lt;br /&gt;Karya puisi yang dilombakan belum pernah dipublikasikan atau diterbitkan dalam bentuk buku atau sejenisnya, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau dalam kegiatan serupa lainnya.&lt;br /&gt;Karya puisi yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak dari naskah yang telah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;Tema Lomba Cipta Puisi ini adalah “Perubahan, Kemanusiaan, dan Lingkungan”.&lt;br /&gt;Puisi wajib dikirim dengan format Times New Roman, 12 pt, spasi 1,5 serta dikopi rangkap 4 (empat).&lt;br /&gt;Tiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya;&lt;br /&gt;Naskah puisi dapat dikirimkan ke Sekretariat Panitia Lomba Cipta Puisi Radar Bali Literary Award 2009, Jalan HOS Cokroaminoto Gg. Katalia 26 Ubung Denpasar-Bali, Telepon: 0361-417153-56, Fax. 0361-417157-58, dan Museum Sidik Jari, Jalan Hayam Wuruk 175, Denpasar-Bali, 80235. Telepon: Devi (085936120898), Anom  (085739038324). Email : ciptapuisi_rbla2009@yahoo.com&lt;br /&gt;Batas akhir pengiriman naskah pada 22 Februari 2009&lt;br /&gt;Dewan Juri menetapkan 3 (tiga) Juara Utama, 3 (tiga) Juara Harapan&lt;br /&gt;Pemenang berhak atas hadiah berupa trophy, piagam, dan uang tunai senilai Rp 10.000.000,00. Selain itu, akan ditetapkan Juara Umum yang berhak atas piala Radar  Bali Literary Award 2009 dari Gubernur Provinsi Bali.&lt;br /&gt;Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1048879490269998980?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1048879490269998980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1048879490269998980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1048879490269998980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1048879490269998980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/lomba-cipta-puisi-2009.html' title='Lomba Cipta Puisi 2009'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2685645912865705054</id><published>2009-01-13T07:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T07:35:18.177-08:00</updated><title type='text'>Lesung Pipit Gadis itu Mirip Kamu</title><content type='html'>lesung pipit itu&lt;br /&gt;mengingatkan aku akan musim semi&lt;br /&gt;di sepertiganya, pelangi tak sempat memamerkan warnanya&lt;br /&gt;di timur langit, ada gadis menangis mencari ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katamu, kau tak suka lagu rindu yang mendayu-dayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat, ada kupu-kupu bermain dengan angin&lt;br /&gt;saling kejar, saling sembunyi&lt;br /&gt;di pinggir kolam itu,&lt;br /&gt;ada sepasang manusia memadu kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lesung pipit gadis itu mirip kamu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2685645912865705054?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2685645912865705054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2685645912865705054' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2685645912865705054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2685645912865705054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/lesung-pipit-gadis-itu-mirip-kamu.html' title='Lesung Pipit Gadis itu Mirip Kamu'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2741803135175792620</id><published>2009-01-13T06:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T07:08:29.324-08:00</updated><title type='text'>Untuk Palestina</title><content type='html'>di Palestina&lt;br /&gt;semua kepala menunduk&lt;br /&gt;tangan terkepal menanti hujan peluru&lt;br /&gt;dan aku, hanya berdoa di depan sebatang lilin yang menyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Israel&lt;br /&gt;semua kepala tegak mencuri matahari&lt;br /&gt;tangan terbuka menanti ribuan serdadu membawa kabar gembira&lt;br /&gt;dan aku, duduk lesu di depan televisi menyaksikan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Indonesia&lt;br /&gt;semua rakyat menyeru kirim TNI ke Palestina&lt;br /&gt;berduyun-duyun turun ke jalan menyumpahi agresi Israel&lt;br /&gt;apa dengan makian dan sumpah serapah, Palestina bisa menang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Palestina&lt;br /&gt;ribuan anak-anak kehilangan orangtua&lt;br /&gt;di Indonesia &lt;br /&gt;ribuan orangtua kehilangan anaknya&lt;br /&gt;di Israel&lt;br /&gt;ribuan anak-anak dan orangtua berubah jadi tentara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2741803135175792620?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2741803135175792620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2741803135175792620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2741803135175792620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2741803135175792620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/untuk-palestina.html' title='Untuk Palestina'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4842683211095149803</id><published>2009-01-10T20:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T20:49:31.950-08:00</updated><title type='text'>Di Hening Pagiku</title><content type='html'>di hening pagiku&lt;br /&gt;ada sekawanan hujan memburu risau&lt;br /&gt;dikejarnya hilang cakrawala&lt;br /&gt;dilukisnya langit hingga pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hening pagiku&lt;br /&gt;tak ada yang lebih resah selain aku&lt;br /&gt;seperti daun jarak menunggu matahari&lt;br /&gt;risau bising,&lt;br /&gt;resah selangit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hening pagiku&lt;br /&gt;januari berlari&lt;br /&gt;dan aku &lt;br /&gt;duduk rapi&lt;br /&gt;memintal puisi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4842683211095149803?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4842683211095149803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4842683211095149803' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4842683211095149803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4842683211095149803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/di-hening-pagiku.html' title='Di Hening Pagiku'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5838061839566549033</id><published>2009-01-09T08:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T08:52:29.190-08:00</updated><title type='text'>Jangan Berkata Jika tak Ingin Diduga</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mungkin tak pernah ada maksud di balik kata&lt;br /&gt;tapi tetap saja aku menduga-duga&lt;br /&gt;(IRS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa melukis kata di balik makna&lt;br /&gt;dia yang menanggung derita &lt;br /&gt;saat kata menjadi duga&lt;br /&gt;dan daun jendela belum sempat terbuka&lt;br /&gt;risau angin tak juga bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan selalu menyembunyikan makna di balik kata&lt;br /&gt;pun untuk diduga&lt;br /&gt;tapi menduga merupakan kata dalam bentuk lain&lt;br /&gt;dan kata adalah duga itu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mungkin tak pernah ada maksud di balik duga&lt;br /&gt;tapi tetap saja aku berkata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pernah berkata&lt;br /&gt;jika tak ingin menduga&lt;br /&gt;serperti sehelai bulu merpati&lt;br /&gt;yang diterbangkan angin&lt;br /&gt;dan kemudian menjadi rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5838061839566549033?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5838061839566549033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5838061839566549033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5838061839566549033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5838061839566549033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/jangan-berkata-jika-tak-ingin-diduga.html' title='Jangan Berkata Jika tak Ingin Diduga'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-6524133906049690549</id><published>2009-01-09T07:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T07:02:28.960-08:00</updated><title type='text'>Kepada Kalian</title><content type='html'>mencintaimu, mencintainya, mencintai kalian&lt;br /&gt;membencimu, membencinya, membenci kalian&lt;br /&gt;merindumu, merindunya, merindu kalian&lt;br /&gt;mengingatmu, mengingatnya, mengingat kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-6524133906049690549?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/6524133906049690549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=6524133906049690549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6524133906049690549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6524133906049690549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/kepada-kalian.html' title='Kepada Kalian'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-68698765956244034</id><published>2009-01-07T08:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T08:38:17.716-08:00</updated><title type='text'>Sayang, Ini Bulan Siapa?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;: Kepada Sepasang Kekasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lilin-lilin belum juga padam&lt;br /&gt;ketika pesta telah usai, malam itu.&lt;br /&gt;ada sepasang kekasih &lt;br /&gt;duduk membicarakan bulan, malam itu&lt;br /&gt;"itu bulan apa?" kata si perempuan&lt;br /&gt;"itu bulan sabit" jawab si lelaki&lt;br /&gt;awan berderak menghilangkan sabitnya.&lt;br /&gt;sejumput, si perempuan bertanya&lt;br /&gt;"kalau itu bulan apa?" sambil menunjuk bulan yang lain.&lt;br /&gt;"itu bulan separuh," jawab si lelaki dengan tenang sambil menyeruput angan&lt;br /&gt;sepasang kekasih makin asik membicarakan bulan&lt;br /&gt;tiba-tiba sekelompok burung-burung putih menutupi pandangan si perempuan&lt;br /&gt;"cintaku, kemana perginya bulan itu?" ucapnya sambil bingung mencari kemana sang bulan pergi.&lt;br /&gt;"bulan tak bisa lepas dari pandangan kita," jawab si lelaki mencoba menenangkan kekasihnya.&lt;br /&gt;sejam kemudian, bulan sempurna&lt;br /&gt;burung putih hilang pandang&lt;br /&gt;ilalang lelah bergoyang&lt;br /&gt;"cintaku, aku telat bulan," &lt;br /&gt;sambil berlari kencang, dia berteriak&lt;br /&gt;"itu bukan bulan dariku,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-68698765956244034?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/68698765956244034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=68698765956244034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/68698765956244034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/68698765956244034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/sayang-ini-bulan-siapa.html' title='Sayang, Ini Bulan Siapa?'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1367752652510490880</id><published>2009-01-02T07:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T07:36:47.737-08:00</updated><title type='text'>Aku Ingat Pergantian Itu</title><content type='html'>petasan telah habis suara&lt;br /&gt;terompet lelah di mulut anak-anak&lt;br /&gt;jutaan manusia yang memadat, malam itu&lt;br /&gt;tak lagi ingat tahun dan kapan akan kembali &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1367752652510490880?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1367752652510490880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1367752652510490880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1367752652510490880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1367752652510490880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2009/01/aku-ingat-pergantian-itu.html' title='Aku Ingat Pergantian Itu'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-8982994589669858012</id><published>2008-12-27T05:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T05:56:48.739-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SVYz3PwzprI/AAAAAAAAAWk/2WKVbX6FYCY/s1600-h/iklan-festival-monolog1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SVYz3PwzprI/AAAAAAAAAWk/2WKVbX6FYCY/s320/iklan-festival-monolog1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284468236982920882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-8982994589669858012?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/8982994589669858012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=8982994589669858012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8982994589669858012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/8982994589669858012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/blog-post.html' title=''/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SVYz3PwzprI/AAAAAAAAAWk/2WKVbX6FYCY/s72-c/iklan-festival-monolog1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2749718141967357350</id><published>2008-12-15T09:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T09:11:33.763-08:00</updated><title type='text'>Ada Tuhan di Ujung Anak Tangga</title><content type='html'>barangkali kita bagian dari anak tangga&lt;br /&gt;yang kemudian dilupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di setiap inchinya&lt;br /&gt;ada jejak-jejak sepatu&lt;br /&gt;terpagut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di setiap garisnya&lt;br /&gt;ada sebilah tanya&lt;br /&gt;yang sesiang menunggu resah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan di ujung tangga itu&lt;br /&gt;Tuhan titipkan harapan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2749718141967357350?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2749718141967357350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2749718141967357350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2749718141967357350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2749718141967357350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/ada-tuhan-di-ujung-anak-tangga.html' title='Ada Tuhan di Ujung Anak Tangga'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-414798914287606421</id><published>2008-12-13T19:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T19:31:10.211-08:00</updated><title type='text'>Gadis Gerimis</title><content type='html'>seorang gadis &lt;br /&gt;duduk manis &lt;br /&gt;menghitung gerimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-414798914287606421?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/414798914287606421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=414798914287606421' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/414798914287606421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/414798914287606421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/gadis-gerimis.html' title='Gadis Gerimis'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5143411892741503428</id><published>2008-12-09T10:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T10:55:37.405-08:00</updated><title type='text'>Sandyakala</title><content type='html'>seperti rapak&lt;br /&gt;diterbangkan angin&lt;br /&gt;kemudian rekta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti juga rembaya &lt;br /&gt;yang dicium ombak&lt;br /&gt;terombang-ambing&lt;br /&gt;di ujung sandyakala&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;pun seorang barya&lt;br /&gt;basang basanta&lt;br /&gt;di ujung rambutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu cecaya&lt;br /&gt;simpan dan cintai&lt;br /&gt;laiknya danastri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada elar&lt;br /&gt;ditiup hening&lt;br /&gt;bernyanyi seperti gangsir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5143411892741503428?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5143411892741503428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5143411892741503428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5143411892741503428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5143411892741503428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/sandyakala.html' title='Sandyakala'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-6541510384888635310</id><published>2008-12-09T00:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T00:27:48.151-08:00</updated><title type='text'>Puisi Hujan</title><content type='html'>:&lt;span style="font-style:italic;"&gt; untuk sajak Esha Tegar Putra 'Puisi Kecil'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riak-riak hujan menjelma puisi&lt;br /&gt;di separuh langitku&lt;br /&gt;mengingat pelangi &lt;br /&gt;mengikat puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlahan kabut cemberut&lt;br /&gt;lalu duduk di bangku waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil menunggu Tuhan selesai warnai pelangi&lt;br /&gt;menjereng kata &lt;br /&gt;menjelma puisi&lt;br /&gt;pada sisa hujan &lt;br /&gt;yang riaknya bagai cauk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-6541510384888635310?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/6541510384888635310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=6541510384888635310' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6541510384888635310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6541510384888635310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/puisi-hujan.html' title='Puisi Hujan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4582409406768543902</id><published>2008-12-08T23:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:48:41.871-08:00</updated><title type='text'>PEMBUKAAN KONGRES &amp; SIDANG PLENO</title><content type='html'>Rabu, 10 Desember 2008: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09.00–10.00 Registrasi  Peserta Lobby Hotel Salak  &lt;br /&gt;10.00–10.05 Pembukaan oleh MC &lt;br /&gt;10.05–10.10 Laporan Ketua Pelaksana Kongres Kebudayaan Indonesia 2008, oleh  Dirjen NBSF, Bapak Drs. Tjetjep Suparman, M.Si&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10.10-10.20 Sambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata,Ir. Jero Wacik,SE &lt;br /&gt;10.20-10.35 Sambutan dan Arahan sekaligus  Pembukaan  Kongres Kebudayaan Indonesia 2008 oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,Ir.H.Aburizal Bakrie  &lt;br /&gt;10.35–11.00 -Pemberian Anugerah Kebudayaan &lt;br /&gt;- Penandatangan MOU antara Menbudpar dengan 7 (tujuh) Perguruan Tinggi Negeri&lt;br /&gt;- Pemberian Bantuan kepada Seniman Berprestasi &lt;br /&gt;11.00–11.30 Rehat Kopi &lt;br /&gt;Press Conference (11.00 – 12.00 )&lt;br /&gt;Nara Sumber: Menko Kesra, Menbupar,  Bpk. Mukhlis PaEni/Bu Edi Sedyawati/Bpk.Putu Wijaya Kinanti Room (Lt.2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SIDANG PLENO I Istana Ballroom&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;11.30 – 12.00 Penjelasan pelaksanaan Kongres Kebudayaan oleh Ketua Panitia Pengarah, Bapak Dr. Mukhlis PaEni &lt;br /&gt;12.00 – 13.00 Istirahat, Sholat &amp; Makan Siang Fatmawati (Lt.1)Canari Café (Lt.1)&lt;br /&gt;Binenhoff Restaurant (Lt. 1)&lt;br /&gt;Poolside  (Lt.1)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note: &lt;br /&gt;Pada saat berlangsungnya Kongres Kebudayaan Indonesia 2008, diselenggarakan Pentas Budaya untuk masyarakat di Plaza Balaikota Bogor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SIDANGKELOMPOK 1 ISTANA BALLROOM(Lt.2)“KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEBUDAYAAN”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Moderator: Eka Budianta&lt;br /&gt;Pembicara      &lt;br /&gt;13.00 – 13.20 1. Prof. Dr. Mudji Sutrisno  &lt;br /&gt;13.20 – 13.40 2. Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji  &lt;br /&gt;13.40 – 14.00 3. Al Azhar  &lt;br /&gt;14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab  &lt;br /&gt;14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi  &lt;br /&gt;14.45 – 15.05 4. Dr. Luluk Sumiarso  &lt;br /&gt;15.05 – 15.25 5. Dr. Philipus Tulle  &lt;br /&gt;15.25 - 15.45 6. Dr. Sutamat Aribowo  &lt;br /&gt;15.45 – 16.05 7. Dr. Yudi Latief  &lt;br /&gt;16.05 – 16.45 Diskusi /tanya jawab  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SIDANG KELOMPOK 2 PAKUAN ROOM (Lt.1)“FILM/SENI MEDIA”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Moderator: Ratna Riantiarno&lt;br /&gt;Pembicara:   &lt;br /&gt;13.00 – 13.20 1. Aswendo Atmowiloto  &lt;br /&gt;13.20 – 13.40 2. Jajang C. Noer  &lt;br /&gt;13.40 – 14.00 3. Johan Tjasmadi  &lt;br /&gt;14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab  &lt;br /&gt;14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi  &lt;br /&gt;14.45 – 15.05 4. Laela S. Chudori  &lt;br /&gt;15.05 – 15.25 5. Titie Said  &lt;br /&gt;15.25 – 15.55 Diskusi /tanya jawab  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;SIDANG KELOMPOK 3GALUH ROOM(Lt.1)“SENI RUPA”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Moderator:  H. Hardi&lt;br /&gt;Pembicara     &lt;br /&gt;13:00 – 13:20 1. Dr. Agus Burhan  &lt;br /&gt;13:20 – 13:40 2. Asmudjo Jono Irianto  &lt;br /&gt;13:40 – 14:00 3. Oei Hong Djien  &lt;br /&gt;14:00 – 14:20  4. Suwarno Wisetrotomo  &lt;br /&gt;14:20 – 14:40 5. Dra. Iriatine Karnaya  &lt;br /&gt;14:40 – 15:10 Diskusi /tanya jawab  &lt;br /&gt;15:10 – 15:25  Istirahat / Rehat kopi  &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SIDANG KELOMPOK 4 PADJADJARAN 1(Lt.4)“IDENTITAS BUDAYA”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Moderator:  Dr. Laretna T. Adishakti&lt;br /&gt;Pembicara     &lt;br /&gt;13:00 – 13.20 1. Dr. Mukhlis PaEni   &lt;br /&gt;13.20 – 13.40 2. Prof. Dr. Sri Hastanto, S.Kar  &lt;br /&gt;13.40 – 14.00 3. Prof. Dr. Ayu Sutarto   &lt;br /&gt;14.00 – 14.30 Diskusi /tanya jawab  &lt;br /&gt;14.30 – 14.45 Istirahat / Rehat kopi  &lt;br /&gt;14.45 – 15.05 4. Dr. Ninuk Kleden  &lt;br /&gt;15.05 – 15.25 5. Prof. Dr. Sjafri Sairin  &lt;br /&gt;15.25 - 15.45 6. Dr. Stephanus Djuweng  &lt;br /&gt;15.45 – 16.05 7. Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc  &lt;br /&gt;16.05 – 16.35 Diskusi /tanya jawab  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.30 -19.00 Istirahat  &lt;br /&gt;19.00 -21.00 Makan Malam Istana Ballroom &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:Panitia Konggres Kebudayaan Indonesia 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4582409406768543902?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4582409406768543902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4582409406768543902' title='27 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4582409406768543902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4582409406768543902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/pembukaan-kongres-sidang-pleno.html' title='PEMBUKAAN KONGRES &amp; SIDANG PLENO'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7781430924744280014</id><published>2008-12-08T08:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T08:20:48.859-08:00</updated><title type='text'>KONGRES KEBUDAYAAN INDONESIA 2008</title><content type='html'>JADWAL ACARA      &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BOGOR, JAWA BARAT: 10 - 12  DESEMBER 2008     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian menuju Kesejahteraan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa,9 Desember 2008 KEDATANGAN WAKTU KEGIATAN KETERANGAN KEDATANGAN&amp; REGISTRASI  &lt;br /&gt;09:00 – 18.00 Kedatangan: Peserta,Pembicara,Exhibitor/Peserta Pameran,dan Media &lt;br /&gt;09.00 – 16.00 Registrasi untuk Peserta, Pembicara, media &amp; Exhibitor/Peserta Pameran Set up booth untuk pameran kebudayaan  Hotel Salak  &lt;br /&gt;19.00 – 21.00 Makan Malam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Bogor mendapatkan kehormatan menggelar hajatan budaya nasional bertajuk "Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian Menuju Kesejahteraan". acara tersebut di gelar di salah satu hotel bersejarah di Kota Bogor, yakni Hotel Salak. di tempat dan di kota inilah, ratusan budayawan dari berbagai daerah berkumpul dan merumuskan satu pandangan mengenai kemajuan kebudayaan dan capaian yang ingin diraih.&lt;br /&gt;semoga para budayawan ini tak salah dalam merumuskan budaya yang nantinya akan dijadikan pegangan bagi generasi penerus, amin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7781430924744280014?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7781430924744280014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7781430924744280014' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7781430924744280014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7781430924744280014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/kongres-kebudayaan-indonesia-2008.html' title='KONGRES KEBUDAYAAN INDONESIA 2008'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3921881891933871009</id><published>2008-12-04T09:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T10:09:13.451-08:00</updated><title type='text'>Kita Saling Kejar</title><content type='html'>: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pinto Anugrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak hujan berlarian di ujung waktu&lt;br /&gt;bersembunyi di balik anak daun&lt;br /&gt;keduanya saling sapa&lt;br /&gt;dan saling kejar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak hujan ngumpet&lt;br /&gt;di balik pohon besar&lt;br /&gt;anak daun ngintip&lt;br /&gt;di sela hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesaat terdengar auman petir&lt;br /&gt;keduanya mendekap Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3921881891933871009?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3921881891933871009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3921881891933871009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3921881891933871009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3921881891933871009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/12/kita-saling-kejar.html' title='Kita Saling Kejar'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1874003973094897399</id><published>2008-11-28T09:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T09:40:46.264-08:00</updated><title type='text'>Bayang Bulan Dalam Kolam</title><content type='html'>: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sutardji&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/STAs1MW2SRI/AAAAAAAAAWc/-PjGzTa97U4/s1600-h/BayuGMurti_Sutardji+Calzoum+Bachri12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 157px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/STAs1MW2SRI/AAAAAAAAAWc/-PjGzTa97U4/s320/BayuGMurti_Sutardji+Calzoum+Bachri12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273764456012597522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jepretan Bayu G. Murti | Jurnal Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutemukan bayang bulan dalam kolam&lt;br /&gt;sejumput kemudian hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada anakanak bermain di kolam &lt;br /&gt;dan bertanya &lt;br /&gt;"kakak, dimana bulan yang kemarin?"&lt;br /&gt;"ada di dalam kolam," jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan anakanak itu terdiam,&lt;br /&gt;sebab bulan yang dicari, hilang&lt;br /&gt;"kok cahayanya nggak ada?" katanya lagi&lt;br /&gt;"coba menyelamlah!" suruhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa ragu, anakanak itu nyemplung.&lt;br /&gt;tak ada kecipak&lt;br /&gt;dan air susut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di halaman muka surat kabar tertulis&lt;br /&gt;ada anakanak nyemplung kolam karena mencari cahaya bulan dalam kolam&lt;br /&gt;malamnya, warga desa menggelar zikir&lt;br /&gt;aku pun terlibat dalam zikir itu&lt;br /&gt;tanpa sadar bulan yang kucuri di dalam kolam memuncratkan cahaya&lt;br /&gt;warga yang tahu langsung berteriak&lt;br /&gt;ada pencuri bulan di zikir ini!&lt;br /&gt;aku tersudut&lt;br /&gt;dan cahaya bulan terserabut&lt;br /&gt;zikir berhenti seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1874003973094897399?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1874003973094897399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1874003973094897399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1874003973094897399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1874003973094897399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/bayang-bulan-dalam-kolam.html' title='Bayang Bulan Dalam Kolam'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/STAs1MW2SRI/AAAAAAAAAWc/-PjGzTa97U4/s72-c/BayuGMurti_Sutardji+Calzoum+Bachri12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4649228658503488825</id><published>2008-11-26T08:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T21:07:18.176-08:00</updated><title type='text'>9 Pertanyaan untuk SCB, Presiden Penyair Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SS1-JaEea9I/AAAAAAAAAWM/AWuHZMoF7dY/s1600-h/dsc_5078.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SS1-JaEea9I/AAAAAAAAAWM/AWuHZMoF7dY/s320/dsc_5078.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273009438802734034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jepretan Bayu G. Murti | Jurnal Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 24 November 2008, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri (SCB) berkesempatan hadir di acara La Sastra, salah satu acara pesta sastra pelajar yang diadakan SMAN 5 Bogor dengan peserta SMP-SMA se-Jabodetabek. Kedatangan SCB di La Sastra adalah untuk menjadi pembicara. Dalam kesempatan itu pula, SCB membacakan sekitar 10 puisi dihadapan ratusan pelajar dan sejumlah tamu undangan yang kebanyakan dari kalangan seniman Kota Bogor. Setelah SCB selesai sharing dan membacakan beberapa karya puisinya, saya berkesempatan mewawancarai SCB ketika dirinya hendak meninggalkan Kota Bogor. Berikut wawancara Dony P. Herwanto (DPH) dari Jurnal Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPH: Menurut Anda, Kredo itu apa?&lt;br /&gt;SCB: Kredo merupakan pernyataan mengenai suatu kepercayaan. Artinya, saya percaya pada apa yang telah saya ucapkan.&lt;br /&gt;DPH: Kredo Anda adalah ‘Bebaskan kata dari maknanya’ apakah bagi Anda, kredo itu dapat dipertahankan hingga kapan-pun?&lt;br /&gt;SCB: Selama aku percaya, maka kredo itu akan terus hidup. Jika tak dapat memertahankan kredo, maka dia (baca: kredo) akan mati begitu saja.&lt;br /&gt;DPH: Apa yang melatar belakangi Anda menggunakan kredo itu?&lt;br /&gt;SCB: Kata itu bukanlah alat penghantar bagi pengertian. Tapi kata adalah kata itu sendiri. Dia punya pengertian atas kata itu sendiri. Jika kata masih membutuhkan pengertian, maka selama itu pula kita tak bisa membebaskan kata dari pengertiannya.&lt;br /&gt;DPH: Apa yang dapat Anda banggakan dari puisi-puisi yang lahir dari proses pembebasan kata dari maknanya?&lt;br /&gt;SCB: Setiap Puisi yang saya cipta punya hak melakukan penafsiran sendiri. Tak seperti kebanyakan puisi saat ini yang masih banyak terbentur dengan masalah makna. Jika penyair masih seperti ini, maka dunia perpuisian Indonesia mandeg. &lt;br /&gt;DPH: Terus apa yang mestinya dilakukan?&lt;br /&gt;SCB: Bukan semestinya.&lt;br /&gt;DPH: Terus bagaimana?&lt;br /&gt;SCB: Biarkan kata hidup untuk kata itu.&lt;br /&gt;DPH: Dari semua puisi yang telah Anda cipta, mana yang paling Anda sukai?&lt;br /&gt;SCB: Tak ada. Karena ketika kita sudah jatuh cinta kepada satu puisi atau beberapa puisi, kita akan terjebak dengan apa yang dinamakan pembelengguan kreativitas.&lt;br /&gt;DPH: Terus?&lt;br /&gt;SCB: Cintailah puisi sebelum dia jadi atau cintai kata sebelum dia jadi kata. Intinya, cintailah sebelum dia jadi.&lt;br /&gt;DPH: Kapan Anda akan berhenti menulis puisi&lt;br /&gt;SCB: Ketika Tuhan mulai malas menuliskan kata untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4649228658503488825?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4649228658503488825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4649228658503488825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4649228658503488825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4649228658503488825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/blog-post_26.html' title='9 Pertanyaan untuk SCB, Presiden Penyair Indonesia'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SS1-JaEea9I/AAAAAAAAAWM/AWuHZMoF7dY/s72-c/dsc_5078.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5366882516157522947</id><published>2008-11-24T06:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T07:42:10.265-08:00</updated><title type='text'>Adakah Yang Lebih Selain Kau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSrBZAB1aaI/AAAAAAAAAVc/QO7mZ0j4wXE/s1600-h/RA+Ayu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSrBZAB1aaI/AAAAAAAAAVc/QO7mZ0j4wXE/s320/RA+Ayu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272238949039172002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Raden Adjeng Ayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau bilang airmata &lt;br /&gt;tapi kubilang mata air&lt;br /&gt;kau bilang bila&lt;br /&gt;tapi kubilang masih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah senja mengirimkan luka&lt;br /&gt;saat duri mawar tergeletak di tepi&lt;br /&gt;adakah yang lebih sunyi dari hati&lt;br /&gt;adakah yang lebih luka dari mata&lt;br /&gt;adakah yang lebih ia dari dia&lt;br /&gt;adakah yang lebih&lt;br /&gt;selain kau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mawarmawar berserakan di tepi jalan&lt;br /&gt;tapi durinya masih&lt;br /&gt;kunangkunang di lembab malam&lt;br /&gt;tapi pendarnya masih&lt;br /&gt;kupukupu beterbangan ditepian senja&lt;br /&gt;tapi bulunya masih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah yang lebih &lt;br /&gt;selain kau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5366882516157522947?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5366882516157522947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5366882516157522947' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5366882516157522947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5366882516157522947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/adakah-yang-lebih-dari-kau.html' title='Adakah Yang Lebih Selain Kau'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSrBZAB1aaI/AAAAAAAAAVc/QO7mZ0j4wXE/s72-c/RA+Ayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7661161520453150557</id><published>2008-11-20T08:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T08:38:26.177-08:00</updated><title type='text'>Dan Seperti Apa Doa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSWPY4ZAPII/AAAAAAAAAVM/BT6st_ga6-E/s1600-h/tariian.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSWPY4ZAPII/AAAAAAAAAVM/BT6st_ga6-E/s320/tariian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270776596523924610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jepretan Harfin N&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan, adakah yang tahu&lt;br /&gt;gerak rancak itu sebuah doa&lt;br /&gt;bermunajat dan berhikmat?&lt;br /&gt;dan gerak adalah awal kehidupan&lt;br /&gt;seperti sebuah simbol&lt;br /&gt;pasti ada juga tombol untuk membuka&lt;br /&gt;dan doa, &lt;br /&gt;seperti mantra yang tak kenal&lt;br /&gt;pada siapa dia menghamba&lt;br /&gt;"Tuhan, adakah gerakku untukmu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7661161520453150557?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7661161520453150557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7661161520453150557' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7661161520453150557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7661161520453150557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/jepretan-harfin-n-dan-adakah-yang-tahu.html' title='Dan Seperti Apa Doa'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSWPY4ZAPII/AAAAAAAAAVM/BT6st_ga6-E/s72-c/tariian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2209416824245968419</id><published>2008-11-19T11:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T12:17:34.841-08:00</updated><title type='text'>Selalu Seperti Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSRyAD5oRiI/AAAAAAAAAVE/xsncFfhopWc/s1600-h/bagm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 301px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSRyAD5oRiI/AAAAAAAAAVE/xsncFfhopWc/s320/bagm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270462809302910498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jepretan Bayu G. Murti | Jurnal Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu seperti ini.&lt;br /&gt;di bawah langit yang sama&lt;br /&gt;di cakrawala yang sama&lt;br /&gt;pun setiap hari&lt;br /&gt;mesin-mesin itu tiada lelah&lt;br /&gt;memainkan perannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan waktu dan manusia&lt;br /&gt;terus diburu bandul waktu yang tak pernah lupa berdentum&lt;br /&gt;rentetan itu seperti kereta api yang saling antri di stasiun&lt;br /&gt;berdengus, mengendus &lt;br /&gt;kemudian menunggu peluit penjaga rel sebelum melanjutkan &lt;br /&gt;ke negeri senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu seperti ini.&lt;br /&gt;dalam hujan pun dalam terik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2209416824245968419?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2209416824245968419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2209416824245968419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2209416824245968419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2209416824245968419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/selalu-seperti-ini.html' title='Selalu Seperti Ini'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SSRyAD5oRiI/AAAAAAAAAVE/xsncFfhopWc/s72-c/bagm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7223688990041927614</id><published>2008-11-17T09:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T09:55:08.255-08:00</updated><title type='text'>Percakapan Rahasia</title><content type='html'>mangkuk itu telah penuh darah&lt;br /&gt;sore itu, seorang bocah tergeletak di pinggir sebuah jalan&lt;br /&gt;yang selalu menghubungkan ke senja.&lt;br /&gt;bocah itu terjaketi perih&lt;br /&gt;di dekatnya ada kabel yang terhubung Israil&lt;br /&gt;"kau siap?" tanya utusan Tuhan itu&lt;br /&gt;"Sebentar ya Israil, aku lupa menaruh ponselku. sebab, aku menunggu ibu marah padaku," ucap bocah yang sore itu wajahnya tertilam senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7223688990041927614?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7223688990041927614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7223688990041927614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7223688990041927614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7223688990041927614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/percakapan-rahasia.html' title='Percakapan Rahasia'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4933924118605158124</id><published>2008-11-14T07:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T07:12:08.954-08:00</updated><title type='text'>Hasan Aspahani, Reinkarnasi Sapardi dan Sutardji</title><content type='html'>Ada Sapardi Djoko Damono (SDD) di diri penyair Batam Hasan Aspahani (HAH). Itu kesan kali pertama ketika membaca sajak berjudul Malam Membimbingku Menjabat Tanganmu, salah satu puisi yang ditempatkan diawal dari kumpulan puisi Lelaki yang Dicintai Bidadari, terbitan Bookerfly yang di dalamnya memuat 78 puisi karya HAH yang sengaja atau tak sengaja lupa menuliskan tahun dan tanggal pembuatan puisi-puisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDD yang dikenal lewat kekuatan daya cipta kata dan kesadaran akan realita yang tinggi seakan melekat di setiap goresan tinta dan imaji yang dituangkan HAH. Sajak pembuka yang mengambarkan tentang proses pencarian akan-Nya sama percis dengan bunyi dan gaya bahasa serta penulisan sajak SDD berjudul Aku Ingin. Coba tengok gaya bahasa yang ditampilkan SDD dalam puisi berjudul Aku Ingin: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana &lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan &lt;br /&gt;kayu kepada api yang menjadikannya abu&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;(Sapardi Djoko Damono, Aku Ingin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lihat karya HAH berjudul Malam Membimbingku Menjabat Tanganmu: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ingin belajar pada malam &lt;br /&gt;bagaimana membisikkan suara &lt;br /&gt;yang lebih lirih daripada sepi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: malam mengajariku mengucapkan cinta&lt;br /&gt;lewat mimpi-mimpimu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;(Hasan Aspahani, Malam Membimbingku Menjabat Tanganmu, Lelaki yang Dicintai Bidadari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sajak itu mencoba mengisahkan tentang usaha atau upaya mencapai kesempurnaan. SDD lebih kepada kesempurnaan cinta dan HAH mengejar kesempurnaan tentang kesunyian. Tapi inti dari pencapaian itu sama, yakni mencari yang sempurna. Meski kedua penyair ini berbeda generasi, namun untuk urusan daya imaji SDD dan HAH patut disejajarkan. Paling tidak untuk kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan daya cipta HAH berangkat dari kemampuannya membuat komik strip sejak kecil. Ketika membaca beberapa puisi HAH, baik itu di blogspot, antologi puisi Orgasmaya, Telimpuh dan Lelaki yang Dicintai Bidadari seolah kita sedang membaca satu cerita bergambar yang amat menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, dalam setiap kata yang dia susun menjadi kalimat tak luput dari kehidupan nyata. Kesadaran HAH akan ruang dan waktu, membantunya mencipta satu karya yang fantastis. Keberanian HAH mengolah kata merupakan hasil reka ulang dari proses membaca karya sastra asing. Artinya, referensi yang diperoleh bukan saja lewat pemaknaan realita melainkan pemaknaan bahasa. Yang dalam hal ini dia dapatkan dari beberapa buku kumpulan puisi karya penyair Amerika dan Eropa, khususnya Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ada SDD dalam diri HAH, kredo sang presiden penyair Sutardji Calzoum Bachri (SCB) pun dia bawa dalam tas berisi jutaan kata-kata yang siap ditata apik menjadi satu tumpukan kalimat. ’Bebaskan kata dari maknanya’, satu kredo dari SCB rupanya menguntit di setiap lekuk sajaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sajak yang dimaksud itu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;AKU mau jadi sebuah huruf,&lt;br /&gt;sebuah konsonan yang hidup,&lt;br /&gt;menyelinap di antara abjadmu&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;(HAH, Menyelinap di Antara Abjadmu, Lelaki yang Dicintai Bidadari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sajak di atas, HAH berhasil melepaskan diri dari makna yang sederhana. Permainan kata dan makna tampak jelas. Anehnya, HAH tak terjebak dengan pola itu. Di negeri ini, tak banyak penyair yang berani mengubah struktur pakem. Meski tampak sederhana, HAH mampu menghadirkan sesuatu yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kredo puisi yang diucapkan SCB, demikian bunyinya: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata bukanlah alat mengantarkan pengertian. Dia bukan seperti pipa yang menyalurkan air. Kata adalah pengertian itu sendiri. Dia bebas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, HAH paham betul akan makna bebas dan kata adalah pengertian itu sendiri. HAH benar-benar unik, dia lahir di zaman yang tepat. Zaman dimana semua orang masih memercayai kata sebagai pengantar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dia bukan Sapardi Djoko Damono, bukan pula Sutardji Calzoum Bachri, tapi HAH berhasil menghidupkan karakter mereka di alam imaji. HAH dengan bebas memungut setiap kata yang memang sudah lama dia simpan di alam pikirnya, dan ketika kata itu dibutuhkan, maka kapan saja HAH dengan mudah memungutnya, seperti pemulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu digaris bawahi, yakni kumpulan puisi Lelaki yang Dicintai Bidadari sangat nikmat dibaca sambil minum kopi di sore hari dan sesekali mendengarkan cericit burung dan desau angin, dan sesekali pula memejamkan mata serta menguatkan indera pendengaran untuk mendengarkan bebisik kata yang disampaikan kata kepada angin yang menjadikannya senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4933924118605158124?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4933924118605158124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4933924118605158124' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4933924118605158124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4933924118605158124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/hasan-aspahani-reinkarnasi-sapardi-dan.html' title='Hasan Aspahani, Reinkarnasi Sapardi dan Sutardji'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5793642464075356915</id><published>2008-11-13T07:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T07:46:59.221-08:00</updated><title type='text'>Hujan 2</title><content type='html'>telah datang sunyi&lt;br /&gt;di separuh senjaku&lt;br /&gt;menelisik lewat aortaku&lt;br /&gt;mendedah dalam pagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak dia menyukai hujan&lt;br /&gt;dan hujan berikan cericiknya&lt;br /&gt;pelangi tak lagi dilihat&lt;br /&gt;hanya derai tawa dan sedikit tangis&lt;br /&gt;di pagi beningku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5793642464075356915?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5793642464075356915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5793642464075356915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5793642464075356915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5793642464075356915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/hujan-2.html' title='Hujan 2'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4148033586859796812</id><published>2008-11-12T06:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T08:41:13.959-08:00</updated><title type='text'>Di Lewat Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRrqm-F6y_I/AAAAAAAAAU8/LC8ADCh54RU/s1600-h/_+Kesenian+di+Gumati+03+%40+Bayu+G+Murti.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRrqm-F6y_I/AAAAAAAAAU8/LC8ADCh54RU/s320/_+Kesenian+di+Gumati+03+%40+Bayu+G+Murti.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267780669386968050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;jepretan Bayu G. Murti | Jurnal Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat pada sang waktu&lt;br /&gt;bandul atau pendulum yang berderak?&lt;br /&gt;di antara barat dan timur&lt;br /&gt;sungguh sama&lt;br /&gt;seperti belahan bulan&lt;br /&gt;ada sisi-sisi yang lupa terkelupas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datang malam pada pagi bening&lt;br /&gt;mengintip lewat celah kebimbangan&lt;br /&gt;malam meninggalkan secarik kertas di meja senja&lt;br /&gt;"aku titipkan mata ini padamu. jaga dia baik-baik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4148033586859796812?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4148033586859796812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4148033586859796812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4148033586859796812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4148033586859796812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/di-lewat-malam.html' title='Di Lewat Malam'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRrqm-F6y_I/AAAAAAAAAU8/LC8ADCh54RU/s72-c/_+Kesenian+di+Gumati+03+%40+Bayu+G+Murti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4786076489648626698</id><published>2008-11-11T08:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T08:43:41.957-08:00</updated><title type='text'>mime street-berkunjung ke Komunitas Peduli Kampoeng Halaman (Kalam) Tegal Gundil-Bogor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1zXb-FnI/AAAAAAAAAU0/qizRIDH3lXA/s1600-h/ajib.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1zXb-FnI/AAAAAAAAAU0/qizRIDH3lXA/s320/ajib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267441133255792242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1prGFxuI/AAAAAAAAAUs/kzwvy7J5NKs/s1600-h/ajib+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1prGFxuI/AAAAAAAAAUs/kzwvy7J5NKs/s320/ajib+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267440966734038754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1W7ZKtnI/AAAAAAAAAUk/IfQ9MWhXeTk/s1600-h/ajib+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1W7ZKtnI/AAAAAAAAAUk/IfQ9MWhXeTk/s320/ajib+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267440644691506802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1M6tX3oI/AAAAAAAAAUc/JjkgXD0DsFY/s1600-h/ajib+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1M6tX3oI/AAAAAAAAAUc/JjkgXD0DsFY/s320/ajib+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267440472709127810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam jepretan Amo Kalam&lt;br /&gt;thax bro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4786076489648626698?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4786076489648626698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4786076489648626698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4786076489648626698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4786076489648626698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/blog-post.html' title='mime street-berkunjung ke Komunitas Peduli Kampoeng Halaman (Kalam) Tegal Gundil-Bogor'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SRm1zXb-FnI/AAAAAAAAAU0/qizRIDH3lXA/s72-c/ajib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3107503308876692071</id><published>2008-11-09T09:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T07:30:16.136-08:00</updated><title type='text'>Tunggulah Burung Menyulam Rumah</title><content type='html'>: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;untuk bukit-bukit di Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukit-bukit meringis&lt;br /&gt;rakyat menangis&lt;br /&gt;tanah berubah beton&lt;br /&gt;pohon berubah gedung&lt;br /&gt;mata air berganti airmata&lt;br /&gt;tanah air berganti airmata&lt;br /&gt;tanah bergetar hati bergetar&lt;br /&gt;mata belalak air terkuak&lt;br /&gt;entah bumi yang mana&lt;br /&gt;entah tanah yang mana&lt;br /&gt;semua berubah&lt;br /&gt;seperti musim&lt;br /&gt;sesuka hati&lt;br /&gt;bagai burung kehilangan sangkar&lt;br /&gt;manusia pun kehilangan akal&lt;br /&gt;tak ada yang tahu nasib bukit itu&lt;br /&gt;tak ada yang tahu nasib tanah itu&lt;br /&gt;semua telah berubah&lt;br /&gt;dan tunggulah burung menyulam rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3107503308876692071?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3107503308876692071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3107503308876692071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3107503308876692071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3107503308876692071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/tunggu-burung-menyulam-rumah.html' title='Tunggulah Burung Menyulam Rumah'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4312699893891521645</id><published>2008-11-09T09:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T10:27:31.222-08:00</updated><title type='text'>Diburu Mimpi</title><content type='html'>pagi itu, &lt;br /&gt;ragu berkejaran dengan rindu&lt;br /&gt;di selasar ruang tidurku&lt;br /&gt;ketika mata terpejam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ragu masuk lewat celah mimpi&lt;br /&gt;rindu menerjang lewat imaji&lt;br /&gt;keduanya bertemu di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkata hati kepada ragu&lt;br /&gt;yang terengah-engah meloloskan diri dari mimpi&lt;br /&gt;"hendak kemana engkau ragu"&lt;br /&gt;"aku hendak bertemu mimpi," ucap ragu lirih&lt;br /&gt;"bukankah mimpi telah bersamamu," jawab hati&lt;br /&gt;ragu diam dan duduk di sudut hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika rindu menghampiri, hati berkata&lt;br /&gt;"kenapa kau tersenyum"&lt;br /&gt;"karena aku telah menemukanmu," jawab rindu&lt;br /&gt;"adakah hubungannya denganku?" tanya hati&lt;br /&gt;"karena semua yang aku kejar ada padamu," jelas rindu&lt;br /&gt;dan seketika tersenyum puas menyaksikan ragu tersudut di ruang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4312699893891521645?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4312699893891521645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4312699893891521645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4312699893891521645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4312699893891521645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/diburu-mimpi.html' title='Diburu Mimpi'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-883823361859405492</id><published>2008-11-09T09:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T10:22:58.881-08:00</updated><title type='text'>Pada Bukit</title><content type='html'>pada bukit itu&lt;br /&gt;Tuhan sembunyikan rahasia&lt;br /&gt;dan dibalik rahasia &lt;br /&gt;Tuhan sembunyikan keindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-883823361859405492?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/883823361859405492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=883823361859405492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/883823361859405492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/883823361859405492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/pada-bukit.html' title='Pada Bukit'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1014043289918476143</id><published>2008-11-04T00:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T10:23:19.320-08:00</updated><title type='text'>Dalam Rindu</title><content type='html'>pada mulanya rindu&lt;br /&gt;kemudian tumpukan ragu&lt;br /&gt;dan di bale itu&lt;br /&gt;dulu aku pernah ada, &lt;br /&gt;sama ketika aku datang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjalanan itu seperti &lt;br /&gt;senja merindu&lt;br /&gt;ketika sua&lt;br /&gt;selesai semua  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bogor-Solo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1014043289918476143?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1014043289918476143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1014043289918476143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1014043289918476143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1014043289918476143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/11/dalam-rindu.html' title='Dalam Rindu'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4810194780001551838</id><published>2008-10-23T10:13:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:23:46.598-08:00</updated><title type='text'>Batu Kuya dan Kisah Pajajaran Anyar</title><content type='html'>Batu Kuya (Kura-kura) hilang dari tempatnya. hampir semua media baik cetak maupun elektronik di Bogor menjadikan berita itu sebagai head line di medianya, tak terkecuali media di mana saya bekerja, yakni Jurnal Bogor. sudah hampir sebulan ini, media di Bogor menjadikan Batu Kuya sebagai ladang mengeruk oplah, maklum, Batu Kuya yang konon katanya peninggalan kerajaan Tarumanegara dengan berat 50 ton dibeli taipan Korea seharga Rp 40 miliar. harga yang fantastis untuk sebuah batu yang kata warga sekitar batu bentukan alam, bukan sebagai peninggalan sejarah.&lt;br /&gt;ketika pemindahan batu itu terhenti, dua media besar di Bogor, yakni Radar Bogor dan Jurnal Bogor ramai-ramai menggali lebih dalam asal muasal si Kuya. Jurnal Bogor yang lebih dikenal sebagai media yang mengangkat 'Jurnalisme Positif' tertarik untuk mengangkat berita dari sisi mistisnya. Radar Bogor tak mau ketinggalan langkah,&lt;br /&gt;media milik Dahlan Iskan (Jawa Pos grup) ini tertarik untuk mengangkat masalah ada tidaknya sisi peninggalan sejarah.&lt;br /&gt;terbit di hari yang sama, dua media ini seakan menunjukkan keperkasaannya di depan masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor yang ingin mengetahui kelanjutan kasus hilangnya Batu Kuya yang terindikasi ada permainan politik, sebab pengangkutan batu tersebut sangat rapih.&lt;br /&gt;sisi mistik yang diangkat Jurnal Bogor sampai ke ranah prediksi mistis kondisi Ibu Kota. Kasepuhan Kujang Dua Aki Yaman yang berlokasi di Kampung Cipatat Kolot, Desa Kiara Pandak, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Bogor Barat mengatakan bahwa Keberadaan Batu Kuya itu, merupakan bahasa siloka yang tak semua orang bisa membuka tabir rahasia bahasa ini. “Yang jelas, kepindahan Batu Kuya ke Jakarta itu punya dua makna. Makna pertama, Jakarta sudah tidak lagi dipertahankan sebagai pusat pemerintahan, dan harus dipindahkan ke Bogor, seiring dengan munculnya Pajajaran Anyar. Kedua, Batu Kuya itu memiliki arti berakhirnya para pemimpin yang bermental kuya, setelah timbul Pajajaran Anyar. Sebab, pada saat terjadi Pajajaran Anyar  akan melahirkan pemimpin yang lebih berpihak dan membela masyarakat,” kata Aki Yaman.&lt;br /&gt;Bagi warga Kampung Cisusuh, Desa Cileksa Kecamatan Sukajaya, keberadaan Batu Kuya itu layaknya batu alam biasa. Mereka tak pernah mengeramatkan batu yang lokasinya diapit oleh pemukiman dan lahan perkebunan milik warga. Di sekitar lokasi Batu Kuya ini warga suka mencuci barang kebutuhan rumahtangga.&lt;br /&gt;Untuk menuju lokasi asal Batu Kuya itu bisa melalui jalur Jasinga. Dari lokasi Batu Kuya ke jalan Raya Jasinga berjarak sekitar 15 kilometer. Kondisinya agak sedikit datar, walaupun sebagian besar jalan di sana banyak yang rusak, dan berkelok-kelok, serta melintasi kawasan hutan penelitian Harus Bentes. &lt;br /&gt;Bila menggunakan jalur jalan dari arah pusat kantor Kecamatan Sukajaya bisa mencapai 21 kilometer, dengan kondisi jalan rusak berat, dan curam, serta harus melintasi bekas perkebunan cengkih Pasir Madang.&lt;br /&gt;sedangkan Radar Bogor hanya mengangkat berita sebatas ketidakterbuktiannya bahwa Batu Kuya adalah peninggalan sejarah.&lt;br /&gt;dari sini, masyarakat Bogor dibuat resah, sebanarnya berita yang akurat itu yang mana?&lt;br /&gt;fenomena Batu Kuya yang pengangkutannya dari Bogor ke Jakarta mendapat pengawalan empat mobil Patwal itu biarlah diam seperti simbol yang multitafsir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4810194780001551838?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4810194780001551838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4810194780001551838' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4810194780001551838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4810194780001551838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/batu-kuya-kura-kura-hilang-dari.html' title='Batu Kuya dan Kisah Pajajaran Anyar'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2005452988304953362</id><published>2008-10-23T10:01:00.000-07:00</published><updated>2008-11-12T07:24:05.650-08:00</updated><title type='text'>Waktu I</title><content type='html'>aku sadar,&lt;br /&gt;bahwa aku sedang menjadi manusia yang kelak meninggalkan bumi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2005452988304953362?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2005452988304953362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2005452988304953362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2005452988304953362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2005452988304953362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/waktu-i.html' title='Waktu I'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3615452231831971681</id><published>2008-10-23T07:40:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:24:59.188-08:00</updated><title type='text'>Enam Pertanyaan dan Permintaan Untuk Tuhan</title><content type='html'>1/&lt;br /&gt;Tuhan, &lt;br /&gt;mengapa kau kirimkan malaikatmu untuk mencuri ontaku&lt;br /&gt;apakah aku telah membuat gaduh istanaMU, hingga kau sembunyikan onta itu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2/&lt;br /&gt;aku sadar Tuhan,&lt;br /&gt;bahwa tubuh ini tak sempat rebah di surau&lt;br /&gt;dan membolak-balik buku agungMU&lt;br /&gt;tapi mengapa dengan cara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/&lt;br /&gt;apakah onta itu akan kau tukar dengan seekor semut&lt;br /&gt;agar tak berisik istanaMU&lt;br /&gt;agar nyenyak tidurMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4/&lt;br /&gt;oh...ya&lt;br /&gt;apakah ini ada dalam catatan harianmu Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5/&lt;br /&gt;aku punya permintaan Tuhan&lt;br /&gt;sudikah Engkau buka catatan harianMU tentang manusia&lt;br /&gt;untuk aku intip barang sejenak&lt;br /&gt;agar aku tahu &lt;br /&gt;kejadian apa yang akan menimpaku &lt;br /&gt;esok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6/&lt;br /&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;jika benar yang kau kirim itu malaikat&lt;br /&gt;bolehkah aku minta alamatnya&lt;br /&gt;agar aku dapat menyapa &lt;br /&gt;dan ucapkan terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3615452231831971681?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3615452231831971681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3615452231831971681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3615452231831971681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3615452231831971681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/enam-pertanyaan-dan-permintaan-untuk.html' title='Enam Pertanyaan dan Permintaan Untuk Tuhan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7901122374141149081</id><published>2008-10-21T11:50:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:25:24.123-08:00</updated><title type='text'>Hujan 1</title><content type='html'>aku melihat hujan seperti melihat kelambu&lt;br /&gt;berkerawang, dan tentu mengisahkan yang di luar&lt;br /&gt;aku juga melihat hujan menyapa daun &lt;br /&gt;sebelum dia jatuh&lt;br /&gt;tapi sayang, tanah keburu mendekap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7901122374141149081?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7901122374141149081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7901122374141149081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7901122374141149081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7901122374141149081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/hujan-1.html' title='Hujan 1'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3468703474401130797</id><published>2008-10-21T10:59:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:25:57.638-08:00</updated><title type='text'>Waiting for Godot</title><content type='html'>pesta demokrasi pemilihan Walikota-Wakil Walikota Bogor bak maha karya Samuel Becket berjudul Waiting for Godot (menunggu Godot). penonton, dalam hal ini masyarakat Kota Bogor harap-harap cemas dengan janji-janji yang ditawarkan semua pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota (Cawalkot). hal itu sama halnya dengan apa yang dialami Vladimir dan Estragon yang menanti kedatangan Godot.&lt;br /&gt;Godot yang tak kunjung datang menjadi simbol betapa janji-janji Cawalkot hanya bualan saja. 600 ribu warga kota Bogor sudah tak sabar melihat kotanya jauh dari kemacetan dan kekotoran. tapi rakyat tetaplah rakyat yang selalu diposisikan sebagai obyek regulasi pemerintah yang barangakali kurang mengerti permasalahan hingga ke akar rumput.&lt;br /&gt;satu pemandangan yang sangat menarik adalah, ketika lima pasangan calon melakukan kampanye simpatik dengan door to door. gambaran ini memberi satu bukti bahwa untuk menjadi seorang pemimpin rakyat harus didekati, tapi ketika sudah duduk di 'kursi panas' enggan melihat penderitaan rakyat.&lt;br /&gt;inilah yang membuat cerita pesta demokrasi masyarakat Kota Bogor sama dengan kisah Vladimir dan Estragon, dua tokoh rekaan Sameul Becket itu. dua tokoh itu sibuk dan bersilang pendapat tentang Godot. akankah Godot datang di saat yang tepat? siapa sebernanya Godot?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3468703474401130797?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3468703474401130797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3468703474401130797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3468703474401130797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3468703474401130797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/waiting-for-godot.html' title='Waiting for Godot'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4042928596353022427</id><published>2008-10-20T07:49:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:26:24.699-08:00</updated><title type='text'>Kaukah yang Bernama Sunyi?</title><content type='html'>terdengar kecipak di ujung sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4042928596353022427?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4042928596353022427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4042928596353022427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4042928596353022427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4042928596353022427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/kaukah-yang-bernama-sunyi.html' title='Kaukah yang Bernama Sunyi?'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-9064946996550553045</id><published>2008-10-20T07:29:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:26:50.516-08:00</updated><title type='text'>Setelah Sumpah itu Terucap</title><content type='html'>kemarin aku bertemu Pram di sudut warung makan&lt;br /&gt;lahap benar dia&lt;br /&gt;aku beranikan diri menyapanya&lt;br /&gt;"kau lapar pram?" &lt;br /&gt;dia terus lahap, sampai benar perut itu buncit&lt;br /&gt;tak juga lupa, aku sempatkan melihat dalam isi tasnya&lt;br /&gt;tak kutemu bumi manusia yang biasa di baca&lt;br /&gt;aku hanya melihat kata "PRIBUMI"&lt;br /&gt;dalam hati resah dengan kata itu&lt;br /&gt;siapa yang dimaksud PRIBUMI&lt;br /&gt;satu tanah air, satu bahasa dan satu bangsa.&lt;br /&gt;Pram tersenyum &lt;br /&gt;lantas berkata, "kau bukan PRIBUMI!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-9064946996550553045?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/9064946996550553045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=9064946996550553045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/9064946996550553045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/9064946996550553045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/setelah-sumpah-itu-terucap.html' title='Setelah Sumpah itu Terucap'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-9177450962920800219</id><published>2008-10-17T09:36:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:21:52.295-08:00</updated><title type='text'>Perahu Batu</title><content type='html'>selangkah lagi, kau akan sampai di tikungan jalan&lt;br /&gt;di mana semua ragu akan bertemu.&lt;br /&gt;sejengkal lagi, senja akan tampakkan rautnya&lt;br /&gt;berarti malam hampir tiba&lt;br /&gt;sesudut lagi, kau akan temui diriku&lt;br /&gt;yang di sudut ruang itu, kau juga akan temukan waktu&lt;br /&gt;di atas perahu batu itu aku telah selipkan luka&lt;br /&gt;saat debur ombak&lt;br /&gt;saat tangis sunyi, dan&lt;br /&gt;saat almanak tak kuasa mengelak, kita.&lt;br /&gt;sekali lagi, tinggal selangkah &lt;br /&gt;kau temukan perahu batu &lt;br /&gt;yang kini diombang gelombang, maka tunggulah&lt;br /&gt;di ujung pantai yang pasirnya mulai terkikis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-9177450962920800219?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/9177450962920800219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=9177450962920800219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/9177450962920800219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/9177450962920800219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/perahu-batu.html' title='Perahu Batu'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5217290681453717559</id><published>2008-10-16T07:36:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T10:21:23.374-08:00</updated><title type='text'>Kisah Pilu</title><content type='html'>Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.&lt;br /&gt;Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5217290681453717559?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5217290681453717559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5217290681453717559' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5217290681453717559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5217290681453717559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/kisah-pilu.html' title='Kisah Pilu'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-6870303788082797501</id><published>2008-10-14T07:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T07:38:19.774-07:00</updated><title type='text'>Bulan Jalang</title><content type='html'>bulan lengang&lt;br /&gt;di seberang jalan&lt;br /&gt;dan yang jalang&lt;br /&gt;hilang&lt;br /&gt;ditelan bayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-6870303788082797501?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/6870303788082797501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=6870303788082797501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6870303788082797501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/6870303788082797501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/bulan-jalang.html' title='Bulan Jalang'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-7164253858355670050</id><published>2008-10-12T06:37:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T06:45:42.300-07:00</updated><title type='text'>Donat dan Pram</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SPH_b3-JkwI/AAAAAAAAAPQ/sbpaBYlNMRM/s1600-h/donat+dan+pram.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256263094464254722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SPH_b3-JkwI/AAAAAAAAAPQ/sbpaBYlNMRM/s320/donat+dan+pram.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dan donat, dan Pram&lt;br /&gt;sama nikmat saat lapar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;donat dinanti perut&lt;br /&gt;Pram dinanti juga perut&lt;br /&gt;dua yang satu&lt;br /&gt;terbagi dalam rasa&lt;br /&gt;sesiang lapar&lt;br /&gt;dan secuil donat untuk satu Pram&lt;br /&gt;yang siang itu membaca Minke*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Minke : Tokoh cerita dalam Roman berjudul Bumi Manusia, karya Pramudya Ananta Toer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Buitenzorg&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-7164253858355670050?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/7164253858355670050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=7164253858355670050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7164253858355670050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/7164253858355670050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/donat-dan-pram.html' title='Donat dan Pram'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SPH_b3-JkwI/AAAAAAAAAPQ/sbpaBYlNMRM/s72-c/donat+dan+pram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1336224171054793162</id><published>2008-10-12T06:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T06:21:35.969-07:00</updated><title type='text'>dengan bahasaku, aku</title><content type='html'>&lt;em&gt;: Surat Balasan Maria Wauran&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;pagi ini matahari terbit, nanti malam lihatlah! dia sudah tidak ada, tunggu maka dia besok muncul lagi...demikian pula bulan, dan bintang, dan begitu pulalah pohon, dan aku, kamu, kita.masa remajaku, menjadikan aku sekarang. setiap keputusan yang pernah kubuat, adalah sejarah dalam buku kehidupan. kadang membuatku senang, kadang membuatku sedih, tapi selalu membuatku belajar dan semakin kuat.aq sekarang, maria wauran, tidak seperti zoro, samurai, bukan juga seperti angin. di balik topeng itu aku, di setiap ayunan pedang itu juga aku, di setiap gerak kaki dan tubuhku, itulah aku. tetap maria wauran, bukan orang lain saat aku berada di atas loper, itulah aku juga yang sebenarnya. kau hanya melihatnya dari sisi diriku yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Surabaya, 2008 Oktober 9 11:28&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1336224171054793162?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1336224171054793162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1336224171054793162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1336224171054793162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1336224171054793162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/dengan-bahasaku-aku.html' title='dengan bahasaku, aku'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4755476028142229404</id><published>2008-10-07T10:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T10:24:14.770-07:00</updated><title type='text'>Haiku, Puisi dan Senja</title><content type='html'>seorang gadis duduk memintal puisi&lt;br /&gt;sedangkan di luar masih juga hujan&lt;br /&gt;dan hanya selembar senja yang kupinta,&lt;br /&gt;tak lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4755476028142229404?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4755476028142229404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4755476028142229404' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4755476028142229404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4755476028142229404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/haiku-puisi-dan-senja.html' title='Haiku, Puisi dan Senja'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5714986338695246604</id><published>2008-10-05T22:57:00.000-07:00</published><updated>2008-11-12T07:17:27.953-08:00</updated><title type='text'>Sang Juara Dari Balik Topeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SOmpVMpdDCI/AAAAAAAAAPI/kJmH7a3NCEg/s1600-h/1_836877549l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SOmpVMpdDCI/AAAAAAAAAPI/kJmH7a3NCEg/s320/1_836877549l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253916621941836834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;: Maria Wauran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apakah kau lebih hebat dari Zoro?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apakah pedangmu setajam Samurai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apakah gerakmu selincah Angin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tajam mata itu mengingatkan aku akan gadis yang pernah singgah di rumah senjaku,&lt;br /&gt;mengais rintik hujan, dan bermain pelangi.&lt;br /&gt;gadis dengan rambut hitam sebahu dan kulit langsat itu kini telah tumbuh menjadi wanita matahari.&lt;br /&gt;wanita yang akan melahirkan banyak anak-anak matahari.&lt;br /&gt;di kokoh tangannya dan di balik topeng itu,&lt;br /&gt;gadis yang ku kenal senang bermain senja itu telah berhasil meraih matahari di saku pedangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kau masih berkenan singgah di rumah senjaku&lt;br /&gt;akan aku suguh dengan cericit burung, langit emas, desau angin, batu karang, desir ombak dan sedikit rintik hujan.&lt;br /&gt;karena lewat saungnya, kau dapati senja berganti peran. sudikah singgah barang sesaat di saung rumah senjaku?&lt;br /&gt;dan ketika kelak kau singgah ke rumah, jangan bawa serta pedang dan topeng serta medali yang pernah kau banggakan. karena di rumah itu aku sudah siapkan kotak musik yang dulu pernah kau berikan padaku. ingatkah?&lt;br /&gt;oh ya, lewat jendela rumah yang menghadap laut, kau dapat menyaksikan gemerlap bintang.&lt;br /&gt;aku harap, kau sudi sarungkan pedang dan lepas topeng jika hendak berkunjung. karena aku  ingin memagut senja di pelipis matamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maria Wauran, Ambon, 16 Maret 1985, peraih medali emas PON XVII 2008 Samarinda untuk nomor Sabel Putri perorangan dan beregu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:12;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5714986338695246604?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5714986338695246604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5714986338695246604' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5714986338695246604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5714986338695246604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/10/sang-juara-di-balik-topeng.html' title='Sang Juara Dari Balik Topeng'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SOmpVMpdDCI/AAAAAAAAAPI/kJmH7a3NCEg/s72-c/1_836877549l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5164113148571226357</id><published>2008-09-19T00:52:00.000-07:00</published><updated>2008-09-19T01:12:30.084-07:00</updated><title type='text'>Kata, Sahabat Setia Puisi</title><content type='html'>jika kamu rindu menulis puisi&lt;br /&gt;lihatlah tubuhku,&lt;br /&gt;kau akan temukan samudra kata&lt;br /&gt;yang tak pernah mengering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kau sudah temukan kata&lt;br /&gt;sesekali cobalah menyelam di kedalamannya&lt;br /&gt;kau akan temukan endapan makna&lt;br /&gt;yang mungkin bisa kau unduh jadi puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi jika kau tak mau menyelaminya&lt;br /&gt;kau tetap menemukan makna&lt;br /&gt;tapi bukan makna dari kata itu&lt;br /&gt;melainkan makna kebodohan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5164113148571226357?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5164113148571226357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5164113148571226357' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5164113148571226357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5164113148571226357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/09/kata-sahabat-setia-puisi.html' title='Kata, Sahabat Setia Puisi'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5229139706752499777</id><published>2008-09-18T00:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-18T00:18:50.470-07:00</updated><title type='text'>Anjing, Kucing dan Puisi</title><content type='html'>seekor kucing berebut puisi dengan seekor anjing&lt;br /&gt;di setengah senjaku&lt;br /&gt;keduanya saling cakar dan gigit&lt;br /&gt;di antara puisi&lt;br /&gt;kucingku menerkam puisi&lt;br /&gt;anjingku menyalak puisi&lt;br /&gt;keduanya saling pandang&lt;br /&gt;sebelum puisi diterbangkan angin.&lt;br /&gt;kucing dan anjing saling melotot&lt;br /&gt;dan puisi yang diterbangkan angin jatuh di antaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5229139706752499777?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5229139706752499777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5229139706752499777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5229139706752499777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5229139706752499777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/09/anjing-kucing-dan-puisi.html' title='Anjing, Kucing dan Puisi'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4785791309508821015</id><published>2008-09-17T08:48:00.000-07:00</published><updated>2008-09-19T01:14:16.328-07:00</updated><title type='text'>Pedang Ampunan</title><content type='html'>angin genit mengetuk-ngetuk daun jendela&lt;br /&gt;yang sedari tadi aku buka&lt;br /&gt;untuk menyambut senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam yang lupa terbenam&lt;br /&gt;membawa surau dalam diriku&lt;br /&gt;Tuhan, aku mohon&lt;br /&gt;turunkan sejuta pedang ampunan&lt;br /&gt;di malam lailatul qadarmu&lt;br /&gt;agar darah nadiku&lt;br /&gt;agar pecah dosaku&lt;br /&gt;agar lumat serapahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga hatiku dapat malam seribu bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4785791309508821015?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4785791309508821015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4785791309508821015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4785791309508821015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4785791309508821015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/09/pedang-ampunan.html' title='Pedang Ampunan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2853651288171093116</id><published>2008-09-10T08:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T08:32:32.770-07:00</updated><title type='text'>Sabda Tuhan</title><content type='html'>demi langit yang mengamit&lt;br /&gt;demi tanah entah&lt;br /&gt;entah luka, laku entah&lt;br /&gt;demi mata air, airmata&lt;br /&gt;dan demi kurma yang menunggu puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa berani melawan siapa&lt;br /&gt;saat Tuhan bersabda ENYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2853651288171093116?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2853651288171093116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2853651288171093116' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2853651288171093116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2853651288171093116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/09/sabda-tuhan.html' title='Sabda Tuhan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1994034504497268733</id><published>2008-09-06T03:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T03:22:12.392-07:00</updated><title type='text'>Masih Sama Semuanya</title><content type='html'>dan semua harus seperti kemarin&lt;br /&gt;langit mendung,&lt;br /&gt;sesekali rintik hujan&lt;br /&gt;desau angin&lt;br /&gt;juga cericit burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1994034504497268733?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1994034504497268733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1994034504497268733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1994034504497268733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1994034504497268733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/09/masih-sama-semuanya.html' title='Masih Sama Semuanya'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3948813455103662391</id><published>2008-09-05T02:19:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T02:23:04.480-07:00</updated><title type='text'>Haiku, Hujan dan September</title><content type='html'>kotaku diserbu hujan&lt;br /&gt;awal september&lt;br /&gt;dan kau diam menunggu reda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3948813455103662391?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3948813455103662391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3948813455103662391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3948813455103662391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3948813455103662391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/09/haiku-hujan-dan-september.html' title='Haiku, Hujan dan September'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1513939519008212</id><published>2008-09-05T01:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T01:23:29.460-07:00</updated><title type='text'>Wanita Tua dan Payung Tua</title><content type='html'>tak ada yang mengenali kota ini selain dari curah hujannya&lt;br /&gt;semua sudut kota, sama&lt;br /&gt;semua bangunan yang menjulang, sama&lt;br /&gt;semua orangnya, sama&lt;br /&gt;tapi beda dengan hujannya.&lt;br /&gt;"selamat datang di Kota Hujan. Kota dengan sejuta hujan, dan mungkin hanya hujan yang akan kau temui" begitu kata wanita paruh baya yang saban hari aku temui di sudut gedung tua dengan sebuah payung tuanya (mungkin usia payungnya sama dengan usia wanita itu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1513939519008212?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1513939519008212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1513939519008212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1513939519008212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1513939519008212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/09/wanita-tua-dan-payung-tua.html' title='Wanita Tua dan Payung Tua'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1065583929402467475</id><published>2008-08-28T07:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T07:58:42.713-07:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh Setelah Liburan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SLa7lrt_MWI/AAAAAAAAAO8/jqTOIESCe-Y/s1600-h/ASIKM+U.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SLa7lrt_MWI/AAAAAAAAAO8/jqTOIESCe-Y/s320/ASIKM+U.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239581472557314402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nah, ini senyum yang ku tunggu-tunggu.&lt;br /&gt;ketika dikasih waktu untuk berlibur, aku dan sejumlah teman-teman kantor main paint ball di salah satu perumahan elit di Bogor.&lt;br /&gt;dengan seragam loreng, senapan angin dan mask, aku laiknya seorang tim penyelamat&lt;br /&gt;ternyata memang harus diakui, bahwa asal daerah menentukan segalanya. hehehehe (bukan maksud SARA) tapi jujur, sebanyak dua kali permainan, saya orang pertama dalam tim yang selalu kena tembak dulu.&lt;br /&gt;dasar katroxs, heheheheh&lt;br /&gt;tapi aku berjanji (kayak anggota pramuka aja) ketika ada waktu liburan lagi, dan teman-teman memilih bermain tembak-tembakan dengan cat air lagi, saya harus jadi orang yang membawa kemenangan. hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1065583929402467475?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1065583929402467475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1065583929402467475' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1065583929402467475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1065583929402467475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/oleh-oleh-setelah-liburan.html' title='Oleh-oleh Setelah Liburan'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KW0P_PbRuGQ/SLa7lrt_MWI/AAAAAAAAAO8/jqTOIESCe-Y/s72-c/ASIKM+U.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3501827135272116591</id><published>2008-08-28T07:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T07:36:01.631-07:00</updated><title type='text'>Terusik Kuis HAH</title><content type='html'>Beberapa hari ini, saya begitu dikejutkan dengan dua pertanyaan yang diajukan Hasan Aspahani (HAH) dalam blognya (sejuta-puisi.blogspot.com) itu. dua pertanyaan yang sempat membuat dahi berkerut. dua pertanyaan tentang eksistensi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAH begitu mahir bermain dengan imajinasi, sehingga eksistensi Tuhan mulai disuik. entah ada maksud apa, HAH mencoba mengajak para blogger di negeri ini memainkan imajinasinya (bagiku itu sangat menarik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyair Batam yang telah menerbitkan dua buku ini, seakan-akan memaksa alam bawah sadar kita untuk melampaui alam sadar. Tuhan digambarkan berwujud, dengan kondisi seperti manusia, punya perasaan, punya lelah dan punya rumah. padahal dalam salah satu hadist sahih, dikatakan bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dengan urat leher sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAH begitu jeli, sehingga dalam hal ini, imajinasi kita diajak untuk memikirkan dan membayangkan bahwa kita dan Tuhan punya hubungan yang spesial. artinya, Tuhan dan manusia adalah sama (dalam hal ini mengenai eksistensinya di alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemahiran HAH memainkan imajinasi itu, membuat saya tertarik untuk mengikuti sayembara yang dia buat. begini kalimatnya. "apa yang akan kamu lakukan jika Tuhan menyuruhmu menjaga kantornya sehari saja," (itu garis besarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak kita berfikir bahwa Tuhan bisa juga meninggalkan singgasananya. cobaan untuk menghidupkan imajinasi ini muncul, ketika ada satu kalimat 'Tuhan akan pergi' jujur, saya sebagai manusia yang dalam proses pencarian eksistensi Tuhan ingin mencari tahu, kenapa Tuhan dapat pergi dari singgasananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuis dari HAH itu saya terima sebagai proses pencarian dan proses kreativitas. sebab ada orang yang bilang dengan bermimpi kamu ada. dua kuis yang HAH sajikan seakan membuka satu pokok bahasan baru bahwa Tuhan pun bisa diimajinasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau barangkali, HAH sudah kehabisan kata untuk dirangkai menjadi susunan kalimat yang indah, tanpa meninggalkan estetika? hanya HAH yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3501827135272116591?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3501827135272116591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3501827135272116591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3501827135272116591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3501827135272116591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/terusik-kuis-hah.html' title='Terusik Kuis HAH'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-3528103807312144271</id><published>2008-08-21T11:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T01:39:19.943-07:00</updated><title type='text'>Dari Jeda, Dari Luka</title><content type='html'>aku menginginkanmu&lt;br /&gt;seperti kamus yang saban hari tergeletak di depan cermin&lt;br /&gt;tak seperti bandul waktu yang selalu menjadi penanda.&lt;br /&gt;aku juga menginginkanmu,&lt;br /&gt;laiknya rindu&lt;br /&gt;di sela-sela pintu waktu yang diburu&lt;br /&gt;semua pasti menginginkanmu&lt;br /&gt;dari jeda, dari luka&lt;br /&gt;dari batu, dari rindu&lt;br /&gt;dari debu, dari lagu&lt;br /&gt;dan pasti semua tak menginginkanmu&lt;br /&gt;seperti lava yang tersemburat ke angkasa&lt;br /&gt;hanya api dan tangis.&lt;br /&gt;tapi aku memenginginkanmu, dan tak menginginkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-3528103807312144271?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/3528103807312144271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=3528103807312144271' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3528103807312144271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/3528103807312144271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/dari-jeda-dari-luka.html' title='Dari Jeda, Dari Luka'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-719342136112275745</id><published>2008-08-18T00:51:00.001-07:00</published><updated>2008-08-18T01:09:58.114-07:00</updated><title type='text'>Bolehkah Aku Mengintip Surga di Ujung Neraka</title><content type='html'>telah aku berikan semua ciuman kepadamu&lt;br /&gt;haruskah menundukku diiringi airmata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf Tuhan, jika sejenak aku tak mampir di pekarangan surga&lt;br /&gt;sebab, aku merasa tas kehidupanku belum penuh terisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, bolehkah aku mengintip surga di ujung neraka?&lt;br /&gt;karena aku lupa menyimpan kunci surga yang telah Engkau berikan&lt;br /&gt;ketika aku masih dalam perut ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-719342136112275745?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/719342136112275745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=719342136112275745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/719342136112275745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/719342136112275745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/bolehkah-aku-mengintip-surga-di-ujung.html' title='Bolehkah Aku Mengintip Surga di Ujung Neraka'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-4386642713135588547</id><published>2008-08-18T00:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T00:47:25.393-07:00</updated><title type='text'>Cerita Lalu</title><content type='html'>kau yang selalu tampak manis&lt;br /&gt;selalu bermain dengan gerimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkah engkau, tentang waktu dan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-4386642713135588547?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/4386642713135588547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=4386642713135588547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4386642713135588547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/4386642713135588547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/cerita-lalu.html' title='Cerita Lalu'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-1109107699177341453</id><published>2008-08-07T08:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T08:27:07.173-07:00</updated><title type='text'>Tentang Nol</title><content type='html'>jika aku punya dua nyawa&lt;br /&gt;akan aku berikan semuanya padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-1109107699177341453?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/1109107699177341453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=1109107699177341453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1109107699177341453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/1109107699177341453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/tentang-nol.html' title='Tentang Nol'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-393427756994487290</id><published>2008-08-06T01:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T01:55:41.090-07:00</updated><title type='text'>Blurred Out</title><content type='html'>kemudian hanya luka&lt;br /&gt;yang bisa bersama,&lt;br /&gt;duduk di teras senja&lt;br /&gt;menanti gulita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-393427756994487290?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/393427756994487290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=393427756994487290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/393427756994487290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/393427756994487290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/blurred-out.html' title='Blurred Out'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-5613787819638984194</id><published>2008-08-04T08:16:00.001-07:00</published><updated>2008-08-04T08:21:36.780-07:00</updated><title type='text'>Gull</title><content type='html'>(burung camar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau selalu terbang&lt;br /&gt;membelah awan,&lt;br /&gt;sejenak lupa diri sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-5613787819638984194?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/5613787819638984194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=5613787819638984194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5613787819638984194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/5613787819638984194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/gull.html' title='Gull'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2309165421695217876</id><published>2008-08-03T08:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-03T09:23:43.817-07:00</updated><title type='text'>Dan Kemudian?</title><content type='html'>nasib, dosa, sesal&lt;br /&gt;pernah kutulis&lt;br /&gt;dalam lembaran waktu&lt;br /&gt;yang tak pernah habis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buitenzorg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2309165421695217876?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2309165421695217876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2309165421695217876' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2309165421695217876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2309165421695217876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/08/dan-kemudian.html' title='Dan Kemudian?'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2891498018391802420</id><published>2008-07-30T10:41:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T10:58:41.174-07:00</updated><title type='text'>Saya Melihat Seakan Tak Ada Apa-apa di Matahari (Soneta 130)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;i style=""&gt;By: &lt;/i&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://poets.org/poet.php/prmPID/122"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;William Shakespeare&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;saya melihat seakan tak ada apa-apa di matahari&lt;br /&gt;bagai karang yang lebih merah dari bibir wanita.&lt;br /&gt;ketika salju berwarna putih, mengapa dada ini menagih?&lt;br /&gt;sedangkan nanah tumbuh subur di kepala.&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;di Damasked, saya mempunyai sepasang mawar, merah dan putih&lt;br /&gt;tetapi tak seindah yang terlukis di pipi manis seorang gadis&lt;br /&gt;dan saya lebih senang ketika mencium aroma rembulan di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;br /&gt;berbeda dengan nafas nyonya besar, yang selalu busuk&lt;br /&gt;oleh karena itu, saya mencintainya dan mendengarkan apa yang dia bicarakan. &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;lebih baik, saya mengenakan topi serta mendendangkan lagu-lagu cinta&lt;br /&gt;sebab, itu lebih sunyi dan memuaskan.&lt;br /&gt;dan tak sekalipun saya melihat bidadari pergi darinya&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;nyonya tua itu mendedahkan tapaknya di jalan-jalan menuju surga&lt;br /&gt;saya berfikir, cinta itu hadir apa adanya, tanpa bisa diperbandingkan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2891498018391802420?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2891498018391802420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2891498018391802420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2891498018391802420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2891498018391802420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/07/saya-melihat-seakan-tak-ada-apa-apa-di.html' title='Saya Melihat Seakan Tak Ada Apa-apa di Matahari (Soneta 130)'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5048593308610694696.post-2156790870592030505</id><published>2008-07-28T10:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T10:12:04.412-07:00</updated><title type='text'>Aku Bukan Milikmu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;By: Sara Teasdale&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;aku bukan milikmu, hilang karenamu.&lt;br /&gt;aku tak hilang, walaupun tak pernah ada.&lt;br /&gt;hilang bagai lilin yang menyala di tengah hari&lt;br /&gt;hilang bagai kepingan salju di laut. &lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;kamu mencintaiku, dan aku menemukan-mu masih indah,&lt;br /&gt;seperti roh yang mampu mengeluarkan pendar-pendar cahaya.&lt;br /&gt;keberadaanku, lindap terlalu lama&lt;br /&gt;bagai pijar hilang di antara cahaya. &lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;oh… terlalu tinggi aku mencintaimu&lt;br /&gt;menaruh dalam-dalam lubuk hatiku&lt;br /&gt;yang menjadikanku tuli dan buta&lt;br /&gt;menyapu prahara dari cinta-mu&lt;br /&gt;meruncing di angin kesibukan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5048593308610694696-2156790870592030505?l=jiwafreud.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwafreud.blogspot.com/feeds/2156790870592030505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5048593308610694696&amp;postID=2156790870592030505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2156790870592030505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5048593308610694696/posts/default/2156790870592030505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwafreud.blogspot.com/2008/07/aku-bukan-milikmu.html' title='Aku Bukan Milikmu'/><author><name>Dony P. Herwanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07698436721677505982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KW0P_PbRuGQ/SGZorzmUlFI/AAAAAAAAANI/f0nCQS_O5ow/S220/lagi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
